Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati oleh Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati
24 Januari 2026
A A
6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi (Unsplash)

6 Sisi Gelap Jurusan Psikologi yang Tidak Masuk Brosur Promosi (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak semua orang masuk Jurusan Psikologi karena penasaran pada teori. Banyak yang datang karena ingin memahami luka, mencari jawaban, atau berharap menemukan versi diri yang lebih utuh. 

Di awal, jurusan ini terasa aman. Kata “Psikologi” terdengar hangat, manusiawi, dan penuh empati. Seolah-olah di sinilah tempat orang-orang yang ingin mengerti hidup. 

Namun, semakin lama menjalaninya, saya semakin merasa Jurusan Psikologi bukan sekadar jurusan. Ia, pelan-pelan, menjadi cermin yang memantulkan hal-hal yang tidak selalu siap kita lihat.

Baca juga Psikologi Bukan Ilmu Dukun, Jangan Seenaknya Minta Dibaca-baca

#1 Harapan bertabrakan dengan kenyataan akademik

Di semester awal, Jurusan Psikologi masih terasa ramah. Tapi setelah itu, realita mulai menekan. Teori demi teori datang tanpa jeda. Statistik, metodologi penelitian, dan laporan ilmiah menggeser bayangan tentang “belajar memahami manusia”.

Di sini muncul rasa asing. Psikologi tidak lagi terasa dekat dengan kehidupan. Ia berubah menjadi tumpukan konsep, di mana kita harus memahaminya secara objektif.

Perasaan tidak cukup pintar, tidak cukup cepat, dan tidak cukup layak mulai muncul. Banyak mahasiswa bertahan bukan karena yakin, tapi karena sudah terlanjur masuk.

#2 Di Jurusan Psikologi, menjadi dekat dengan gangguan mental, tapi jauh dari diri sendiri

Belajar tentang depresi, kecemasan, trauma, dan kepribadian membuat jarak antara teori dan realita menjadi sangat tipis. Ada momen ketika materi kuliah terasa seperti membaca ulang hidup sendiri. Gejala-gejala terasa familiar, contoh kasus terlalu dekat, dan istilah-istilah ilmiah mulai menempel di kepala.

Baca Juga:

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

Masalahnya, tidak semua orang siap menghadapi refleksi itu. Jurusan Psikologi membuka pintu ke ruang batin yang selama ini terkunci, tapi tidak selalu menyediakan kunci untuk menutupnya kembali. Banyak mahasiswa berjalan dengan pikiran penuh, tapi tidak tahu harus meletakkannya di mana.

#3 Ada tekanan untuk selalu tampak baik-baik saja di Jurusan Psikologi

Mahasiswa Jurusan Psikologi jarang mendapatkan ruang untuk terlihat hancur. Ada ekspektasi diam-diam bahwa mereka harus lebih dewasa, stabil, dan mengerti. Ketika lelah, banyak yang menuntut mereka untuk selalu “tahu cara mengelola emosi”. Ketika rapuh, mereka merasa gagal pada ilmunya sendiri.

Akhirnya, banyak yang memilih diam. Menyimpan semuanya sendiri dalam hati. Banyak dari kami menganggap ini pilihan terbaik. Karena mengaku “tidak baik-baik saja” terasa seperti pengkhianatan terhadap jurusan yang kami pilih.

#4 Ilmu yang membuat dunia terasa lebih berat

Jurusan Psikologi mengajarkan bahwa hampir semua perilaku punya sebab. Tidak ada yang benar-benar sederhana. Semakin paham, semakin sulit melihat hidup dengan cara yang polos. Emosi tidak lagi spontan, reaksi selalu dianalisis, dan hubungan sosial dipenuhi pertimbangan.

Di satu titik, memahami terlalu banyak justru membuat seseorang kehilangan rasa. Dunia terasa kompleks, manusia terasa rapuh, dan hidup tidak lagi hitam-putih. Ini bukan pencerahan bagi semua orang. Bagi sebagian mahasiswa, ini adalah beban.

