Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
30 November 2025
A A
7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya merupakan Kota Pahlawan dengan julukan yang bikin dada langsung membusung sendiri setiap kali disebut. Tapi di balik image kerennya sebagai kota heroik, Surabaya punya segudang fakta yang bikin kota-kota lain cuma bisa melongo sambil bilang, “Kok bisa, sih?”

Sebagai orang yang pernah singgah sebentar di kota ini, saya merasa ada aura spesial yang nggak dimiliki kota lain di sini. Dan memang benar, inilah fakta Surabaya yang bikin warga kota lain iri setengah mati.

#1 Surabaya punya kebun binatang tertua di Asia Tenggara yang masih beroperasi sampai sekarang

Kebun Binatang Surabaya sudah berdiri sejak 1916. Itu artinya, KBS sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Sementara kota lain masih sibuk bikin taman kota biasa yang isinya cuma ayunan sama perosotan, Surabaya sudah punya kebun binatang yang jadi destinasi favorit bocah-bocah Jawa Timur sejak zaman penjajahan.

Bayangin, kakek buyut kamu dulu jalan-jalan ke KBS naik dokar. Sekarang cucu buyutnya masih bisa ke sana naik ojol. Meski sempat kontroversial karena manajemen yang amburadul, KBS tetep eksis dan jadi bagian dari memori kolektif warga Surabaya.

Mau ngaku-ngaku kota modern dengan mall terbanyak? Silakan. Tapi punya kebun binatang tertua se-Asia Tenggara yang masih eksis? Cuma Surabaya.

#2 Pertempuran paling epik dalam sejarah Indonesia terjadi di sini

10 November 1945 merupakan tanggal yang bahkan anak SD hafal di luar kepala. Pertempuran Surabaya bukan sekadar perang biasa, ini adalah simbol perlawanan rakyat Indonesia yang nggak mau kalah sama penjajah. Arek-arek Suroboyo turun ke jalan dengan bambu runcing, melawan tentara Inggris yang bersenjata lengkap dengan tank, pesawat tempur, dan kapal perang.

Hasilnya? Kita kalah secara militer, tapi menang secara mental. Dan dunia langsung respect. Bahkan Inggris sendiri mengakui kalau pertempuran di Surabaya adalah salah satu yang paling sengit yang mereka hadapi. Makanya tanggal itu menjadi Hari Pahlawan Nasional.

Coba tanya kota lain, pernah nggak bikin satu hari libur nasional gara-gara keberanian warganya? Nggak ada, kan? Paling mentok cuma jadi nama jalan atau nama kampus. Surabaya? Punya hari libur nasional khusus.

Baca Juga:

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Jalan Mayjen Jonosewojo Surabaya Kawasan Elite, Kualitas Jalan Sulit: Daerah Mahal kok Aspalnya Rusak!

#3 Kuliner dengan level fanatisme yang nggak masuk akal

Orang Surabaya bisa debat berjam-jam soal rujak cingur paling enak di mana. Bisa berantem gara-gara beda pendapat soal rawon mana yang paling jos. Dan jangan coba-coba bilang lontong balap di tempat A lebih enak dari tempat B di depan orang Surabaya, kecuali kamu siap dikasih kuliah 2 jam tentang perbedaan bumbu, tekstur lontong, dan filosofi lentho yang benar.

Setiap warung makan di Surabaya punya basis fans masing-masing. Ada yang fanatik sama Rawon Setan meski harus antre sejam. Ada yang rela nyebrang kota cuma buat beli tahu tek di tempat langganan. Ini bukan cuma soal makanan. Ini soal loyalitas. Dan level fanatisme kuliner kayak gini cuma ada di Surabaya.

#4 Surabaya punya monumen Kapal Selam yang bisa dimasuki pengunjung

Kota mana yang punya kapal selam asli dijadiin museum dan bisa dimasukin sama pengunjung? Cuma Surabaya. Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 ini bukan cuma pajangan. Kamu bisa masuk, eksplor ruang komando, ruang torpedo, sampai ruang tidur awak kapal yang sempit banget. Kamu bisa merasakan susahnya hidup di bawah laut selama berminggu-minggu.

Sementara itu kota lain cuma punya patung kuda atau air mancur di alun-alun yang paling banter cuma bisa difoto. Surabaya sudah punya kapal selam beneran yang udah mengabdi buat negara dari tahun 1962 sampai 1990.

Ini bukan sekadar museum. Ini adalah pengingat bahwa Surabaya adalah kota maritim, kota pelabuhan, kota yang punya sejarah panjang dengan laut.

