Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya

Tiara Uci oleh Tiara Uci
10 Maret 2022
A A
6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya Terminal Mojok.co

6 Kebiasaan Buruk Pengendara Mobil di Surabaya (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain memiliki jalan yang lebar dan nggak rata, Surabaya juga memiliki pengguna jalan yang tingkahnya aneh-aneh. Saking anehnya, kadang sampai sulit diceritakan dengan kata-kata. Contohnya, di Surabaya itu masih ada pengendara mobil yang mengemudi pelan-pelan di jalur sebelah kanan. Ini adalah tingkah pengendara selow yang menjengkelkan sekaligus merepotkan pengendara lain.

Di kota sebesar Surabaya yang mencari informasi semudah membuka smartphone dan searching di Google, kita juga masih bisa menemukan pengendara mobil yang nggak tahu “aturan jalan”. Bahwa garis ganda berwarna putih lurus yang ada di aspal jalan raya itu artinya dilarang mendahului. Oleh karena itu, saat berkendara di Surabaya, kita masih sering melihat pengendara mobil yang nyalip sembarangan tanpa melihat marka jalan. Suram.

Kendaraan yang padat (Shutterstock.com)

Selain dua kebiasaan di atas, masih ada beberapa kebiasaan pengendara mobil di Surabaya yang menurut saya buruk dan sebaiknya segera dihentikan. Ini penting, demi terciptanya ketertiban di jalan raya Kota Pahlawan. Apa sajakah itu? Gaskan, kita bahas satu per satu.

#1 Nggak mengerti fungsi Yellow Box Junction (YBJ)

Yellow Box Junction atau YBJ adalah marka jalan yang bentuknya persegi berwarna kuning dan berada di persimpangan jalan. Fungsinya untuk mencegah agar lalu lintas di persimpangan jalan nggak terkunci saat kepadatan terjadi. Aturannya, meskipun lampu lalu lintasnya berwarna hijau, selama masih ada mobil lain di dalam kotak kuning tersebut, pengguna jalan lainnya harus berhenti.

Masalahnya, saya sering banget saat berhenti di perempatan YBJ malah diklaksonin pengendara mobil yang posisinya di belakang saya. Mereka meminta saya untuk jalan. Padahal, jelas-jelas masih ada mobil lain di dalam kotak kuning. Hadeh, saya pusing banget pas kondisi begini. Soalnya, mau jalan kok salah, sementara kalau nggak jalan bakal diklakson pengendara lain. Ini jadi terlihat seolah-olah saya yang nggak paham marka jalan. Terus aku kudu piye, Rek?

Tolong, ya, kalau masih ada yang belum paham YBJ, silakan membaca Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di Pasal 287 ayat 2 juncto Pasal 106 ayat 4 huruf a, b, di situ ada aturan tentang YBJ.

Marka YBJ ini memang jarang ditemui di jalanan daerah. Akan tetapi, di kota besar seperti Surabaya, marka YBJ ini ada banyak. Sependek ingatan saya, YBJ ada di persimpangan Kertajaya-Dharmawangsa-Pucang Anom, lalu ada di Urip Sumoharjo, Darmo-Pandegiling, Diponegoro-Dr Sutomo, dan beberapa simpang jalan lain yang ramai. Jadi, mau kalian pengendara mobil dari daerah atau asli Surabaya, YBJ itu ada fungsinya dan nggak boleh diterabas begitu saja.

#2 Belok dari jalur tengah

Ini sering banget saya lihat di jalanan Surabaya. Ada pengendara mobil yang belok, tapi malah dari jalur tengah. Misalnya, dia mau belok kanan. Bukannya ambil jalur kanan dulu, eh dia beloknya dari jalur tengah.

Baca Juga:

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jika mau bukti, silakan berkendara di depan Maspion Square dan amati yang mau belok ke Jalan Ahmad Yani. Pasti kalian akan sering melihat pengendara yang ambil jalur tengah, tapi belok kanan.

Nggak kalah seringnya, ada juga pengendara mobil yang masih suka mendahului atau nyalip ketika di tikungan. Lah mbok kiro ini balapan MotoGp? Ini tuh jalan raya, nyalip seperti itu berisiko nabrak pengendara lain. Tolong lah, Rek, jangan dipertontonkan kalau SIM-nya dapat dari hasil nembak di negara Wakanda.

#3 Menghidupkan hazard saat hujan

Kalian pasti pernah melihat pengendara mobil yang menyalakan hazard saat hujan? Atau pengendara mobil yang menyalakan hazard saat mobilnya ambil jalan lurus di perempatan. Di Surabaya masih banyak banget yang seperti ini. Atau jangan-jangan, kalian salah satu yang masuk dalam golongan ini? Jika iya, segeralah bertaubat dan menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Menyalakan lampu hazard saat hujan (Shutterstock.com)

Nyalain hazard saat hujan justru membuat pengendara lain bingung karena nggak bisa membaca arah mobil kalian: mau ke kiri atau ke kanan? Hal seperti ini justru berisiko menimbulkan kecelakaan. Ketika hujan, kita sebaiknya nyalakan lampu saja. Kalau hujannya lebat, kan bisa ditambah dengan fog lamp.

