Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

7 Makanan Khas Jawa Tengah yang Namanya Bikin Bingung

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
24 Juni 2022
A A
7 Makanan Khas Jawa Tengah yang Namanya Membagongkan Terminal Mojok

7 Makanan Khas Jawa Tengah yang Namanya Membagongkan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dengan luas yang lebih dari 32 ribu kilometer persegi, Provinsi Jawa Tengah punya banyak keanekaragaman. Nggak hanya bentang alam, masyarakat, dan tempat wisatanya, makanannya pun sangat bervariasi. Makanan khas Jawa Tengah yang populer seperti lumpia, soto Kudus, hingga tempe mendoan bahkan punya kelompok penggemarnya masing-masing.

Biasanya, nama tiap makanan memiliki filosofi tersendiri. Selain disematkan nama daerah tempat asal terciptanya kuliner tersebut pertama kali, makanan juga dinamai berdasarkan deskripsi penampilannya. Tapi, nggak sedikit makanan khas Jawa Tengah yang punya nama membagongkan dan bikin orang salah paham ketika pertama kali mendengarnya. Misalnya ketujuh makanan berikut ini.

ADVERTISEMENT

#1 Ndas borok

Makanan khas Jawa Tengah yang satu ini namanya agak kurang enak didengar. Kalau diterjemahkan, ndas dalam bahasa Jawa berarti kepala, sementara borok bermakna luka bernanah atau busuk. Namanya memang nggak menggugah selera, tapi percaya, deh, makanan khas Temanggung ini rasanya manis dan banyak peminatnya.

Ndas borok terbuat dari perpaduan singkong, gula aren, dan kelapa yang dikukus. Makanan yang dulu sering dibawa sebagai bekal naik gunung ini memang tampak seperti kepala yang luka setelah disajikan.

#2 Kupat jembut

Hayo, jangan salah fokus setelah baca namanya. Kalau biasanya masyarakat di daerah lain merayakan Idulfitri dengan ketupat biasa, berbeda dengan masyarakat Semarang. Yaps, kuliner yang satu ini bisa ditemui saat momen Lebaran.

Kupat jembut adalah ketupat yang dibelah secara diagonal. Di dalam celah tersebut kemudian disisipkan taoge. Katanya, tampilan ketupat setelah diberi taoge ini membuatnya jadi mirip kayak kelamin perempuan. Sekarang variasi kupat jembut lebih berkembang. Nggak cuma taoge, kadang masyarakat juga memberi tambahan kubis rebus hingga sambal kelapa.

#3 Rondo royal

Sewaktu masih duduk di bangku SMP, guru Bahasa Jawa saya pernah memberikan riddle mengenai rondo royal. Sebagian besar dari kami yang belum pernah makan rondo royal malah mengira blio sedang menjelaskan soal janda.

Rupanya, makanan khas Jepara ini adalah tape goreng. Terdapat beberapa cerita yang dipercaya menjadi asal muasal makanan ini dinamai rondo royal. Ada yang mengatakan bahwa nama ini merupakan penghargaan buat seorang janda yang pertama kali memopulerkan makanannya. Cerita lain mengungkapkan bahwa rondo royal bukan berarti janda kaya, tapi janda yang royal karena dermawan. Tapi, ada pula yang menyebutkan bahwa rondo royal nggak berkaitan dengan janda sama sekali. Disebutkan bahwa masyarakat Pantura dulu menyebut rodo, yang berarti agak, seperti rondo atau rondok. Pada masa itu tape goreng dianggap sebagai makanan yang cukup mewah sehingga mereka sebut sebagai rondo royal.

Baca Juga:

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

#4 Semar mendem

Sebagian besar orang yang pertama kali mendengar nama makanan ini cenderung salah paham karena jika diterjemahkan, semar mendem ini bermakna Semar sedang mabuk. Nggak kok, kita lagi nggak ngomongin tokoh Punakawan itu. Kita lagi ngomongin makanan yang enak pol.

Semar mendem adalah makanan khas Solo. Bentuk dan cita rasanya cukup mirip dengan lemper. Bedanya, semar mendem nggak dibungkus dengan daun pisang. Semar mendem menggunakan beras ketan yang dibalut dadaran telur dan tepung terigu.

#5 Tahu gimbal

Makanan yang berasal dari Semarang ini nggak ada hubungannya dengan rambut gimbal. Gimbal dalam menu tahu gimbal berarti udang yang dilumuri tepung terigu, air, dan bumbu. Ketika digoreng, udang ini akan terlihat padat menggumpal. Oh ya, tahu gimbal ini agak mirip dengan kuliner tahu campur. Perbedaan paling mencoloknya ada pada tambahan gimbal itu tadi.

#6 Sayur becek

Nama makanan yang satu ini mungkin bakal mengingatkan kita pada kondisi jalanan setelah turun hujan deras. Tapi buat warga Grobogan, sayur becek adalah salah satu makanan paling endeus di tempat mereka tinggal.

Sayur becek umumnya menggunakan iga sapi. Namun, ada pula yang memanfaatkan iga kerbau sebagai bahan utamanya. Untuk sayuran sekaligus menyempurnakan aroma, ditambahkan daun kedondong dan daun dayakan. Sayur becek ini dulunya hanya bisa ditemui di acara-acara hajatan, tapi sekarang kuliner ini bisa dijumpai di mana saja di Grobogan.

#7 Bajingan

Saya nggak sedang misuh-misuh lho, ya. Tapi saya mau mengajak kalian kenalan dengan panganan unik dari Temanggung yang satu ini.

Bajingan adalah kuliner yang berbahan dasar singkong. Singkong dipotong kecil-kecil dan direbus bersama gula merah dan santan kental. Perpaduan ketiga bahan tadi membuat bajingan mempunyai cita rasa manis dan gurih.

Nah, itulah tujuh makanan khas Jawa Tengah yang punya nama membagongkan. Mana nih makanan yang pernah bikin kalian kegocek? Atau kalian sempat bertemu makanan lain yang sama membagongkannya?

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Kuliner Paling Nggak Masuk Akal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2022 oleh

Tags: jawa tengahmakanan khas
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

30 Juni 2024
5 Tempat Pacaran di Purwokerto kalau Sedang Bokek, Suasana Romantis dan Murah Meriah Mojok.co

5 Tempat Pacaran di Purwokerto kalau Sedang Bokek, Suasana Romantis dan Murah Meriah

19 Mei 2024
Berencana Jalan-jalan ke Semarang Jangan Lupa Siapkan 5 Hal Berikut Ini Terminal Mojok

Berencana Wisata ke Semarang? Jangan Lupa Siapkan 5 Hal Berikut Ini

16 Juli 2022
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

5 Fakta Kebumen yang Jarang Diketahui Orang, Membuat Kabupaten Ini Terus Berada di Bawah Stigma Daerah Tertinggal

19 November 2025
culture shock si inyong arek kota surabaya terminal mojok

Ekspektasi Tak Sesuai Kenyataan, Tetap Bangga Bilang Inyong Arek Suroboyo

17 April 2021
Kedu, Kecamatan Paling Strategis di Kabupaten Temanggung dan Jadi Tempat Tinggal Terbaik

Kedu, Kecamatan Paling Strategis di Kabupaten Temanggung dan Jadi Tempat Tinggal Terbaik

8 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.