Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Ngabers hingga Motor Orang Sabar, Inilah Stereotip Beberapa Merek Sepeda Motor di Indonesia

Iqbal AR oleh Iqbal AR
7 Maret 2025
A A
Motor Ngabers hingga Motor Orang Sabar, Inilah Stereotip Beberapa Merek Sepeda Motor di Indonesia Mojok.co

Motor Ngabers hingga Motor Orang Sabar, Inilah Stereotip Beberapa Merek Sepeda Motor di Indonesia (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepakat atau tidak, kendaraan bermotor itu memang tidak bisa lepas dari berbagai stereotip yang melekat. Jika sudah menyatu dengan manusia-manusianya, kendaraan bermotor itu tidak bisa berdiri sendiri. Selama ini kita mungkin tahu beberapa kendaraan yang punya stereotip sendiri. Seperti mobil Pajero dan Fortuner yang kerap dilabeli sebagai mobil arogan, atau mobil Sigra/Calya yang kerap dilabeli sebagai mobil ugal-ugalan.

Beberapa pihak/orang mungkin akan menyanggah stereotip-stereotip yang sudah ada. Mereka—terutama yang terkait—mungkin nggak terima dengan stereotip yang melekat. Ya bebas saja, nggak ada yang memaksa untuk sepakat juga. Namun, selama mereka—yang terkait—masih berperilaku seperti yang distereotipkan, ya sanggahan dan ketidakterimaan itu nggak ada artinya.

Akan tetapi, stereotip yang melekat pada kendaraan bermotor itu tidak hanya ada di dunia permobilan saja. Di dunia permotoran juga ada tempelan-tempelan stereotip terhadap beberapa motor tertentu. Dan sebagaimana di dunia permobilan, stereotip yang melekat pada beberapa merek motor ini berangkat dari untuk apa motor ini digunakan, seperti apa motor ini digambarkan, dan siapa pengguna motor ini.

#1 Honda Revo, motor para sales

Jika bicara merek motor Honda Revo, terutama Absolut Revo, maka kita sudah bisa berasumsi bahwa motor ini adalah motor sales. Seperti stereotipnya, Honda Revo ini adalah motor yang paling banyak digunakan oleh para sales (sales apapun, asalkan mereka naik motor). Setiap sales yang kita jumpai, entah dengan sengaja atau tidak, hampir pasti motornya Honda Revo.

Honda Revo ini irit, tarikannya oke, akselerasinya juga oke, cukup tahan banting pula. Nggak heran jika banyak perusahaan yang menyediakan motor ini untuk para salesnya. Operasionalnya murah. Itu mengapa, nggak heran kalau Honda Revo ini dicap sebagai motor para sales.

#2 Vespa Matic dan Yamaha Aerox, motornya para ngabers

Saya nggak tahu apakah ngabers-ngabers ini masih tren dan eksis sampai sekarang. Tapi yang saya tahu, di manapun para ngabers ini motornya hampir selalu sama: kalau tidak Vespa Matic, ya Yamaha Aerox. Saking banyaknya remaja tanggung ngabers yang naik Vespa Matic atau Yamaha Aerox, kedua merek motor ini dicap sebagai motornya para ngabers. Apalagi kalau kaca spionnya dipindah ke bagian bawah handle stang motor, pasti ngabers itu. Entah apa alasan para ngabers milih kedua motor ini, padahal biasa aja, lho.

 #3 Honda Win 100, vintage tapi masih terlalu “PNS”

Honda Win mungkin bisa dibilang jadi motor lawas yang harganya lagi naik saat ini. Peminat Honda Win lagi banyak-banyaknya. Entah siapa yang menggoreng, tapi harga Honda Win sekarang sudah rata-rata Rp13-15 juta. Padahal dulu Rp7-8 juta sudah dapat. Yah, namanya juga motor lawas, motor vintage, sudah pasti jadi target gorengan harga.

Akan tetapi, terlepas dari tingginya harga dan minat terhadap Honda Win, ada satu cap yang setidaknya buat saya belum bisa lepas dari motor ini. Iya, Honda Win ini memang vintage, keren, tapi masih terlalu “PNS” buat saya. Mungkin karena dulu Honda Win ini jadi motor dinas PNS, jadinya itu melekat banget, terutama di dalam kepala saja. Image pemerintahannya terlalu melekat, hehe.