#5 Ketakutan akan masa depan yang tidak jelas

Semakin mendekati akhir masa kuliah, bayangan tentang masa depan justru semakin kabur. Menjadi psikolog itu tidak semudah bayangan, sementara jalur lain terasa samar. Gelar dari Jurusan Psikologi tidak selalu memberi pegangan yang jelas.

Ketakutan ini sering datang diam-diam, di sela tugas dan deadline. Takut salah memilih jurusan. Takut tidak cukup kompeten. Bahkan, takut hidup berjalan tanpa arah. Brosur promosi tidak pernah membicarakan bagian ini.

Baca juga 8 Macam Derita Anak Psikologi

#6 Luka yang tidak sembuh dengan belajar teori di Jurusan Psikologi

Ada kesadaran pahit yang akhirnya muncul: mempelajari Psikologi tidak otomatis menyembuhkan luka. Teori tidak selalu menenangkan. Pengetahuan tidak selalu membuat lega. 

Kadang, semua itu justru membuat luka terasa lebih nyata karena akhirnya ia punya nama. Di titik ini, mahasiswa Jurusan Psikologi belajar bahwa tidak semua hal bisa dijelaskan, dan tidak semua yang dijelaskan bisa diterima dengan mudah.

Itulah, 6 sisi gelap Jurusan Psikologi yang tidak ada di brosur promosi. Sisi gelap jurusan ini bukan tentang jurusannya yang salah, tapi tentang keberanian menghadapi diri sendiri. Psikologi memaksa seseorang duduk lebih lama dengan pikirannya, menatap lebih dalam ke luka, dan menerima bahwa tidak semua hal bisa diperbaiki dengan cepat.

Mungkin itulah pelajaran paling sunyi dari Jurusan Psikologi. Bahwa memahami manusia berarti siap berhadapan dengan kegelapan. Termasuk, yang ada di dalam diri sendiri. Dan tidak semua orang siap untuk itu.

Penulis: Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jangan Ambil Jurusan Psikologi kalau Belum Siap Menghadapi Realitas Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2026 oleh

Tags: depresijurusan kuliahjurusan psikologipsikiaterpsikologPsikologistres
Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

Fransisca Tiara Dwi Sherlitawati

ArtikelTerkait

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Warga Jakarta? Mojok.co

Perjalanan ke Kantor Lebih dari 60 Menit Meningkatkan Risiko Kena Depresi. Apa Kabar Pekerja Jakarta?

22 Desember 2023
Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan Mojok.co

Nggak Semua Orang Cocok Kuliah di Jurusan Rekam Medis, Kuliahnya Kaku dan Sering Dianaktirikan

4 Juni 2024
Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan (Unsplash)

Jurusan Teknik Sipil Tidak Cocok untuk Perempuan

20 Agustus 2023
Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

Hei yang Mau CPNS, Saya Kasih Tahu Ya, Kalian Nggak Perlu Belajar Buat Ngerjain Psikotes!

20 Desember 2019
Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Jurusan Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan  Mojok.co

Jurusan Filsafat di Mata Mahasiswa Sosiologi: Bikin Iri dan Ingin Pindah Jurusan 

22 April 2024
Ketika Tidak Kuat Lagi, Biarkan Psikolog Hadir dan Mendengarkan

Ketika Tidak Kuat Lagi, Biarkan Psikolog Hadir

16 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka Mojok.co

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

3 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026
Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

Bantu yang Bawah, tapi Jangan Ganggu yang Atas

8 Maret 2026
Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Ceritanya Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang Mojok.co

Cerita Upin dan Ipin “Sahabat Baik Abah” Paling Menyayat Hati Dibanding Semua Episode Sedih yang Pernah Tayang

6 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan
  • Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja
  • Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”
  • “Dosa Kecil” Pemicu Masalah Keuangan tapi Kerap Dilakukan, Bikin Uang atau Gaji Berapa pun Terasa Kurang
  • Mudik Lebaran Jadi Ajang Sepupu Minta Kerjaan, tapi Sadar Tak Semua Orang Layak Ditolong
  • Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.