Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Kuliner Khas Banyumas yang Menggoyang Lidah dan Wajib Dicoba

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
6 Agustus 2022
A A
5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba Terminal Mojok

5 Kuliner Khas Banyumas yang Wajib Dicoba (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa sih yang pertama kali terbersit di benak kalian jika mendengar kata Banyumas? Apakah Gunung Slamet? Atau Republik Ngapak? Kabupaten Banyumas yang beribu kota di Purwokerto ini bukan hanya terkenal dengan Gunung Slamet dan aksen ngapaknya saja, tapi juga mampu menghasilkan berbagai makanan khas yang telah populer di kalangan umum. Kalau berwisata ke Banyumas, jangan lupa mencicipi lima kuliner khas Banyumas yang mampu bikin lidah kalian bergoyang ini.

#1 Tempe mendoan

Kuliner khas Banyumas satu ini namanya memang sudah populer sejak dulu. Makanan berbahan dasar kedelai yang difermentasi ini seolah sudah jadi menu yang wajib ada di meja makan.

Dilansir dari Liputan6.com, menurut Ahmad Tohari, seorang penulis sekaligus budayawan asal Banyumas, mendoan ditemukan saat proses pembuatan keripik tempe. Dalam proses menggoreng keripik, tempe digoreng setengah matang sebelum akhirnya digoreng kembali. Mendoan sendiri memang berasal dari kata “mendo” yang artinya setengah matang.

Di Banyumas, kuliner satu ini biasanya dijadikan sebagai lauk. Rasanya yang gurih bikin orang kepingin memakannya terus. Tempe mendoan biasa dipadukan dengan cabai rawit hijau. Kalau bahasa Banyumasannya nyigit, Gaes. Selain itu, tempe mendoan juga bisa dinikmati dengan sambal kecap. Sensasinya enak banget, Luuur.

#2 Getuk goreng Sokaraja

Kuliner khas Banyumas selanjutnya yang tak boleh dilewatkan adalah getuk goreng Sokaraja. Ini adalah olahan dari singkong yang dicampur dengan gula Jawa kemudian digoreng.

Konon, getuk goreng Sokaraja adalah makanan yang nggak sengaja dibuat oleh Bapak Sanpirngad sekitar tahun 1918. Blio adalah seorang penjual nasi di daerah Sokaraja. Saat itu ada menu getuk juga yang ia jual. Kebetulan suatu hari getuk yang ia buat nggak laku, ketimbang mubazir, getuk pun digoreng. Siapa sangka ternyata pembeli malah menyukai menu getuk goreng tersebut. Sejak itulah getuk goreng mulai terkenal di Banyumas.

Lantas, kenapa dinamakan getuk goreng Sokaraja, bukan getuk goreng Banyumas atau getuk goreng Purwokerto? Begini. Setelah terkenal, makanan khas Banyumas ini kemudian dipopulerkan oleh Bapak Tohirin, menantu dari Bapak Sanpirngad. Blio membuka toko di daerah Sokaraja, Banyumas. Makanya olahan singkong satu ini terkenal dengan sebutan getuk goreng Sokaraja. Hingga kini, toko getuk goreng H. Tohirin sudah ada 9 cabang, lho, Gaes.

#3 Kraca

Kuliner khas Banyumas ketiga adalah kraca. Makanan satu ini berasal dari olahan keong sawah yang diberi bumbu rempah-rempah. Cara mengolahnya nggak ribet. Keong sawah dibersihkan terlebih dulu, setelah itu dimasak dengan resep yang sudah ada turun-temurun. Bumbu-bumbu yang biasa dipakai memasak kraca antara lain garam, merica, kunyit, dan rempah-rempah lainnya.

Baca Juga:

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

3 Kuliner Probolinggo yang Direkomendasikan, Wisatawan Wajib Tahu

Kalau kalian datang ke Banyumas di musim hujan, cocok banget nih makan menu satu ini. Sebab, bisa untuk menghangatkan tubuh. Eh, tapi kraca nggak bisa menghangatkan sikap si doi yang dingin, ya.

#4 Cimplung

Cimplung berasal dari bahasa Jawa “cemplung” yang artinya masuk ke dalam air. Kuliner khas Banyumas satu ini berbahan dasar umbi-umbian yang diolah dan direbus dengan air nira yang mendidih. Umbi-umbian yang biasa digunakan untuk membuat cimplung antara lain ubi jalar, singkong, dan munthul.

Makanan satu ini memang nggak tahan lama seperti getuk goreng Sokaraja, tapi kalian tetap wajib mencobanya apabila sedang main ke Banyumas. Cimplung memiliki cita rasa manis dan cocok disajikan sebagai menu sarapan di pagi hari. Tapi, kalau kalian punya diabetes, jangan terlalu berlebihan mengonsumsi makanan ini, ya.

#5 Tahu gecot

Tahu gecot adalah kuliner khas Banyumas terakhir yang wajib kalian coba. Tahu gecot berisi ketupat, tahu, kerupuk, dan irisan kubis yang disiram sambal kacang. Fyi, gecot adalah singkatan dari bahasa Jawa “gagean kecot” yang berarti cepat sudah lapar.

Makanan ini tergolong makanan berat yang bisa disantap untuk menu makan siang. Kalian bisa mencicipi tahu gecot di area Pasar Kuliner Purwokerto.

Tertarik mencoba kelima kuliner khas Banyumas di atas? Kalian bisa mencicipi makanan-makanan tersebut di sekitaran daerah Banyumas Raya. Selamat berwisata kuliner, Luuur.

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2022 oleh

Tags: banyumasjawa tengahkuliner khas
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

Purwokerto, Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Tengah (Shutterstock.com)

Purwokerto, Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Tengah

16 Mei 2023
5 Hal Unik terkait Pasar Papringan Temanggung Terminal Mojok

5 Hal Unik Terkait Pasar Papringan Temanggung

31 Agustus 2022
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026
Brebes, Lampung versi Jawa Tengah (Unsplash)

Alasan Brebes Layak Disebut Lampung Versi Jawa Tengah

10 Mei 2023
Saya Bangga Setengah Mati Lahir dan Besar di Kebumen (Unsplash)

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

10 Desember 2025
Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

Wonogiri dan Gunungkidul, Saudara Kembar Beda Nasib

8 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.