6 Tokoh Paling Menyebalkan dalam Web Series Keluarga Beti – Terminal Mojok

6 Tokoh Paling Menyebalkan dalam Web Series Keluarga Beti

Artikel

Aditya Mahyudi

Siapa yang tidak kenal sama Arif Muhammad? YouTuber milenial asal Kota Binjai, Sumatera Utara ini suka membuat konten video bergenre drama yang dilengkapi bumbu komedi anti garing dan terdapat pesan moral di dalamnya. Peraih Diamond Play Button ini mulai dikenal luas ketika memerankan Mak Beti, seorang ibu rumah tangga berpakaian daster yang suka bertingkah cerewet dan alergi sama ketidakdisiplinan.

Terinspirasi dari Mak Beti, Arif juga turut mengembangkan konten web series Keluarga Beti yang berkisah tentang kehidupan keluarga Mak Beti dan kawan-kawan dalam menghadapi suatu permasalahan rumit. Lebih hebatnya lagi, Arif berani tampil beda dengan memerankan berbagai macam tokoh manapun tanpa ketergantungan pada pemain pengganti. Oleh karena itu, Arif Muhammad sangat layak dinobatkan sebagai YouTuber spesialis peran seribu wajah.

Kehadiran tokoh paling menyebalkan dalam web series Keluarga Beti sering menguras emosi para penonton atas tingkah lakunya. Mereka lebih banyak meluangkan waktu untuk mencari kesalahan orang lain tanpa menunjukkan bukti autentik ataupun nekat bertindak kriminal. Berbagai aksi kejahatan mereka mampu dibalas lewat hukum karma yang ujung-ujungnya minta maaf. Jadi bisa dibilang keberadaan mereka adalah elemen penting yang tak akan terpisahkan pada web series Keluarga Beti.

Mau tahu siapa saja deretan tokoh menyebalkan di Keluarga Beti? Mari simak penjelasannya berikut ini dari berbagai sumber.

Endang

Ibu rumah tangga berhijab ini seringkali bergibah dan nyinyir sebagai senjata andalannya. Melalui komentar mulutnya yang serba pedas, dia berani memfitnah kelakuan semua tetangganya termasuk Mak Beti agar dibanjiri pujian setinggi langit. Selain jago dalam urusan berbohong, dia terkadang memamerkan perhiasan merek internasional harga mahal untuk memperkokoh status kekayaannya. Maka dari itu, kehadiran Endang dalam web series Keluarga Beti sangat dibenci oleh penonton akibat perbuatan buruknya tanpa merasa takut dosa.

Dalam salah satu episode Keluarga Beti, Endang ikut merasakan serangan “senjata makan tuan” terkait kejadian penggelapan uang arisan. Imbasnya, para warga nekat mengusirnya dari kampung Mak Beti sambil mengucapkan kata sumpah serapah. Lebih tragis lagi, berbagai perhiasan milik Mak Beti sudah raib diambil pencuri di gedung kosong serta Ipad kesayangannya telah menyisakan bekas injakan Sri. Untungnya, masa penderitaan Endang akhirnya terobati oleh Stella yang siap mengantarnya pulang ke rumah sekaligus membuka lembaran baru.

Wak Keling

Wanita berperawakan ala orang Indonesia Timur dan berambut keriting adalah pemilik kedai yang terkenal dengan gaya bicara serak-serak basah dan mata melotot. Dia selalu bersikap galak kepada para pembeli yang rata-rata membeli barang kedai Wak Keling melalui modus utang alias berani membayar uang secukupnya di luar harga pasar. Saking kesalnya, dia nekat mencetuskan slogan “Hari Ini Bayar Besok Utang” supaya para pembelinya dibiasakan melunasi barang tepat waktu daripada kabur dari tanggung jawab. Selain menguntungkan hasil penjualannya, Wak Keling berharap para pembeli semakin rajin berkunjung ke kedainya sembari diiringi senyuman. Kalau ada yang berani melanggar peraturannya dalam hal sekecil apapun, Wak Keling akan melempar benda di sekitarnya sebagai bentuk efek jera.

Tidak selamanya nasib Wak Keling berakhir manis, kedainya pernah dibakar oleh Endang dan kawan-kawannya akibat dituduh mencuri uang arisan. Setelah mengalami kejadian mengenaskan, Wak Keling memutuskan berjualan dagangannya dengan mengendarai sepeda onthel. Dia rela keliling dari rumah ke rumah hanya untuk memenuhi kebutuhan biaya hidupnya sekaligus mencari sesuap nasi. Namun, usaha dadakannya tersebut hanya berlangsung sementara karena kedainya dibuka kembali dengan sedikit renovasi pada dindingnya. Berkat uluran tangan para warga Kampung Beti, Wak Keling mulai berteriak kegirangan sambil meneteskan air mata atas pembukaan kedai barunya.

Duo preman kampung Mak Beti

Mereka yang kerap kali akrab disapa duo Boy lebih dikenal dengan ciri khasnya yaitu memakai kupluk, gaya bicara cempreng, serta berpenampilan ala penjaga pos ronda. Mereka terbiasa nongkrong di sekitar tepi hutan untuk menjalankan misi rahasianya yaitu mencuri barang berharga tanpa ampun. Target yang mereka incar sesungguhnya adalah kalung emas berkilauan milik Endang. Dengan bermodalkan pisau belati, mereka tak segan-segan mengejar calon korbannya sampai menyerahkan barang berharganya secara paksa.