Jika menyalakan lampu hazard saat hujan saja keliru, apalagi nyalain lampu hazard saat di perempatan ataupun saat konvoi. Kombo kelirunya, Gaes.

#4 Parkir sembarangan di jalan

Sebenarnya, tidak masalah punya mobil banyak, asalkan punya tempat parkir. Di Surabaya, konsepnya terbalik, nggak punya tempat parkir nggak masalah asalkan punya mobil. Hasilnya, banyak sekali orang parkir mobil sembarangan di bahu jalan. Sikap seperti ini tuh menjengkelkan banget, loh. Pasalnya, ini menggangu pengendara lain yang hendak melewati jalan tersebut, apalagi kalau jalannya sempit. Ntar giliran mobilnya di serempet, marah. Loh, yak opo, seh?

Saran saya, kalau belum bisa bayar tempat parkir mobil atau nggak punya tempat parkir mobil sendiri, lebih baik naik angkutan umum dulu daripada nyusahin orang lain.

#5 Menggunakan bahu jalan tol untuk mendahului

Jika sedang berkendara di tol Waru-Surabaya yang terkenal sebagai salah satu tol paling rumit di Indonesia, saya sering melihat mobil berkecepatan tinggi yang melintas di bahu jalan tol. Biasanya, bahu jalan tol itu mereka digunakan juga untuk nyalip (mendahului). Sungguh, ini keliru banget, sih.

Gerbang Tol Warugunung (Shutterstock.com)

Bahu jalan tol harusnya digunakan untuk mobil yang mengalami keadaan darurat dan butuh menepi. Lagipula bahu jalan tol kan licin, ada kerikilnya dan banyak debu. Kalau digunakan untuk nyalip, risikonya bisa tergelincir atau selip. Selain itu, berkendara dalam kecepatan tinggi di bahu jalan berisiko tinggi menabrak mobil yang sedang berhenti.

Prinsipnya, kalau kalian sedang buru-buru, pengin cepat sampai, nggak usah kebut-kebutan di jalan tol. Kalian terbang saja atau nebeng awan kintonnya Son Goku.

#6 Berhenti di pinggir jalan beli makanan

Biasanya, yang sering berhenti di pinggir jalan adalah angkot. Mereka berhenti tentu saja untuk cari penumpang. Namun di Surabaya, ada banyak pengendara mobil yang masih suka berhenti sembarangan di jalan untuk membeli gorengan, es degan, ataupun pentol. Sumpah, hal seperti ini menyebalkan banget karena membuat jalan jadi macet. Lagipula, apa susahnya, sih, mobilnya diparkir yang bener dulu sebelum jajan?

Jika malas turun dari mobil, mbok ya sabar sedikit. Kalau sudah sampai rumah, kalian kan bisa beli jajan lewat online food. Surabaya udah macet, jangan tambah kerumitan itu dengan kelakuan buruk kalian yang suka berhenti sembarangan di jalan.

Itulah kebiasan-kebiasaan buruk pengendara mobil yang masih sering saya lihat di jalanan Surabaya. Jika kalian melakukan hal-hal di atas, tolong segeralah bertaubat sebelum hal-hal buruk terjadi. Oke?

Penulis: Tiara Uci
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: jalan rayamacetpengendara mobilSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya Mojok.co bandung

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya

25 Mei 2025
Pengalaman Pertama Mencoba Bus Trans Jatim Bangkalan-Surabaya, Bikin Saya Kapok dan Mikir Ulang kalau Mau Naik Lagi

Stop Meromantisasi Bus Trans Jatim, Nyatanya Naik Bus Ini Menguji Adrenalin!

9 Juni 2025
Surat Cinta untuk Wali Kota Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata Terminal Mojok

Surat Cinta untuk Wali Kota: Pak, Pembangunan U-Ditch dan Box Culvert Bikin Jalan di Surabaya Malah Rusak dan Nggak Rata

2 November 2022
Taman Apsari Surabaya Jadi Korban Saat Pesta Rakyat karena Ketidakbecusan Pemprov Jatim

Taman Apsari Surabaya Jadi Korban Saat Pesta Rakyat karena Ketidakbecusan Pemprov Jatim

25 Agustus 2025
KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

KA SuPas, Juru Selamat bagi Pelaju Pasuruan-Surabaya seperti Saya

4 Maret 2025
Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

Surabaya Selepas Hujan Tak Lagi Seindah Video Orang-orang, Hanya Tinggal Banjir dan Macet di Jalan

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

19 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.