Doubts Even Here – New Order
“Don’t throw our joy away. Why must you just you leave now?”
Penggalan lirik ini bisa dibilang jadi puncak kesedihan di lagu ini. Ya gimana tidak, Ian Curtis (vokalis Joy Division), baru meninggal setahun sebelumnya. Para personel Joy Division lainnya yang masih dirundung duka, membentuk band baru dengan nama New Order, merilis album Movement, dengan lagu “Doubts Even Here” jadi salah satu nomor andalan.
Buat pendengar New Order (dan Joy Division) pasti merasakan ada nuansa kedukaan yang mendalam di lagu ini. Namun, bagi yang awam dengan New Order atau Joy Division, pasti nggak merasa kalau “Doubts Even Here” ini lagu yang amat menyedihkan. Apalagi musiknya yang kental dengan aroma post-punk, electronic new wave ala 80-an.
Lagu sedih terakhir, The Duke – Lamb of God
Kalau penasaran dengan sisi melankolis dan lembut para musisi metal, dengarkan saja “The Duke” dari Lamb of God. Ini adalah lagu yang spesial, lagu yang diciptakan untuk mengenang sosok Wayne Ford, fans Lamb of God (sekaligus kawan dari Randy Blythe, sang vokalis), yang meninggal karena Leukimia pada 2015. Lamb of God mendedikasikan lagu ini secara khusus untuknya.
Lamb of God menuangkan kesedihan ini dengan sangat dalam. “This world has grown too small, I can’t stay much longer. My body begins to fail as my spirit grows stronger. It’s time for me to go.” Kesedihan ini tentunya masih dibalut dengan musik heavy metal ala Lamb of God yang rapat dan intense, dengan vokal khas Randy Blythe yang meskipun dia lebih banyak bernyanyi ketimbang screaming. Tapi tetap saja, “The Duke” ini lagu sedih, meskipun orang awam akan menganggap ini selayaknya metal pada umumnya.
Itulah setidaknya lima lagu berbahasa Inggris yang sebenarnya terasa pedih, tapi tidak benar-benar terdengar sedih. Sebenarnya masih banyak lagu seperti ini, tapi untuk sekarang lima dulu saja, lah.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 10 Lagu Bahasa Inggris dengan Lirik yang Mudah Dihafal dan Dinyanyikan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya



















