Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Tempat Wisata di Kota Banda Aceh yang Bisa Ditempuh dengan Bersepeda

Risnawati Ridwan oleh Risnawati Ridwan
28 Januari 2022
A A
7 Tempat Wisata di Kota Banda Aceh yang Bisa Ditempuh dengan Bersepeda Terminal Mojok

7 Tempat Wisata di Kota Banda Aceh yang Bisa Ditempuh dengan Bersepeda (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian orang Indonesia, ada dua hal yang terlintas dalam pikiran begitu mendengar kata “Aceh”. Pertama, daerah konflik yang berkepanjangan. Kedua, daerah yang terkena bencana tsunami terbesar yang pernah ada. Ada ketakutan tersendiri jika harus datang ke Aceh. Padahal, semua itu telah lama berlalu dan kini Aceh sudah bisa disejajarkan dengan provinsi lainnya, terutama berkaitan dengan tempat wisata.

Ada banyak tempat wisata di Aceh, khususnya Kota Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi paling barat Indonesia ini, yang bisa didatangi para wisatawan. Asyiknya lagi, beberapa tempat wisata di Kota Banda Aceh bisa ditempuh hanya dengan bersepeda lantaran saling berdekatan. Tentu saja wisatawan dengan bujet terbatas bisa menyusuri Kota Banda Aceh dengan menyewa sepeda dan pergi ke tempat-tempat wisata dengan lebih santai. Berikut 7 tempat wisata di Kota Banda Aceh yang dapat ditempuh dengan bersepeda.

#1 Masjid Raya Baiturrahman

Kita mulai wisata dari titik poin pertama, yakni Masjid Raya Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman adalah masjid kebanggaan rakyat Aceh. Masjid yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini merupakan pusat pemerintahan saat itu yang didirikan oleh Sultan Alauddin Mahmud Syah I pada tahun 1292. Masjid yang berarsitektur Mughal dan Indo-Saracenic serta berkapasitas 13.000 jamaah ini merupakan titik pusat Kota Banda Aceh dan menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Kota Banda Aceh. Rasanya tidak sah jika sudah ke Aceh tetapi belum mampir ke Masjid Raya Baiturrahman.

Setelah renovasi besar-besaran yang dilaksanakan pada tahun 2016, masyarakat merasa lebih nyaman beraktivitas di sekitar masjid, baik itu di dalam atau di luar masjid. Namun, satu kekurangan dari desain masjid ini adalah letak tempat wudhu dan parkir di bagian basement, sehingga menyulitkan para lansia dan penyandang disabilitas yang hendak masuk ke masjid. Meski begitu, hal ini tidak mengurangi jumlah kedatangan tamu dari luar Aceh—yang kebanyakan para lansia—untuk mampir ke masjid raya ini.

#2 Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum yang dibangun setelah bencana tsunami ini merupakan hasil rancangan Ridwan Kamil saat belum menjadi Walikota Bandung. Letak Museum Tsunami Aceh dari Masjid Raya Baiturrahman hanya sekitar 700 meter. Tentu saja dapat ditempuh dengan bersepeda dalam waktu singkat sekitar 3 menit saja.

#3 Museum Aceh dan Makam Sultan Iskandar Muda

Tempat wisata di Kota Banda Aceh selanjutnya adalah Museum Aceh dan Makam Sultan Iskandar Muda. Museum Aceh yang berbentuk rumah Aceh ini lokasinya bersebelahan dengan Makam Sultan Iskandar Muda, raja Aceh yang paling terkenal dibandingkan dengan sultan-sultan lainnya. Museum Aceh hanya berjarak 900 meter dari Masjid Raya Baiturrahman ke arah tenggara. Kira-kira dapat ditempuh sekitar 4 menit perjalanan dengan sepeda.

#4 Lapangan Blang Padang

Lapangan Blang Padang adalah sebuah lapangan seluas 8 hektar yang berada di antara Jalan Iskandar Muda, Jalan Syekh Muda Wali, dan Jalan Prof Abdul Madjid Ibrahim. Warga Banda Aceh biasanya sering melakukan kegiatan olahraga dan menikmati kuliner di sini.

