Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
1 April 2023
A A
5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka

5 Masjid di Jogja yang Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka (Aisha Tanduk via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada masjid di Jogja yang dibangun pada tahun 1500-an, lho!

Bulan Ramadan menjadi salah satu bulan istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Pastinya. masjid-masjid yang biasanya sepi jamaah, saat Ramadan tiba, dipastikan jauh lebih ramai dan meriah dari hari biasa.

ADVERTISEMENT

Sama seperti kota lainnya, masjid di Jogja pun sama. Beragam pernak-pernik khas Ramadan, seperti membuat mading edisi khusus bulan puasa, lampu warna-warni, banner ucapan selamat puasa, hingga  menyajikan menu takjil jelang waktu berbuka, menghiasi suasana sepanjang bulan suci.

Dari sekian banyak masjid di Jogja, ada beberapa masjid yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Hal ini terlihat dari bentuk bangunannya yang unik dan kental dengan nuansa tempo dulu. Nggak hanya dijadikan tempat beribadah, tempat ibadah ini juga menjadi saksi sejarah bagi perkembangan agama Islam di Yogyakarta. Berikut sejumlah masjid di Jogja yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka:

Masjid Gedhe Mataram Kotagede

Salah satu masjid di Jogja yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka adalah Masjid Gedhe Mataram Kotagede. Tempat ibadah yang berada di selatan kawasan Pasar Kotagede ini dibangun pada 1578 dan selesai pada 1587. Nggak hanya memiliki bentuk bangunan unik khas Mataram, rumah ibadah ini juga menjadi saksi perkembangan Islam di Yogyakarta.

Melansir dari jogjaprov.go.id, Masjid Gedhe Mataram Kotagede dibangun pada era Panembahan Senopati dengan melibatkan masyarakat yang saat itu masih menganut agama Buddha dan Hindu. Namun, terdapat sumber bahwa bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan HB I.

Terlepas dari itu, bentuk bangunannya sampai saat ini masih dipertahankan. Selain digunakan untuk beribadah, masjid ini juga merupakan bagian dari konsep catur gatra tunggal, yang meliputi empat elemen, yakni keraton, alun-alun, kegiatan spiritual, dan pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi.

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Masjid Sela

Masjid Sela merupakan dibangun pada era Sri Sultan Hamengkubuwono I. Dulunya, masjid ini khusus digunakan oleh para pangeran kraton untuk menunaikan ibadah salat. Sementara bagi warga biasa, dulu biasanya salat di Masjid Gedhe Kauman.

Meski usianya sudah melebihi 2 abad, tempat ibadah ini masih mempertahankan gaya atau bentuk bangunannya. Selain itu, masjid yang menyerupai bangunan Tamansari ini, sampai saat ini tetap digunakan untuk beribadah oleh masyarakat dari kalangan apa pun. Buat kalian yang pengin datang ke sini, silakan menuju ke kampung Panembahan, Kec. Kraton, atau sekitar 1,9 kilometer dari Titik Nol Yogyakarta.

Masjid Pathok Nagari Dongkelan

Masjid Pathok Nagari Dongkelan adalah masjid di Jogja yang sudah ada sebelum merdeka karena dibangun pada tahun 1775. Tempat ibadah yang berlokasi di Kampung Dongkelan, Kec. Kasihan, Bantul, ini didirikan sebagai penghormatan untuk Kyai Syihabuddin atau Syeh Abuddin atas jasanya terhadap Sri Sultan HB I saat berkonflik dengan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa.

Melansir dari wisatabudayaku.sv.ugm.ac.id, awalnya Masjid Pathok Nagari Dongkelan menyerupai Masjid Gedhe Kauman. Di mana bagian-bagian bangunannya terdapat kolam keliling, atap, makam di samping masjid, yang mirip dengan Masjid Gedhe Kauman. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini sempat mengalami beberapa kali pemugaran, seperti nggak ada kolam keliling dan diganti dengan bangunan sekolah.

Sampai saat ini, Masjid Pathok Nagari masih digunakan sebagai tempat ibadah oleh warga sekitar. Bahkan, nggak cuma untuk beribadah saja, tapi juga difungsikan sebagai tempat acara pernikahan, pengajian, hingga rapat RW.

Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning

Masjid di Jogja yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka selanjutnya adalah Masjid Pathok Negara Sulthoni Plosokuning. Tempat ibadah yang terletak di Dusun Plosokuning, Desa Plosokuning, Kec. Ngaglik, Sleman, ini menjadi salah satu dari keempat masjid pathok negoro yang dimiliki Kasultanan Yogyakarta.

Masjid Sulthoni Plosokuning sendiri didirikan pada tahun 1724 yang diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I. Komponen bangunan yang ada di masjid ini paling lengkap dibandingkan dengan masjid Pathok Negoro lainnya. Meski beberapa kali telah mengalami pemugaran, bentuk bangunan atau arsitekturnya masih mempertahankan keasliannya.

Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman menjadi tempat ibadah umat Islam di Jogja yang sangat populer. Tempat ibadah yang juga dikenal sebagai Masjid Raya Yogyakarta ini didirikan pada tahun 1773 dan memiliki gaya arsitektur seperti Masjid Demak. Setidaknya ada 48 pilar dan atapnya terdiri dari 16 sisi dengan tiga tingkat di dalam bangunan masjid yang berada di kawasan Alun-alun Utara Kota Jogja ini.

Selain digunakan untuk ibadah, masjid yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka ini juga dipakai sebagai tempat untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hukum Islam. Masjid Gedhe Kauman menjadi begitu bersejarah bagi perkembangan agama Islam di Yogyakarta karena di tempat ini juga Kiai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, pernah meluruskan arah kiblat masjid ini pada tahun 1897.

Itulah beberapa masjid di Jogja yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Kendati sudah berusia sangat tua, masjid-masjid tersebut masih tetap eksis dan menjadi saksi penyebaran agama Islam di Yogyakarta. Selamat menunaikan ibadah salat. Semoga berkah dan sehat selalu.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pemda Hobi Bangun Masjid, Demi Amankan Suara Mayoritas?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2023 oleh

Tags: islamJogjaMasjidTerminal Jogja
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Aturan Tidak Tertulis Apotek, Sebaiknya Pelanggan Tahu supaya Tidak Merepotkan Apoteker Mojok.co jogja

3 Sisi Gelap Menjadi Apoteker di Apotek Pinggiran Jogja

22 Juli 2025
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Jalan Kusumanegara Wujud Ruwetnya Jalanan Jogja (Unsplash)

Marilah Kita (Memaksa Diri) Menikmati Kemacetan Jogja dengan Elegan

6 November 2023
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

27 Mei 2025
7 Alasan Bakso Malang Gagal Menjadi Primadona di Jogja

7 Alasan Bakso Malang Gagal Menjadi Primadona di Jogja

5 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

Keliling naik motor malam hari, hiburan murah bagi kita yang dihajar hidup dari kanan-kiri

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.