Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

6 Kebiasaan Buruk Pengendara di Lampu Merah

Abdurrahman Addakhil oleh Abdurrahman Addakhil
2 Februari 2021
A A
6 Kebiasaan Buruk Pengendara di Lampu Merah Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai pengguna jalan, pengendara yang santun tentu menjadi faktor stabilitas lalu lintas, bahkan pencegah angka kecelakaan. Tidak semua orang yang punya lisensi berkendara motor memahami aturan jalan, ya mungkin gara-gara SIM tembakan.

Dalam upaya menertibkan lalu lintas di jalan, sudah tersedia lampu lalu lintas yang mengatur hilir mudik kendaraan. Tapi, sebagian pengendara masih tak mengindahkan fungsi dan tata krama ketika berada di lampu merah. Berikut kebiasaan buruk pengendara yang sering dilakukan, terlihat sepele namun berpotensi menyinggung perasaan orang lain.

#1 Membunyikan klakson ketika lampu baru hijau

Dengan dalih terburu-buru, pengendara sering tak sabaran ketika memasuki antrean perjalanan di lampu merah. Banyak kita jumpai pengendara yang begitu melihat lampu hijau menyala langsung refleks memencet klakson. Sontak, pengendara di depan bisa kaget. Lebih parah lagi kalau pengendara tersebut latah atau bahkan memiliki riwayat sakit jantung.

Tak mau menanggung risiko berlebihan, lebih baik hindari kebiasaan ini daripada membuat kesal orang lain, dan bisa berisiko mencelakakannya.

#2 Melempar uang ke pengemis

Masyarakat Indonesia terkenal pemurah. Dari motivasi bersedekah itu hati akan merasa tertegun ketika melihat orang yang kurang mampu dan membuat kita ingin menolongnya.

Namun, kita harus memperhatikan etika dalam memberi bantuan, khususnya bagi pengendara yang sedang berhenti di lampu merah. Biasanya banyak kita jumpai pengemis yang duduk sambil menengadahkan tangan di pinggir jalan di lampu merah. Berniat membantu mereka sangatlah baik, namun caranya jadi kurang tepat apabila kita melempar uang tersebut.

Dalam kejadian ini, ada dua potensi minimal yang bisa mencelakakan orang dan pemberiannya sisa-sia. Pertama, pengemis itu akan mengejar uang yang tidak jatuh pas di kalengnya, sehingga bisa mengakibatkan dirinya tertabrak pengendara lain. Kedua, uang itu bisa saja masuk ke lubang selokan apabila kita terlalu bersemangat melemparnya. Tentu uangnya tidak sampai ke penerima.

Sah-sah saja memberikan uang ke pengemis dengan cara melempar, tapi pastikan posisi kendaraan Anda tepat berada di sebelah pengemis tersebut, sehingga uang yang Anda sedekahkan tidak jatuh di tempat yang salah.

Baca Juga:

Bukan Malang, Pengendara dengan Refleks Terbaik Itu Ada di Banyuwangi. Tak Hanya Jalanan Berlubang, Truk Tambang pun Dilawan

Perlintasan Kereta Pasar Minggu-Condet Jadi Jalur Neraka Akibat Pengendara Lawan Arah

#3 Mengajak teman berkendara tanpa helm

Baru-baru ini, Dinas Perhubungan melakukan pemantauan untuk meminimalisir angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Kemunculan Area Traffic Control System (ATSC) sebagai inovasi pengendalian lalu lintas jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi.

Yang bikin malu adalah ketika pengendara yang melanggar tersebut berhenti di lampu merah dan ditegur oleh petugas Area Traffic Control System (ATSC) melalui pengeras suara. Apalagi, yang membawa pacar dan disuruh pindah naik angkot. Aduh, mau ditaruh mana muka abang~

Maka, pastikan sebelum mengajak anak orang keluyuran, kita sudah memakai atribut berkendara lengkap. Masak iya ganteng doang, tapi jemput anak orang di pinggir gang.

#4 Memakan area zebra cross pejalan kaki

Sepertinya, kasus ini sering kita jumpai hampir di semua lampu merah. Tapi, ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan. Jangan sampai pengendara motor dan mobil memakan hak pejalan kaki untuk menyeberang, walau cuma moncong kendaraan yang masuk.

Sebagai sesama pengguna jalan umum, pengendara seharusnya menghormati pejalan kaki dengan memberi ruang penyeberangan. Begitu pun sebaliknya, pejalan kaki tidak berjalan di bahu jalan, apalagi membentuk barisan panjang ke samping.

#5 Mobil memasuki ruang henti motor

Selama pandemi Covid-19, banyak pemerintah daerah menambahkan kebijakan berkendara. Misalnya, di lampu merah beberapa kota tersedia ruang henti khusus motor bak deretan pembalap Moto GP.

Mungkin karena ketidaktahuan atau memang kesengajaan, banyak mobil yang tetap nekat memakai ruang henti motor untuk menunggu giliran lampu hijau. Tentu ini termasuk perilaku perebutan hak pengguna jalan lain.

#6 Mengobrol dengan sesama pengendara di jalan

Banyak orang meremehkan kebiasaan buruk terakhir ini, padahal kebiasaan buruk yang satu ini bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan. Gampangnya begini, ketika seseorang sudah asyik ngobrol di jalan, pasti tidak bakal tahu waktu dan tempat. Nah, ngobrol di lampu merah dengan sesama pengendara bisa mengakibatkan kemacetan antrean kendaraan di belakang.

Untuk urusan obrolan bisa ditahan dulu sampai rumah, atau cari tempat sepi, asal jangan melakukan hal-hal aneh.

Berkendara tidak sebatas asal sampai. Kita harus tetap ingat pesan pak polisi, “Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik petugas kepolisian, tetapi milik kita semua agar selamat sampai di tujuan.”

Itulah beberapa kebiasaan buruk pengendara di lampu merah akibat gagal paham aturan, atau sengaja buta aturan. Menyelamatkan diri sendiri dan orang lain dimulai dari kesadaran mematuhi aturan di jalan.

BACA JUGA Jika Pengamen dan Peminta-minta Ada di Perempatan Lampu Merah Wakatobi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: Lampu Merahpengendara
Abdurrahman Addakhil

Abdurrahman Addakhil

Mahasiswa yang berharap menjadi sarjana tepat waktu

ArtikelTerkait

4 Ciri Pengendara Mobil yang Sebenarnya Masih Pemula Terminal Mojok

4 Ciri Pengendara Mobil yang Sebenarnya Masih Pemula

4 Juni 2022
5 Kelakuan Pengendara Indonesia yang Bikin Orang Jepang Geleng-geleng

5 Kelakuan Pengendara Indonesia yang Bikin Orang Jepang Geleng-geleng

5 Agustus 2022
Selain Mamak Racing, Pengendara Sepeda Listrik Wajib untuk Diwaspadai

Selain Mamak Racing, Pengendara Sepeda Listrik Wajib untuk Diwaspadai

17 November 2023
Aturan Tidak Tertulis yang Perlu Diperhatikan di Pom Bensin Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis di Pom Bensin, Perlu Diperhatikan oleh Pengendara yang Nggak Peka

19 September 2024
4 Perilaku Menyebalkan Pengguna Jalan Saat Berhenti di Lampu Merah

4 Perilaku Menyebalkan Pengguna Jalan Saat Berhenti di Lampu Merah

5 September 2024
Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

Plis deh, Pencet Klakson Terus-terusan Nggak Bikin Kemacetan Hilang!

22 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.