Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu

Wirandra Reyhan Janitra oleh Wirandra Reyhan Janitra
16 Februari 2021
A A
Suka Duka Magang di Bandara, Disangka Travelling Melulu Padahal Nggak Gitu Terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Enak ya lo kerjanya di bandara, pasti sering travelling. Hahaha” Begitulah kira-kira kalimat yang paling sering saya dapat dari orang lain begitu mereka tahu saya pernah kerja (baca: magang) di bandara. Ehem, jadi gini sebenarnya, Guys, orang yang kerja di bandara belum tentu sering travelling, banyak kok dari mereka yang pekerjaannya sama persis dengan pekerja biasa di ibu kota.

Saat semester 7, saya pernah magang sebagai staf hubungan masyarakat atau bahasa kerennya public relations di Angkasa Pura II, salah satu BUMN pengelola bandar udara di Indonesia. Saya ditempatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, bandara terbesar di Indonesia sekaligus bandara utama menuju kota Jakarta.

Sebagai kompleks bandara yang luar biasa luasnya, beragam jenis pekerjaan ada di sini, selain pilot dan pramugari pastinya. Di bandara, ada insinyur penerbangan, pegawai kantoran, sales tiket, customer service, resepsionis, waiter restoran, sampai cleaning service. Dari semua pekerjaan di atas tadi, yang benar-benar memerlukan travelling naik pesawat ya cuma pramugari dan pilot maskapai.

Kalau boleh jujur nih, selama 6 bulan magang di bandara, saya belum pernah sekalipun pegang atau masuk kabin pesawat. Hehehe. Saya lebih banyak bertugas di ruangan kantor seperti kebanyakan staf korporat.

Nah, sekarang saya akan membahas hal-hal yang paling saya sukai dari magang di bandara. Pertama, soal gaji. Sebagai mahasiswa yang selama ini mengandalkan pekerjaan freelance atau event sebagai penghasilan, nominal gaji yang diberikan waktu magang di bandara adalah tertinggi yang pernah saya terima. Coba bayangin, nominal bulanannya lebih dari setengah UMR Jakarta tahun 2020, lho! Cukup banget buat sebulan makan, ongkos, jajan, ikut nyumbang kebutuhan rumah, dan menabung.

Kedua, magang di bandara berarti fasilitas yang saya dapatkan juga banyak. Mungkin hal ini relatif ya, tetapi departemen tempat saya bertugas termasuk royal dalam memberi fasilitas. Contohnya, saya mendapatkan camilan dan minuman gratis, penggunaan printer kantor secara unlimited yang membantu banget untuk ngeprint laporan magang, dan harga diskon untuk setiap pembelian tiket bus dan kereta bandara.

Lalu, ada free akses ke seluruh wilayah terminal. Nah, ini nih yang paling disukai selama magang. Dengan modal kartu pengenal dan surat tugas, pegawai maupun anak magang bisa mendapatkan akses menuju banyak kawasan bandara yang terlarang bagi penumpang biasa, seperti landasan pacu, stasiun atau posko pengawas. Lagi pula, kapan lagi saya bisa menembus imigrasi tanpa paspor? Hahaha.

Kemudian, karena saya ditugaskan di departemen humas, saya juga sering diajak keliling bandara oleh manager untuk menghadiri berbagai agenda atau bertemu orang-orang. Tapi, dari semua agenda “jalan-jalan” itu yang paling favorit adalah ketika mendampingi pers liputan, biasanya sih di posko pengawas atau terminal.

Baca Juga:

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

Karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, magang di bandara juga pasti ada kekurangannya. Yang pertama adalah pengeluarannya besar. Gaji magang boleh dibilang besar, tapi jumlah yang diberikan sepadan dengan kenyataan bahwa apa-apa di bandara harganya mahal. Misal, harga minuman green tea kemasan di minimarket di luar bandara biasanya hanya Rp6.000, di bandara harga minuman green tea kemasan dengan merek dan ukuran yang sama bisa melonjak jadi Rp10.000. Lalu, ojek online yang biasa di luar bandara tarif dasarnya mulai Rp10.000, di dalam bandara tarif dasarnya jadi Rp15.000. Mahal, kan?

Kedua, wilayah sekitar Bandara Soekarno-Hatta terkenal macet. Faktor ini membuat saya yang mengandalkan kendaraan umum untuk mencapai tempat magang harus berangkat lebih awal dari rumah supaya bisa tiba di kantor tepat waktu.

Itulah suka duka magang di bandara. Ternyata, pengalaman magang di bandara nggak jauh berbeda dari pegawai kantoran biasa, kan? Semoga bisa menjadi gambaran untuk kalian yang ingin melamar magang atau bahkan kerja di bandara juga!

BACA JUGA Tujuan Magang Buat Transfer Ilmu, Bukan Bikinin Kopi, doang dan tulisan Wirandra Reyhan Janitra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2021 oleh

Tags: Anak Magangbandaramagang
Wirandra Reyhan Janitra

Wirandra Reyhan Janitra

Penulis muda yang gemar traveling namun hanya bisa keluar kota maksimal setahun sekali.

ArtikelTerkait

4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang

Skripsi Sudah Tidak Layak sebagai Syarat Kelulusan, Lebih Baik Diganti dengan Magang!

2 Agustus 2025
Suka Duka Jadi Kenshuusei di Jepang Terminal Mojok

Suka Duka Jadi Kenshuusei di Jepang

22 Januari 2022
Bandara Notohadinegoro Jember, Bandara Perintis yang Masih Kembang Kempis

Bandara Notohadinegoro Jember, Bandara Perintis yang Masih Kembang Kempis

9 Juli 2023
Magang di Sekretariat DPRD Nggak Keren Sama Sekali, Saya Malah Malu karena Banyak Nganggurnya daripada Kerjanya

Magang di Sekretariat DPRD Nggak Keren Sama Sekali, Saya Malah Malu karena Banyak Nganggurnya daripada Kerjanya

22 November 2023
Dosen Pembimbing Bersifat Buruk, Skripsi dan Lulus Jadi Lama! (Unsplash) berkas kelulusan jasa edit skripsi

Mengganti Tugas Akhir Skripsi dengan Magang Itu Pendapat yang Naif dan Nggak Berpikir Panjang

3 Agustus 2025
Mojok Itu Bukan Hanya Media, tapi Juga Sebuah Sekte

Mojok Itu Bukan Hanya Media, tapi Juga Sebuah Sekte

28 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.