Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

5 Strategi untuk Tetangga Saya yang Sudah Bosan Dimintai Utang Sahabatnya

Muhammad Adib Mawardi oleh Muhammad Adib Mawardi
26 Maret 2020
A A
teman utang terus cara menagih utang pusing karena utang melunasi utang pesugihan mojok.co

teman utang terus cara menagih utang pusing karena utang melunasi utang pesugihan mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin saya dicurhati tetangga saya, Adon, yang mengeluh karena rutin didatangi oleh temannya, Naryo. Naryo ini salah seorang sahabat Adon yang rajin berutang. Awalnya Naryo memohon utang ke Adon karena kepepet harus melunasi pinjaman bank. Dikasih sekali, eh dia balik lagi buat berutang, kali ini karena bingung nyari ongkos sekolah anaknya. Cerita keluh kesah Naryo bersama keluarganya membuat Adon luluh. Ia pun meminjamkan uang pada Naryo untuk kedua kalinya tanpa jaminan selain janji penenang bahwa uangnya akan dikembalikan bulan depan.

Sudah bisa ditebak, di akhir bulan berikutnya janji itu berubah menjadi kekecewaan. Naryo telah nulayani janji. Adon bertekat tak akan memberi kesempatan lagi kepada Naryo. Namun, lantaran kehadiran Naryo yang selalu mampu menyuguhkan kisah melow tentang kondisi perekonomian keluarganya, hati Adon luluh untuk kesekian kalinya. Mengalirlah dana segar dari saku celana Adon, yang bikin Adon bertanya dalam hati, “Sampai kapan ini akan terus berlangsung?”

Saya terus menyimak cerita dari Adon sambil berharap ia akan menemukan solusinya, supaya ia segera bernapas lega sebab tak dihantui lagi oleh Naryo yang selalu siap datang mengemis pinjaman. Kalau masalah ini selesai, saya juga mendapat kisah pengalaman berharga tentang cara menyelesaikan hutang. Siapa tahu berguna untuk saya sendiri di masa depan.

Beberapa bulan saya tidak bertemu dengan Adon, ternyata saya mendapatkan cerita yang lebih runyam. Adon kini kian bertransformasi menjadi malaikat penyelamat bagi keluarga Naryo dengan memberi pinjaman rutin atas kebutuhan sekolah anaknya. Lambat laun Adon semakin pusing atas keadaan ini. Meskipun ia bisa dikatakan mampu soal penghasilan, namun sebenarnya ia berencana untuk mendermakan sisa uangnya untuk mereka yang lebih membutuhkan. Sungguh mulia hatimu, Don!

Cerita Adon tentang motif Naryo berutang ternyata cukup pelik. Mulai dari latar belakang pekerjaan Naryo sebagai pedagang yang usahanya la yamutu wala yahya, tanggungan bulanan untuk mengangsur pinjaman di bank, beban membayar utang dari saudaranya yang na’udzubillah besarnya (kisaran Rp200 juta), biaya kebutuhan anaknya yang berjumlah 4 orang, hingga investasi di bidang properti yang kurang jitu sehingga hasilnya tidak bisa dimanfaatkan.

Membayangkannya saja begitu rumit, saya kian penasaran, mungkinkah ini yang akan dialami oleh sebagian orang yang berumah tangga? Tenggelam dalam utang?

Saya semakin dibuat geleng-geleng kepala begitu mendengar cerita dari Adon tentang kondisi ekonomi Naryo yang gemar berutang itu. Usut punya usut, ia sebenarnya adalah anak sultan alias anak orang kaya yang masih punya aset properti warisan dengan nilai yang fantastis untuk ukuran saya.

Kisaran aset tanah dan rumah Naryo itu hampir senilai Rp3 miliar meski dari luar ia kelihatan seperti pemilik toko yang sepi pembeli. Wow. Jumlah fix asset-nya ini nyatanya jauh lebih besar dibandingkan dengan taksiran utangnya yang (hanya) 1 miliaran. Saya semakin ragu, masihkah pantas ia mendapat pinjaman?

Baca Juga:

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

Rela Utang Koperasi Kantor demi Biaya Berobat Kucing yang Sudah seperti Keluarga, Saya Dicap Nggak Waras dan Bodoh

Selepas pertemuan dengan Adon, curhatannya kian mendenging dalam kepala saya dan seakan memberikan clue tersendiri soal masalah Naryo yang hobi berutang itu.  Terutama jika saya menimbang bahwa ia masih memiliki aset yang begitu besar nilainya. Saya ibaratkan propertinya itu semacam kartu as baginya untuk mengurai benang kusut ekonomi keluarganya. Saya pun meramu strategi yang akan saya usulkan ke Adon.

Pertama, Adon harus tegas kepada Naryo bahwa utang adalah perkara yang wajib dilunasi alias dituntaskan. Sebab, utang menyangkut perkara dunia-akhiratnya kebahagiaan seseorang. Naryo bisa saja terus berutang, namun bagaimana caranya mengembalikan? Kapan utang itu dilunasi? Sampai kapan ia kuat menanggung beban utang? Dan jika ia tak mampu membayarnya, sanggupkah ia bertanggung jawab di hari perhitungan?