Belum sempat menikmati hasil penjarahannya, aksi kejahatan mereka rupanya berhasil digagalkan oleh Merlin dengan cara mengeluarkan jurus tamparan keras. Berada dalam situasi tertekan, mereka terpaksa mengakui kesalahannya lalu pergi begitu saja tanpa sempat mengucapkan sepatah kata maaf sama korbannya. Sejak mendapat siraman rohani dari Merlin, duo preman kampung Mak Beti lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gaple dan minum segelas tuak.

Fakta menariknya, mereka turut berpartisipasi pada acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75 di mana mereka ikut kebagian memasang replika bendera Indonesia di suatu komplek perumahan.

Stella

Anak kesayangan Endang berambut pirang terkenal akan kecantikannya yang memesona bak artis Hollywood. Wanita berpakaian ketat tersebut menjadi pujaan hati semua orang yang sangat tergila-gila padanya hingga jantung berdetak kencang. Joshua salah satu sahabat Beti justru kepincut sama paras rupawan Stella sehingga dia rela mengajaknya jalan-jalan sore ke tempat romantis. Secara pasti, Stella jauh lebih membanggakan penampilan fisiknya ketimbang memprioritaskan etika sopan santun yang sudah diajarkan oleh ibunya sejak kecil.

Di samping itu, Stella ternyata bersikap sombong apabila ketemu sama orang miskin. Aksinya dalam meremehkan latar belakang keluarga Merlin di hadapan Merlin sendiri menjadi momen paling ditunggu-tunggu penonton terutama pada adegan adu mulut yang berpihak pada kemenangan bagi Stella. Strategi kebohongan ala Stella ini sejatinya berjalan ampuh tetapi harus dibayar lunas dengan hadiah ditahan di penjara sebagai ganjaran setimpal.

Joshua

Berasal dari kalangan keluarga kaya bergelimang harta korupsi, sahabat karib Beti ini identik sama penampilannya yang keren ala anak gaul. Kebiasaan memakai topi terbalik dan mengenakan celana pendek sebatas lutut adalah outfit kebanggaan Joshua selama pergi kemanapun. Di balik gaya trendinya, dia terkadang membagikan barang-barang mewahnya berupa peralatan elektronik kepada para sahabatnya sebagai tanda setia kawan. Sifat dermawan Joshua seakan menandakan bahwa dia adalah karakter Keluarga Beti paling disanjung.

Banyak yang belum tahu, Joshua diam-diam melakukan aksi kecurangan melalui cara halus. Aksi iseng Joshua mulai terjadi ketika ada pembagian raport di sekolahnya. Biar menutupi sifat kebodohannya, dia sengaja menyogok pihak sekolah agar namanya tetap tercantum dalam daftar tiga besar rangking SMP Negeri Di Atas Awan. Hasilnya adalah Joshua langsung masuk peringkat dua di bawah Merlin. Lebih parahnya lagi, Joshua rela menyingkirkan sahabatnya Beti supaya dia berpeluang naik kelas tanpa harus bersusah payah belajar semua mata pelajaran. Perbuatan Joshua ini seolah mencerminkan kondisi pendidikan di negeri ini yang cenderung disusupi jalur orang dalam tanpa disadari.

Hukuman pada Joshua mulai menimpanya saat berkostum Joker. Hal ini berawal ketika Joshua dituding menertawakan penderitaan Mak Beti padahal dia sedang menirukan gaya ketawa Joker sambil jungkir balik. Namun karena terjadi kesalahpahaman belaka, Joshua menjadi sasaran kemarahan Mak Beti hingga kostum Jokernya kelihatan lusuh.

Martha

Banyak yang tidak menyangka Martha masuk ke dalam daftar tokoh menyebalkan di Keluarga Beti. Pasalnya sahabat karib Beti berjilbab putih dan memiliki tahi lalat pada wajahnya ini dikenal sangat humoris dan terlihat menggemaskan. Perilaku Martha yang suka berbicara ngawur alias di luar konteks dan bertingkah lebay soal masalah sekecil apa pun seolah-olah bikin kesal sama teman-temannya sendiri termasuk Merlin. Bukan hanya itu, Martha pernah keceplosan memberitahu pada semua orang bahwa neneknya telah meninggal dunia akibat terkena serangan jantung. Faktanya, kondisi nenek Martha justru terlihat sehat wal afiat seperti biasanya. Kebohongan Martha inilah yang menjadi penyebab utama mengapa Martha seringkali menjadi objek bullying.

Dari berbagai macam tokoh yang dimainkan oleh Arif Muhammad, manakah pilihan favoritmu?

BACA JUGA 5 Pelajaran Hidup yang Saya Sadari Setelah Main Gim The Sims dan artikel Aditya Mahyudi lainnya.

Baca Juga:  Malam Minggu Miko, Pelopor Web Series di Indonesia meski Ceritanya Nggak Lucu-lucu Amat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
2


Komentar

Comments are closed.