Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
30 Januari 2026
A A
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kue pukis adalah kue sederhana yang jadi favorit banyak orang. Kita bisa menemukannya dengan mudah di banyak tempat. Dari pinggir jalan sampai sekolah-sekolah.

Namun sayang, ada saja penjual yang menodai makanan favorit banyak orang ini. Bukan dosa besar yang bikin kiamat datang lebih cepat, tentu saja. Tapi dosa-dosa kecil yang membuat nostalgia manis jadi kekecewaan pahit.

#1 Kue pukis bantat seperti spons kasur

Dosa paling klasik dan paling menyakitkan adalah kue pukis yang bantat. Harusnya lembut, empuk, dan sedikit berongga. Akan tetapi, saya sering mendapatkan yang teksturnya terlalu padat.

Kalau saya rasa-rasakan, malah mirip spons kasur kos-kosan. Biasanya ini akibat adonan kurang mengembang dan takaran ragi asal-asalan. Banyak orang yang tidak bisa makan kue yang terlalu bantat.

#2 Terlalu manis

Kue pukis memang membawa rasa manis. Namun, kalau berlebihan, rasa nikmat kue ini pasti berkurang. 

Mungkin, banyak penjual yang seolah ingin balas dendam pada hidupnya yang pahit dengan menggunakan gula terlalu banyak ke dalam adonan. Yang terasa cuma manis menusuk lidah. Kue pukis ideal itu seimbang, manisnya halus, bukan seperti minum sirup tanpa air.

#3 Kue pukis setengah matang

Bagian luar sudah cokelat menggoda. Tapi begitu menggigitnya, bagian dalamnya masih basah dan lengket. Bagi saya, ini dosa fatal.

Kue pukis setengah matang biasanya terjadi karena api terlalu besar atau penjual tak sabar. Padahal, kue ini butuh waktu dan ketenangan. Kalau masih mentah, bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenyamanan perut pembeli.

Baca Juga:

Kue Pancong Lumer Krisis Identitas, Lebih Cocok Disebut Kue Pukis Lumer

5 Jajanan Pasar Khas Jogja yang Mulai Langka dan Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

#4 Terlalu kering sampai seret di tenggorokan

Di sisi lain, ada juga yang terlalu kering. Kalau menggigitnya sekali, remahannya langsung rontok. Ketika mengunyahnya, rasanya “seret”. Butuh minum kalau mau menelannya.

Ini biasanya akibat adonan kurang lemak atau memanggangnya terlalu lama. Kue ini seharusnya moist dan memakannya bukan latihan survival untuk tenggorokan.

#5 Topping pelit dan tidak proporsional

Topping adalah daya tarik utama. Tapi dosa penjual sering muncul di sini. Taburan meses cuma satu garis tipis. Mereka memarut keju sepelit mungkin. Seakan-akan mau menghemat stok sampai Lebaran nanti.

Padahal, pembeli datang karena visual dan rasa. Kue pukis polos boleh sederhana, tapi topping pelit itu bentuk pengkhianatan kecil yang terasa besar.

#6 Topping kue pukis terlalu banyak, tapi rasa kue hilang

Ironisnya, kebalikan dari dosa sebelumnya juga sering terjadi. Topping terlalu banyak sampai rasa kuenya sendiri tenggelam. Keju menumpuk, cokelat berlebihan, susu kental manis melimpah. Padahal, kue pukis yang baik adalah bintang utama, topping hanya pendukung.

#7 Aroma telur yang menyengat

Kue ini memang berbahan dasar telur. Tapi kalau aromanya terlalu menyengat, itu pertanda ada yang salah. 

Biasanya, karena telur tidak segar atau takaran telur berlebihan tanpa mengimbangina dengan bahan lain. Aroma telur yang dominan merusak pengalaman makan. Apalagi, bagi pembeli yang sensitif.

#8 Terlalu berminyak

Ada kue pukis yang begitu berminyak sampai bagian bawahnya licin. Minyak berlebih bisa berasal dari cetakan yang kurang bersih atau menggunakan margarin secara berlebihan. Hasilnya, kue terasa enek dan berat padahal seharusnya ringan serta nyaman.

Itulah, 8 dosa penjual kue pukis. Penjual sering meremehkan kondisi ini dan mengecewakan pembeli. 

Bagi penjual, memperbaiki dosa-dosa ini bukan soal gengsi, tapi soal menghargai kue pukis sebagai produk. Bagi pembeli, mengenali dosa-dosa ini adalah cara sederhana untuk lebih kritis dan tak mudah kecewa.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Pukis dan Bikang, Menu Berbuka dan Tadarus yang Tak Dianggap

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: bahan membuat kue pukiscara membuatharga kue pukiskuekue pukisoleh-oleh kue pukisrekomendasi kue pukis
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Tahun 2026

20 Mei 2020
Nastar (Pixabay.com)

Nastar Itu Biasa Saja, Nggak Usah Pada Heboh

22 Januari 2022
Kue Pancong Lumer Krisis Identitas, Lebih Cocok Disebut Kue Pukis Lumer Mojok.co

Kue Pancong Lumer Krisis Identitas, Lebih Cocok Disebut Kue Pukis Lumer

4 Agustus 2024
5 Jajanan Pasar Khas Jogja yang Mulai Langka dan Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

5 Jajanan Pasar Khas Jogja yang Mulai Langka dan Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

2 November 2023
Bolu Kijing Bolu Legendaris Khas Sunda yang Bikin Seret Terminal Mojok

Bolu Kijing: Bolu Legendaris Khas Sunda yang Bikin Seret

23 November 2022
6 Tips Membuat Nastar Enak dan Cantik Bentuknya

6 Tips Membuat Kue Nastar Enak dan Cantik Bentuknya

19 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Kalau Saya Nggak Merantau ke Sidoarjo, Saya Nggak Tahu 3 Sisi Gelap Sidoarjo Ini

26 Januari 2026
PO Bus 27 Trans, PO Bus Rute Jakarta-Malang dengan Armada Ternyaman

Punggung dan Bokong Sakit Itu Fana Kalau Sudah Merasakan Kursi Empuknya President Class 27 Trans

24 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Sisi Gelap Malang Hari ini: Masih Cantik, tapi Semakin Toxic

25 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

TVS Callisto 125 Itu Enak, tapi Tidak Semua Orang Siap Memilikinya

28 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan
  • AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah
  • Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita
  • Pengamat Imbau Bulog untuk Revisi Pengadaan GKP agar Petani Tak Setor Gabah “Aneh-aneh”
  • Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.