Baca Juga:

4 Sisi Gelap Kebumen yang Jarang Diceritakan hingga Wisatawan Pikir Dua Kali untuk Kembali

4 Tempat Wisata Kulon Progo yang Direkomendasi Warga Lokal untuk Mencari Ketenangan

Di lapangan ini terdapat monumen Thanks to The World sebanyak 80 prasasti di area jogging track. Tiap prasasti berisi ucapan terima kasih dalam bahasa negara-negara yang telah membantu Aceh setelah tsunami 2004. Selain itu, ada pula monumen pesawat RI-001 Seulawah. Monumen ini merupakan replika dari pesawat RI-001 yang merupakan cikal-bakal pesawat terbang pemerintah Indonesia, Garuda Indonesia.

#5 Taman Putroe Phang

Taman Putroe Phang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (1608-1636) atau biasa disebut juga Gunongan. Sultan Iskandar Muda membangun Taman Putroe Phang untuk permaisurinya, Putri Pahang. Taman Putro Phang merupakan taman sari yang berbentuk menyerupai bukit-bukit yang terdapat di Pahang sebagai bukti cinta Sang Sultan kepada permaisurinya yang rindu kampung halamannya.

#6 Monumen Kapal Apung

PLTD Apung adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh yang saat ini dijadikan tempat wisata. Kapal yang dikenal juga dengan nama “Kapal Apung” ini memiliki luas sekitar 1.900 meter persegi, dengan panjang mencapai 63 meter. Pada saat bencana tsunami terjadi, kapal ini berada di Pantai Ulheu Lheu dan terdampar ke darat yang berjarak 3 kilometer dari tepi pantai.

Monumen Kapal Apung dapat ditempuh dengan bersepeda dari Masjid Raya Baiturrahman yang berjarak kurang lebih 1,7 kilometer.

#7 Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue adalah salah satu pantai yang masuk dalam wilayah Kota Banda Aceh. Lokasinya yang berada di pinggiran kota sering menjadi tempat tongkrongan anak muda di sore hari. Melalui pelabuhan Ulee Lheue juga kita dapat menyeberang ke Pulau Sabang.

Sepanjang garis Pantai Ulee Lheue banyak tempat makan yang bisa disambangi para wisatawan. Selain wisata kulineran di pinggir pantai, para pengunjung yang membawa anak kecil juga bisa mengajak anak-anaknya untuk bermain dan mandi di pantai.

Itulah 7 tempat wisata di Kota Banda Aceh yang dapat ditempuh dengan bersepeda. Semoga bisa menjadi panduan kalian yang hendak berwisata ke Banda Aceh. Welcome to Banda Aceh, pemulia jamee adat geutanyo (Selamat datang di Banda Aceh, memuliakan tamu adalah kebiasaan kita).

Penulis: Risnawati Ridwan
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2022 oleh

Tags: Banda Acehbersepedawisata
Risnawati Ridwan

Risnawati Ridwan

Ibu Rumah Tangga yang nyambi jadi abdi negara. Bisa dijumpai lewat IG @risnawatiridwan

ArtikelTerkait

Pulau Seram yang Tak Ada Seram-seramnya

Pulau Seram yang Tak Ada Seram-seramnya

29 Desember 2021
Surat Terbuka untuk Bupati Gunungkidul yang Lagi Sibuk Bikin Taman Kota

Surat Terbuka untuk Bupati Gunungkidul yang Lagi Sibuk Bikin Taman Kota

24 Oktober 2022
Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

29 Mei 2024
Stereotip Orang-Orang Luar Lombok tentang Masyarakat Asli Lombok

Stereotip Orang-Orang tentang Masyarakat Asli Lombok

4 April 2020

Harga Parkir dan Makanan ‘Nuthuk’ di Jogja Adalah Warisan Feodal Paling Ra Mashok

2 Juni 2021
4 Rekomendasi Sate Khas Lombok terminal mojok.co

4 Sate Khas Lombok yang Menggiurkan untuk Dicoba

15 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Dosen Swasta yang Jarang Dibicarakan Orang

12 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

Toyota Veloz, Mobil yang Sangar di Jalan Datar tapi Lemas di Tanjakan

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.