Baca Juga:

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

#4 Honda Beat, motor sejuta umat yang aman

Kalau boleh disamakan, Honda Beat ini sama seperti mobil Avanza/Xenia. Jumlahnya banyak, peminatnya tidak sedikit, harganya terjangkau, aman pula. Makanya nggak heran kalau ada yang bilang bahwa Honda Beat ini motor sejuta umat. Ya iya, lha wong jumlahnya di jalanan lebih banyak dari motor yang lain. 

Honda Beat ini memang pilihan yang paling aman. Motor ini nggak ada yang aneh-aneh, mudah diservis, sparepart-nya mudah dicari pula. Plus, Honda Beat ini aman dan cocok buat semua orang dari berbagai macam kelas sosial, gender, ras, hingga berat badan. Cocok untuk semua.

#5 Suzuki Thunder, motor operasional warung Madura

Sebelum tiga tahun terakhir ini, Suzuki Thunder hanyalah motor biasa. Nggak ada stereotip yang melekat padanya. Namun, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, Suzuki Thunder perlahan punya cap yang melekat, bersamaan dengan naiknya pamor dan jumlah warung Madura di semua kota. Iya, Suzuki Thunder ini merupakan motor operasional warung Madura, motor yang wajib dimiliki oleh pemilik warung Madura.

Ini bukan tanpa alasan. Kapasitas tangki Suzuki Thunder yang bisa sampai 15 liter (bahkan tangkinya bisa dimodif hingga kapasitasnya dua kali lipat) bikin para pemilik warung Madura bisa “kulakan” bensin Pertalite dengan enak. Makanya nggak heran kalau pemilik Warung Madura yang juga jualan Pertalite eceran wajib pakai Suzuki Thunder. Jadilah motor ini punya stereotip sebagai motor operasional Warung Madura.

#6 Semua jenis motor Suzuki, motornya orang sabar

Produknya kalah jauh dengan dua kompetitornya (Honda dan Yamaha), tempat servis resminya nggak banyak, sparepart-nya agak susah dicari, harga sparepart-nya lebih mahal pula. Itulah motor pabrikan Suzuki, itulah nasib dan kenyataan dari semua motor pabrikan Suzuki. Ini fakta sekaligus kritik kepada Suzuki dari saya yang merupakan pengendara Suzuki.

Bicara Suzuki itu bicara kekalahan dan kesabaran. Kekalahan untuk Suzuki sendiri, sebab mereka nggak mampu bersaing dengan Honda dan Yamaha. Kesabaran untuk pengendara semua motor Suzuki, karena harus dihadapkan dengan minimnya tempat servis resmi, susahnya cari sparepart, serta mahalnya harga sparepart. Kebayang, kan, betapa kasihannya pengendara Suzuki? Makanya ada stereotip bahwa Suzuki itu motornya orang sabar. Punya motor Suzuki itu pokoknya harus sabar, lah.

Itulah setidaknya stereotip-stereotip yang melekat pada beberapa merek motor. Namanya juga stereotip, nggak sepenuhnya benar, juga nggak sepenuhnya salah. Kalian bisa saja sepakat, tapi bisa juga menyanggah. Bebas.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alasan Honda Brio Bisa Dapat Julukan Mobil Jamet

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2025 oleh

Tags: merek motorMotorsepeda motor
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Gojek dan Grab Please, Kasih Fitur Pilihan Tipe Motor buat Penumpang Terminal Mojok

Surat Terbuka untuk Gojek dan Grab: Please, Kasih Fitur Pilih Motor buat Penumpang

10 Oktober 2022
Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

17 Juli 2024
Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan terminal mojok

Perhatikan Hal-hal Berikut Saat Jadi Tutor Belajar Kendaraan

18 Juli 2021
5 Hal yang Harus Diperhatikan Orang yang Awam Dunia Otomotif sebelum Beli Motor Bekas  Mojok.co

5 Hal yang Harus Diperhatikan Orang yang Awam Dunia Otomotif sebelum Beli Motor Bekas 

17 Agustus 2024
3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan Mojok.co

3 Alasan Motor Matic Lebih Populer di Kalangan Perempuan

10 April 2024
FBS Unesa: Surganya para Maling Motor

FBS Unesa: Surganya para Maling Motor

1 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Pantai Padang Adalah Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar Mojok.co

Pantai Padang Tempat Wisata yang Sempurna di Kota Padang Seandainya Nggak Ada Parkir Liar

8 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.