Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

6 Alasan Pindah ke Planet Mars Adalah Hal yang Tidak Mungkin

Abdulloh Suyuti oleh Abdulloh Suyuti
23 Februari 2021
A A
pindah ke planet Mars mojok

pindah ke planet Mars mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini banyak beredar wacana kemungkinan pindah ke planet Mars sebagai alternatif hunian jika Bumi sudah tak layak untuk ditinggali. Banyak astronom dari berbagai negara sudah melakukan eksplorasi di Mars terkait potensi untuk dihuni manusia. Sebagian berhasil, sebagian gagal.

Saat ini setidaknya ada puluhan misi dari Amerika, China, Uni Eropa, Arab, dan India yang masih aktif menggali informasi tentang situasi di Mars, baik itu yang mengorbit maupun yang mendarat di permukaan planet.

Saya pribadi berpendapat bahwa manusia tidak cocok pindah ke Planet Mars. Setidaknya pendapat saya ini didukung oleh beberapa alasan berikut.

Pertama, Mars tidak cocok untuk orang religius

Seperti yang diajarkan pada banyak agama, manusia memang diciptakan oleh Tuhan untuk tinggal di Bumi. Berbuat baik kepada sesama saja belum cukup, sebagai hamba kita juga perlu menyembah pada Sang Pencipta. Setiap agama pasti punya tempat yang disucikan dengan sejarah panjang di baliknya, yang diceritakan dalam kitab suci masing-masing.

Kalau dalam Islam, kita perlu sholat menghadap kiblat yang letaknya ada di Bumi. Lah, kalau jadi pindah ke planet Mars, sholatnya menghadap mana? Belum lagi kalau pergi haji, apa iya harus nyebrang planet dulu? Atau mungkin di sana dibuat kiblat baru lagi? Jika demikian, perlu ada nabi baru yang diutus, kitab suci baru, dan mungkin agama baru. Nah kan, ribet.

Kedua, gravitasi yang lebih rendah

Mars diketahui memiliki gaya gravitasi yang lebih rendah dari Bumi. Kalau di film John Carter (2012) yang bercerita tentang seorang manusia Bumi yang tiba-tiba berteleportasi ke Mars, ia mendadak jadi lebih kuat dan bisa melompat sangat tinggi. Tentu ini setelah adaptasi beberapa lama. Itu kalau di film John Carter, tapi kalau kenyataannya efek gravitasi yang rendah malah merugikan gimana?

Diketahui bahwa dampak dari perubahan gravitasi yang lebih rendah akan merubah keseimbangan tubuh. Gejala yang mungkin timbul adalah pusing, mual, kepekaan indra berkurang, serta perubahan fungsi organ. Tapi tenang, gravitasi yang lebih rendah tak selamanya merugikan kok, masih ingat pelajaran IPA di sekolah yang menyatakan gravitasi mempengaruhi berat meski tidak mempengaruhi massa sebuah benda?

Coba diingat-ingat lagi kalau lupa. Intinya, gravitasi yang lebih rendah bisa jadi sangat diinginkan oleh mereka yang mengeluhkan kelebihan berat badan. Dengan timbang badan di Mars, berat kalian akan lebih ringan, coba saja!

Baca Juga:

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

Ketiga, atmosfer yang lebih tipis

Lapisan atmosfer di Planet Mars jauh lebih tipis daripada Bumi. Seperti yang kita tahu, lapisan atmosfer berfungsi untuk melindungi sebuah planet dari radiasi matahari yang berlebihan, masuknya meteor ke permukaan planet, serta menyediakan oksigen bagi makhluk hidup di dalamnya.

Jika lapisan atmosfer yang dimiliki Mars lebih tipis, planet tersebut punya peluang lebih besar kejatuhan meteor dibanding Bumi. Lah, ngapain jauh-jauh ke Mars kalau di sana ujung-ujungnya kejatuhan meteor?

Belum lagi paparan radiasi matahari yang lebih banyak masuk, bisa mengakibatkan mutasi genetik. Iya kalau jadi makhluk mutan berkekuatan super seperti anggota X-Men sih enak, kalau mutasinya jadi kanker gimana, situ mau?

Lapisan atmosfer yang tipis juga memungkinkan tersedianya oksigen yang lebih kecil. Sampai saat ini sih belum terbukti ada manusia yang bisa bernafas bebas di Mars tanpa bantuan oksigen. Kalau ternyata manusia jadi pindah ke Mars, tapi seumur hidup harus pakai baju astronot kan mau ngapa-ngapain susah. Mending di bumi aja deh oksigen masih gratis. Paling mentok disuruh pakai baju hazmat, bukan baju astronot.

Keempat, dimensi waktu yang berbeda

Waktu sehari di Planet Mars tidak akan sama dengan sehari di Bumi. Tentu ini akan sangat membingungkan jika ada yang bertanya berapa usia Anda saat ini? Ini hari apa? Jam berapa sekarang? Dan pertanyaan lain seputar waktu. Tapi, kesulitan ini bisa diatasi dengan membuat sistem zona waktu baru dan kalender baru. Ribet lagi kan?

Kelima, ada banyak gunung api aktif seperti di Bumi

Mars juga dikenal memiliki banyak gunung berapi aktif yang bisa saja meletus kapan pun. Seperti di Bumi, kemungkinan di sana juga ada peristiwa bencana alam, seperti gunung meletus, badai, tanah longsor. Tapi ,yang jelas di sana nggak akan terjadi gempa Bumi, kan adanya gempa Mars. Di sana juga nggak akan terjadi banjir, sebab sampai saat ini belum ditemukan sumber air di permukaan. Enak toh bebas banjir, tapi nggak ada air juga sih, sama aja bohong!

Keenam, repot mengurusi dokumen kependudukan

Jika koloni manusia membentuk peradaban baru di Mars, perkiraan saya akan terjadi perebutan lahan dan kekuasaan. Di Bumi saja orang rebutan tanah, sengketa di mana-mana, apalagi di Mars yang tanahnya belum bersertifikat. Batas-batas antar wilayah, antar kota, atau antar negara masih tidak jelas. Ini berpotensi menimbulkan perang dan penjajahan bentuk baru. Seperti yang tertulis di sejarah peradaban manusia, perdamaian akan tercipta setelah melewati peperangan lebih dulu.

Kalau masih belum jelas pembagian wilayahnya, tentu akan sangat merepotkan bagi warga yang perlu dokumen kependudukan. Yang mau nikah misalnya, butuh KTP, surat keterangan dari RT-RW, kan susah mendapatkannya. Ya masa harus bolak balik ke Bumi buat ngurus dokumen kependudukan? Mending jomblo aja deh.

BACA JUGA Beberapa Alasan Kita Tidak Kunjung Bertemu dengan Alien Hingga Kini dan tulisan Abdulloh Suyuti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2021 oleh

Tags: Mars
Abdulloh Suyuti

Abdulloh Suyuti

ArtikelTerkait

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai terminal mojok.co

Review Mars Partai Politik dari Orang yang Kurang Percaya Partai

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas Mojok.co

Begini Rasanya Dapat Dosen Pembimbing Skripsi Seorang Dekan Fakultas, Semuanya Jadi Lebih Lancar

7 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026
Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh dan Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah” Mojok.co

Muak 30 Tahun Menyandang Nama Acep Saepulloh karena Sering Diejek “Abdi Kasep Sumpah Demi Allah”

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.