Berutang itu tidak salah. Sekadar lima puluh ribu, seratus ribu, sejuta, dua juta. Namun, jika sudah mencapai angka ratusan juta dan sumber peminjamnya adalah saudara sendiri tanpa ada rencana matang untuk mengembalikan, ini bisa bermuara pada kezaliman yang mengganggu hubungan harmonis persaudaraan.

Menurut saya, seberapa papa kondisi seseorang, selama ia masih memiliki aset pribadi yang bisa dimanfaatkan, sebaiknya ia menggunakan aset pribadinya itu terlebih dahulu. Itu jauh lebih bermartabat daripada mengemis pinjaman meskipun dari orang terdekat yang mau mengasihinya. Jangan sampai karena ada yang mau ngutangi, jadinya malah keterusan. Apalagi pura-pura pusing sebab tidak punya cara untuk melunasinya.

Kedua, menyadarkan Naryo bahwa ia punya kemampuan finansial di bidang properti. Tampaknya ia sedang bokek, di balik itu ia masih punya jalan keluar dengan menjual tanah dan rumah yang nilainya melimpah. Begitu banyaknya hingga cukup untuk biaya bulan madu rutin dua kali sebulan. Tentunya sambil terus mengingatkan Naryo agar tetap waspada dengan yang namanya pengeluaran!

Menjual tanah dan rumah warisan mungkin ini akan dianggap perkara yang amat berat lantaran faktor histori atau faktor gengsi, tidak siap menerima kenyataan tentang betapa hinanya hidup dengan sebutan “orang bangkrut”. Jawabannya sebenarnya tidak sulit. Jika ada banyak orang yang terus kepo alasannya menjual rumah, tinggal jawab saja, “Ingin mengalihkan aset ke sektor yang lebih produktif.” Tentunya sambil membocorkan sedikit gambaran usaha yang akan ia rencanakan berikutnya. Ceritanya jangan terlalu banyak! Khawatir nanti diserobot sama mereka.

Ketiga, jika kedua cara di atas belum berhasil, Adon bisa menggunakan cara yang lebih “brutal”, seperti memberi ultimatum tidak akan memberi pinjaman jika utang lama tidak dilunasi. Adon bisa beralasan masih ada kerabatnya yang lebih miskin dan membutuhkan uang. Dengan cara ultimatum ini, kemungkinan besar Naryo akan merasa luluh karena takut kehilangan pemberi pinjaman langganan tempat masa depan anaknya bergantung. Kalau sudah demikian, syukur-syukur ia putar haluan untuk menjual asetnya.

Keempat, membantu perencanaan bisnis Naryo sehingga ia dapat bangkit setelah melunasi utang-utangnya. Setelah menjual aset pribadinya, tentu saja ada skala prioritas yang harus diperhitungkan olehnya, seperti mencari tempat tinggal baru (tidak harus gres), melunasi utang, dan sisanya untuk keperluan modal usaha. Tapi kok yang ngutangin malah jadi repot banget ya?

Kelima, mengingatkan Naryo untuk bertirakat, mewaspadai agar gaya hidupnya yang hedon tidak semakin menjadi-jadi begitu mendapatkan banyak dana. Ya dulu dia memang anak sultan dengan warisan berlimpah, tapi sekarang kan sudah lain cerita.

Kalau Naryo tetap sulit melepaskan gaya hedonnya, mungkin ia dapat merenungi kembali tirakat ayah ibunya dulu saat merintis usaha. Pada masa kecilnya ia biasa sarapan dengan satu butir telur goreng yang diiris adil menjadi delapan bagian untuk lauknya bersama 7 saudara lainnya.

Syahdan, tirakat itu telah mengantarkan kesuksesan keluarganya sehingga mampu mewariskan aset yang luar biasa kepada Naryo dan saudara-saudaranya. Bagaimanapun ini adalah pelajaran hidup bersahaja yang sangat penting agar Naryo bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dan tidak terjerumus ke lubang yang sama.

Saya cuma bisa berharap saran saya ke Adon ini berhasil.

BACA JUGA Mengenal Karakter Calon Pembeli Perhiasan di Toko Emas dan tulisan Muhammad Adib Mawardi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: pinjamanUtang
Muhammad Adib Mawardi

Muhammad Adib Mawardi

Pedagang yang suka nulis.

ArtikelTerkait

menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Tutorial Menagih Utang yang Baik dan Benar

18 Juli 2019
Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

14 September 2023
Sisi Gelap dari Pekerjaan Menjaga Pertashop Milik Bapak Sendiri (Foto milik penulis)

Sisi Gelap dari Pekerjaan Menjaga Pertashop Milik Bapak Sendiri

19 Januari 2023
15 Istilah yang Sering Digunakan dalam Kegiatan Instansi Pemerintah PNS

Sebaiknya PNS Dipersulit Ngambil Kredit di Bank: Utang kok Hobi, Ra Mashok!

18 Mei 2023
debitur BI Checking fintech pinjol gagal bayar utang mojok

Daripada Ngutang ke Pinjol, Mending Pakai Pesugihan, Sama-sama Ngerinya kan?

13 Oktober 2021
uang utang

Menyelami Pikiran Kawan Hedon yang Hobi Minta Utang

17 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.