8 Tipe Mahasiswa yang Selalu Ada di Kelompok KKN – Terminal Mojok

8 Tipe Mahasiswa yang Selalu Ada di Kelompok KKN

Artikel

KKN merupakan perayaan keilmuan yang kita dapat selama kuliah. Hasilnya kita lihat ketika melebur dalam masyarakat. Sebenarnya, bagi sebagian mahasiswa yang suka ikut kegiatan di desanya, sehari-hari adalah KKN. Bedanya, jika KKN akan bermanifestasi menjadi nilai dari A sampai E, sedangkan kegiatan desa adalah yak e yak e alias berat di tenaga, upahnya ya pol mentok bekonang.

Mau di mana pun tempat KKN, baik dekat kampus atau pun di perbatasan teritori wilayah Indonesia, pasti selalu ada anggota tim yang memiliki ciri-ciri unik. Entah uniknya itu cenderung ke arah menyebalkan atau malah pol mentok pekok dan patut untuk diruwat.

Dalam KKN, para mahasiswa dari jurusan dan fakultas yang berbeda akan dikumpulkan dalam satu kelompok. Namanya juga percampuran individu yang berbeda dari tempat yang berbeda, pasti akan membawa sifat dan kebiasaan yang berbeda. Makanya cerita tentang kegiatan ini nggak jauh-jauh dari cinlok atau berantem sama temen kelompok.

Atau berantem sama pacar karena cinlok sama teman satu kelompok.

Setelah mengumpulkan cerita dari berbagai manusia yang ikut kegiatan tersebut, berikut adalah hasil dari tanya jawab dengan beberapa kawan sekaligus pengalaman pribadi mengenai kegiatan KKN mereka tentang tipe-tipe mahasiswa yang selalu ada dalam tim KKN. Nomer lima bikin tercengang!

Mas/Mbak ambisius

Dalam kegiatan KKN, percaya atau tidak, tipe mahasiswa seperti sangat dinantikan kiprahnya. Saya sama sekali tidak menyebutkan bahwa tipe ini adalah tipe yang menyebalkan, namun keberadaannya terkadang bikin nggak tenang.

Baca Juga:  Pertanyaan-pertanyaan Absurd yang Sering Ditanyakan ke Difabel Netra

Srantal-sruntul tiap pagi, siangnya tidak mengenal istirahat dan malamnya selalu giat mengisi note book. Kekurangan dari mahasiswa tipe ambisius ini adalah kondisi badan karena kurang lebih dua bulan selalu srantal-sruntul itu terlalu ngoyo dan bisa menjadi serangan balik berupa kelelahan dan sakit flu atau batuk. Duh, kesehatan mu itu lho.

Cosplay jadi cakruk

Tipe mahasiswa seperti pasti ada, tak jamin. Pagi-pagi udah sarungan sambil nunggu makan, siang-siang di cakruk, sore-sore di cakruk dan malam-malam ikut warga sekitar main gaple di cakruk. Jangan tanya prokernya, palingan ya nganu.

Tapi tipe yang seperti ini biasanya yang paling akrab dengan warga. Jiwa ngaso yang mendarah daging, biasanya dilirik oleh pemuda lokal untuk menjadi teman ngobrol dan berbagi kisah. Kekurangannya memang terlihat nggak guna, padahal pemikirannya selalu ditujukan untuk masyarakat. Mbois nggak?

Pemburu feed Instagram

Perlu tak jelasin po? Ya sudah. Tipe mahasiswa seperti ini biasanya jadi beban dalam tim. Tipe ini beda dengan admin instagram tim KKN lho yhaa. Ciri khasnya, tipe ini gaweannya pencitraan. Sedikit-sedikit bilang “eh, bagus juga kalau begini…” atau “eh, fotoin dong…” adalah kata-kata template mereka.

Tapi, jangan salah, tipe mahasiswa ini biasanya membawa keceriaan dalam tim. Dan setidaknya menunjukkan kepada hal layak ramai bahwa kegiatan dalam tim ini berjalan dengan lancar. Coba bayangkan kegiatan tim tanpa publikasi, ya nggak masalah juga sih. Kan yang penting sampai atau tidak niat baik kita untuk masyarakat. Ya, pokoknya tipe ini ada manfaatnya. Anggap saja begitu.

Baca Juga:  Tipe-Tipe Orang Saat Ikut Seminar

Batman

Tipe yang ini ciri khasnya bangun di atas jam sembilan pagi, matanya selalu merah dan akrab dengan masyarakat sekitar. Bangun siang bukan tanpa alasan, biasanya malam hari mereka diajak oleh pemuda lokal untuk dangdutan atau mencicipi air nikmat khas daerah tersebut.

Sebenarnya bukan air nikmatnya saja, biasanya mahasiswa tipe ini sering diajak oleh pemuda lokal untuk bercerita. Hampir sama dengan tipe cosplay jadi cakruk, namun jangkauan tipe ini lebih luas. Tidak hanya di cakruk atau posko saja, namun merambah sampai ke desa-desa sebelah.

Pelor (nempel molor)

Jika tipe cosplay jadi cakruk kerjaannya mager di cakruk bersama pemuda setempat, nah tipe yang satu ini memilih untuk goleran di posko selama mungkin. Kalau ada simboknya, mungkin bakal bilang begini, “hasssh, goleran terossss!” Hanya ada dua kemungkinan ia keluar posko, ketika lapar dan ketika ada dosen pemantau lapangan.

Nah, tipe ini, saat ada dosen pemantau lapangan, biasanya bakal macak paling sregep. Tiba-tiba saja melakukan kegiatan ini itu, padahal biasanya golar-goler di dalam posko. Percayalah, tipe seperti ini hampir memiliki kloning di setiap tim KKN.

Mas-mas bertenaga

Tipe ini seakan bisa mempelajari jurus seribu bayangan. Di mana-mana ada dia, kegiatan apa saja ia membantu dengan ikhlas dan selalu memiliki energi untuk program bantu. Berbeda dengan tipe ambis yang condong ke sifat pribadi, tipe mas-mas bertenaga lebih suka berkelompok. Ciri khas lainnya, tipe mas potok lebih sering berkeringat dan mambu.

Baca Juga:  Pembimbing Skripsimu Bilang ACC, Pas Ujian Kamu Dibantai

Pemburu hantu

Tipe yang ini sukanya halu dan menampung semua cerita horor warga sekitar. Setelah ditampung, biasanya sebelum tidur malam, tipe yang ini akan bercerita kepada seluruh rekan tim. Biasanya, kalimat pembukanya seperti ini, “eh, denger-denger ya, bukan dari aku loh ya, tapi dari Pak Kadus, kalau malam biasanya….” Ya, benar, dengan dalih kata orang lain, biasanya cerita horor menjadi valid. Dan anehnya, semua bakalan percaya dan parno berlebih.

Humoris

Kita harus berterimakasih dengan tipe yang satu ini. Karena tanpa mereka, KKN kita hanyalah seputar mencari nilai dalam selembar kertas, bukan nilai dalam lembaran kehidupan.

Barangkali hanya itu saja tipe mahasiswa endemik saat KKN yang bisa saya tuliskan. Bagaimana menurut kalian? Sudah mencakup semua atau ada tipe lain yang nggak kalah bikin kemekelen dan mangkel? Kolom komentar tersedia untuk kalian tumpahkan seutuhnya tanpa perantara dan biaya.

BACA JUGA No Debat! One Piece Lebih Baik daripada Naruto dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.