Masjid Jogokariyan sudah tidak asing lagi bagi warga lokal, bahkan pendatang dan wisatawan. Masjid Jogja yang satu ini memang istimewa hingga membuat banyak orang penasaran.
Keunikan masjid ini terletak pada manajemennya yang inovatif dan multidimensi. Maksudnya, masjid Jogokariyan tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah saja, tapi juga mengambil peran dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan wisata religi.
Program unggulan yang dimiliki masjid Jogja satu ini adalah infak “saldo nol rupiah”. Kalian pasti sudah pernah dengar soal ini. Selain itu, ada pula program ATM beras, klinik gratis, penginapan. Jangan lupa program Kampung Ramadhannya yang fenomenal itu. Jadi, ya, nggak heran kalau banyak warga luar Jogja yang penasaran dengan masjid yang satu ini.
Meski demikian, sungguhlah merugi pergi ke Jogja kalau hanya menyambangi masjid Jogokariyan saja. Soalnya, Jogja juga punya banyak masjid lain yang tak kalah istimewa. Baik istimewa karena latar belakang sejarahnya ataupun arsitekturnya. Apa saja?
Baca juga Masjid Desaku, Masjid Tanpa Pengeras Suara.
#1 Masjid Raya Baiturrahman Aceh, masjid simbol persaudaraan
Meski ada embel-embel “Aceh” di belakang namanya, bukan berarti masjid ini terletak di Aceh. Tapi, keberadaannya memang ada kaitannya dengan masyarakat Aceh. Yaitu, masjid ini dibangun oleh masyarakat Aceh sebagai bentuk balas budi atas bantuan warga Jogja ketika Aceh terkena tsunami di 2004.
Dengan kata lain, Masjid raya Baiturrahman Aceh bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol persaudaraan yang lahir dari ingatan kolektif tentang kemanusiaan.
Secara lokasi, masjid ini sebenarnya cukup strategis, yaitu berada di simpang empat Ringroad Selatan-Madukismo, Kasihan, Bantul. Namun, titik ini sebenarnya agak menantang bagi jamaah yang ingin berkunjung. Mereka harus menyebrang jalan di tengah lalu lintas padat.
Meskipun demikian, begitu masuk area masjid, semua perjuangan itu terbayarkan berkat suasana yang teduh dan nyaman. Jamaah perempuan juga pasti akan nyaman di masjid ini karena tempat wudunya dilengkapi tirai, sehingga aurat tetap terjaga dengan baik.
#2 Masjid Joglo Kemudahan, masjid Jogja estetik yang dibangun karena nazar
Masjid Joglo Kemudahan berlokasi di Kaliurang km 18 Pekembinangun, Pakem, Sleman. Sesuai dengan namanya, masjid ini bergaya joglo dengan atap bertumpang khas jawa yang berpadu harmonis dengan menara masjid berwarna merah bata. Penggunaan material kayu antik premium berkualitas tinggi membuat tampilan masjid tampak megah, tapi tetap klasik.
Memasuki area dalam, keindahan ukiran kayu jati yang rumit dan penuh detail tampak menghiasi setiap sudut, tiang serta langit-langit masjid. Lantainya yang berpola bunga biru nan cantik seolah mengajak jamaah untuk mengarungi perjalanan spiritual sekaligus visual.
Tak perlu kuatir dengan persediaan mukenah ataupun sarung ya. Masjid yang dibangun dari nadzar pribadi pemiliknya ini menyediakan perlengkapan sholat yang bersih dan wangi.
Baca juga 5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka.
#3 Masjid Besar Mataram Kotagede, masjid jogja yang jadi jejak Islam tertua
Berbeda dengan masjid-masjid modern pada umumnya, atap Masjid Besar Mataram Kotagede cenderung pendek. Tapi, herannya, begitu masuk, sama sekali nggak gerah. Hawanya tetap saja adem. Padahal kan atap rendah itu identik dengan panas, ya? Entahlah, mungkin, inilah keistimewaan arsitektur tempo dulu.
Masjid Besar Mataram Kotagede wajib dikunjungi karena menjadi salah satu masjid bersejarah di Yogyakarta. Dibangun pada masa pemerintahan panembahan senopati, sekitar tahun 1589 masehi, masjid ini jadi bukti fisik keberadaan kerajaan mataram islam, sekaligus jejak islam tertua di wilayah Yogyakarta.
Di sekitaran masjid ada sendang, makam raja-raja mataram, dan banyak spot foto menarik. Bahkan, pengunjung juga bisa menyewa kostum adat (kebaya plus beskap) sebagai pelengkap. Kalau sudah puas foto-foto, tinggal jalan kaki ke Pasar Kotagede. Terus, kulineran deh di sana. Jangan lupa beli kipo, ya. Kamu tau kipo nggak?
#4 Masjid Nurul Ashri sering bagi-bagi sayur ke jamaah
Masjid Jogja lain yang wajib dikunjungi adalah Masjid Nurul Ashri. Jangan bayangkan masjid ini punya arsitektur yang megah ala-ala Masjid Raya Al Jabbar di Bandung, ya. Nggak. Desain Masjid Nurul Ashri sewajarnya masjid biasa. Tapi, berkunjung ke masjid ini akan membuat hati kalian adem. Tempatnya bersih, wangi, bacaan imam sholatnya juga enak. Apalagi kalau datangnya ngepasi waktu kajian. Pasti bakalan betah karena tema-tema kajiannya menarik untuk diikuti.
Hal lain yang patut dijadikan highlight dari masjid ini adalah program keummatannya. Jadi, Masjid Nurul Ashri punya program memborong hasil panen petani saat harga beli di pasaran anjlok. Tapi, dibelinya menggunakan harga normal, bukan harga saat anjlok. Bayangkan betapa banyak petani yang terbantu dengan program tersebut. Nah, hasil panen yang dibeli ini, nantinya dibagikan kepada para jamaah. Keren, kan?
#5 Masjid Gedhe Kauman dengan nuansa keraton yang kental
Rekomendasi terakhir ada Masjid Gedhe Kauman. Letak masjid ini sangat strategis di kawasan Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta, sehingga mudah dikunjungi saat kita jalan-jalan ke pusat kota. Masa iya nggak mampir?
Masjid Gedhe Kauman dibangun 1773 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, masjid ini adalah masjid negara Kesultanan Yogyakarta. Fungsinya sejak awal memang jadi pusat ibadah resmi keraton, tempat khutbah, penetapan kalender hijriah, sampai kegiatan keagamaan skala besar.
Jadi, kamu akan merasakan nuansa keraton Jogja yang begitu kental ketika mengunjungi masjid ini. Ornamen-ornamen arsitekturnya begitu kental dengan nuansa Jawa klasik, lengkap dengan atap tumpang dan ornamen tradisional yang sarat makna.
Itulah rekomendasi masjid di Jogja selain Masjid Jogokariyan yang wajib kamu datangi ketika plesiran ke Jogja. Ada satu masjid lagi sebenarnya. Cuma, letak masjid ini bukan di tepi jalan raya, tapi di dalam mal yaitu Pakuwon Mall.
Beuhh, kata yang sudah pernah sholat di sana, masjid Pakuwon Mal adalah masjid dalam mall yang paling proper. Tempatnya luas, wangi, rapi, adem… vibesnya berasa kek sholat di Nabawi kalau kata orang-orang. Penasaran?
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Ranking Masjid dan Musala Mal di Jogja dari yang Paling Nyaman hingga yang Seadanya Banget.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