#5 Surabaya punya suporter paling fanatik se-Indonesia (dan mungkin se-Asia)

Bonek, dua suku kata yang bikin lawan langsung deg-degan. Suporter Persebaya ini legendaris bukan karena jumlahnya yang banyak, tapi karena loyalitas dan kegilaannya yang luar biasa. Rela jalan kaki ratusan kilometer cuma buat nonton Persebaya main. Rela tidur di stasiun, tepi jalan, bahkan di emperan toko, demi mendukung tim kesayangan.

Ada yang jual motor buat beli tiket. Ada yang bolos kerja demi nonton tim kesayangannya bertanding. Yang paling gila, Bonek tetep setia meski Persebaya degradasi, meski kalah telak, meski manajemen klubnya berantakan. Ini bukan cuma soal sepak bola. Ini soal identitas kultural yang udah mengakar.

Kota lain punya suporter? Iya. Tapi punya suporter yang bikin lagu-lagu support sampai puluhan dan jadi soundtrack kehidupan sehari-hari warga kota? Yang solidaritasnya sampai membantu korban bencana atas nama suporter? Yang namanya dijadiin istilah untuk menyebut orang berani dan nekat? Cuma Surabaya.

#6 Dialek yang bikin siapa pun langsung kelihatan asalnya

“Jancok” adalah bahasa universal Surabaya yang bisa berarti marah, heran, senang, sedih, atau cuma buat nyapa temen. Dialek Surabaya itu tegas, to the point, dan bikin kamu kedengeran lebih percaya diri meski lagi ngomong hal paling receh sekalipun.

Intonasi Surabaya itu unik. Ada nada naik di akhir kalimat yang bikin semua pernyataan kedengeran kayak pertanyaan. “Ayo mangkat, wes!” kedengerannya beda banget kalau diucapin orang Surabaya dibanding orang dari kota lain yang coba-coba ngomong bahasa Surabaya.

Orang dari kota lain bisa belajar bahasa Surabaya bertahun-tahun, tapi tetep aja keliatan kayak turis yang baca Google Translate. Karena dialek arek Suroboyo bukan cuma soal kata-kata, tapi soal attitude. Dan attitude arek Suroboyo yang blak-blakan, apa adanya, tapi tetep solid? Nggak bisa dipalsukan.

#7 Jembatan Suramadu yang jadi kebanggaan nasional

Jembatan terpanjang di Indonesia ini menghubungkan Surabaya dengan Madura sepanjang 5,4 kilometer. Bayangin, dulu orang harus naik kapal berjam-jam buat ke Madura, tergantung cuaca, sering delay, bahkan kadang berbahaya. Sekarang? 15 menit doang.

Jembatan ini diresmikan tahun 2009 setelah konstruksi bertahun-tahun yang penuh drama. Sempat jadi kontroversi dan dibilang pemborosan, tapi sekarang jadi ikon. Jembatan ini jadi bukti kalau Indonesia bisa bikin infrastruktur kelas dunia. Dan Surabaya jadi gerbangnya.

Itulah fakta menarik mengenai Surabaya yang bikin kota lain gigit jari. Buat arek-arek Suroboyo, tetap rendah hati, tapi jangan lupa bangga. Soalnya kota kalian memang layak dibanggakan.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Surabaya Timur Lebih Cocok Jadi Pusat Kota Surabaya ketimbang Surabaya Pusat Itu Sendiri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2025 oleh

Tags: Bahasa Surabayabonekjembatan suramaduKebun Binatang SurabayaKota Surabayakuliner surabayaSurabaya
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Hal-hal Menjengkelkan yang Ada di Jalan Tunjungan Surabaya

Hal-hal Menjengkelkan yang Ada di Jalan Tunjungan Surabaya

5 Oktober 2024
Bulak Banteng Krisis Identitas, Terlalu Madura untuk Disebut Surabaya Mojok.co

Bulak Banteng Krisis Identitas, Terlalu Madura untuk Disebut Surabaya

8 Agustus 2024
Nasi Goreng di Surabaya Salah Konsep Sejak Awal karena Pakai Topping Irisan Telur Rebus

Nasi Goreng di Surabaya Salah Konsep Sejak Awal karena Pakai Topping Irisan Telur Rebus

11 September 2025
Grand Heaven Surabaya, 'Hotel Jenazah' dengan Fasilitas Mewah Terminal Mojok

Grand Heaven Surabaya, ‘Hotel Jenazah’ dengan Fasilitas Mewah

27 Juni 2022
Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

11 Februari 2024
Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

Rindangnya Pepohonan Kawasan SIER Surabaya Memang Memanjakan Mata, tapi Bikin Hidung Tersiksa

7 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja
  • Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan
  • Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana
  • Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan
  • Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik
  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.