5 Kapten Tim Sepak Bola Termuda yang Bisa Membuat Anda Insecure – Terminal Mojok

5 Kapten Tim Sepak Bola Termuda yang Bisa Membuat Anda Insecure

Artikel

Dalam setiap pertandingan sepakbola, 11 pemain dari setiap tim yang bermain akan dipimpin oleh seorang kapten. Tugas seorang tak hanya memandu rekan-rekannya, tetapi juga sebagai motivator dan jembatan pelatih di atas lapangan. Ia adalah representasi seluruh elemen tim dalam 90 menit.

Seorang kapten biasanya ditunjuk oleh pelatih atau berdasarkan kesepakatan seluruh pemain. Untuk menjadi seorang kapten, pemain harus memiliki kemampuan atau skill mumpuni, memahami taktik, berjiwa pemimpin, serta berwibawa. Maka tak heran, biasanya yang dipilih sebagai kapten adalah pemain senior kaya pengalaman sehingga lebih dihormati pemain-pemain muda.

Tapi tak jarang ada pemain yang sejak usia dini telah menunjukan jiwa kepemimpinan dan memiliki kemampuan di atas rata-rata hingga ditunjuk sebagai kapten meski banyak pemain yang lebih senior. Berikut adalah 5 kapten termuda tim sepakbola yang bisa membuat Anda insecure.

Francesco Totti

Sang Pangeran Roma telah menjadi kapten Il Giallorossi sejak 31 Oktober 1998, saat ia berusia 22 tahun. Totti sekaligus menjadi kapten termuda sepanjang sejarah Serie A, suatu rekor yang belum dipecahkan hingga sekarang.

Sejak debutnya pada 1993, Totti memang telah menunjukan bakatnya sebagai pemain nomor wahid. Totti hampir punya segalanya. Ia memiliki kecepatan yang dipadukan dengan teknik kelas dunia, membuat bola seolah tak mau lepas dari kakinya. Kreativitas yang Totti membuat umpan-umpannya mampu memanjakan para penyerang. Totti pun punya kemampuan untuk menciptakan keajaiban di depan jala lawan, seperti golnya melawan Inter pada tahun 2005.

Selama 19 tahun menjabat kapten AS Roma sampai pensiun di tahun 2017, Totti berhasil mempersembahkan satu gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italia.

Francesc Fabregas

Cesc, sapaan akrab Fabregas, bergabung dengan Arsenal dari Barcelona pada tahun 2003 pada usia 16 tahun. Satu bulan kemudian ia mencatat debut di tim utama, pada Desember ia mencetak gol pertamanya, dan pada musim depannya dia bermain reguler di setiap pekan. Sejak usia belia Fabregas memang telah menunjukan kemampuannya sebagai jenderal lapangan tengah.

Pada musim 2008/2009, saat berusia 21 tahun, akhirnya Fabregas diangkat menjadi kapten Arsenal menggantikan William Gallas. Pemain yang identik dengan nomor punggung 4 tersebut memimpin skuad The Gunners yang dipenuhi pemain muda. Sayang selama menjabat sebagai kapten, Fabregas gagal mempersembahkan satu pun gelar sebelum akhirnya kembali ke Barcelona pada 2011. Suatu hal yang kemudian diikuti Robin van Persie, Samir Nasri, Bacary Sagna, hingga Alex Oxlade-Chamberlain.

Aaron Ramsey

Ramsey adalah salah satu bagian dari skuad Arsenal yang dipimpin oleh Fabregas. Ramsey yang berkewarganegaraan Wales membuat debut di tim nasional pada 2008. Pada 26 Maret 2011, ketika masih berusia 20 tahun 90 hari, Ramsey diangkat sebagai kapten tim nasional Wales.

Sebuah langkah yang sangat berani mengingat Ramsey bukan memimpin sebuah klub tetapi sebuah negara. Memang di antara pemain Wales lain saat itu, Ramsey adalah salah satu yang paling menonjol selain Gareth Bale. Ia memiliki kemampuan teknis yang jenius ditambah dengan stamina dan tenaga ala sepakbola Britania Raya. Ramsey adalah paket komplit, bisa menyerang dan bertahan dengan sama baik.

Jabatan Ramsey tidak bertahan lama, satu setengah tahun kemudian posisinya digantikan oleh Ashley Williams. Namun, sang pemain tetap menjadi pilihan utama dan bukan tak mungkin di tahun-tahun mendatang akan kembali ditunjuk menjadi kapten.

Fernando Torres

Torres telah ditunjuk sebagai kapten Atletico Madrid pada 2001 saat usianya masih 17 tahun. Meski masih berusia remaja, nyatanya Torres saat itu adalah juru gedor utama Atletico dengan catatan 38 gol dalam 3 musim pertamanya di tim utama. Kemampuan di atas rata-rata membuat pelatih Jesus Gil tak ragu menjadikannya kapten.

Torres menjabat sebagai kapten Los Colchoneros selama 4 musim sebelum melalang Eropa di tahun 2007 untuk meraih berbagai gelar bersama Liverpool, Chelsea, AC Milan dan kembali ke Atletico Madrid 7,5 tahun kemudian. Menariknya pelatih Torres saat berbaju Atletico untuk kedua kalinya, Diego Simeone adalah salah satu pemain yang pernah dikapteni Torres ketika masih aktif bermain.

Mamadou Sakho

Sakho adalah kapten termuda sepanjang sejarah Paris Saint Germain dan Ligue 1. Tidak tanggung-tanggung, Sakho ditunjuk sebagai kapten di laga debut profesionalnya di tahun 2007 pada usia 17 tahun 8 bulan. Sakho saat itu sesungguhnya tak benar-benar menjadi kapten PSG. Pelatih PSG, Paul Le Guen berusaha memotivasi pemain-pemain seniornya dengan menunjuk Sakho. Sedikit jahat, namun cukup berhasil dengan PSG berhasil keluar sebagai juara Coupe de la Ligue musim itu.

Nyatanya Sakho bukan bek sembarangan dan memang punya jiwa kepemimpinan meski masih belia. Setelah menjalani debut ia langsung menjadi pemain utama dan beberapa kali tampil sebagai kapten di musim berikutnya. Sakho akhirnya ditunjuk sebagai kapten utama pada tahun 2011 sebelum kedatangan investor Qatar memaksanya melalang buana ke Inggris.

Bagaimana dengan Anda? Usia sudah 21 tahun tapi beli kuota saja masih minta sangu wakwakwak.

Saya juga sih.

BACA JUGA Mari Bersepakat Bahwa Indomaret Lebih Baik Daripada Alfamart dan tulisan Valian Aulia Pradana lainnya.

Baca Juga:  Alasan Terselubung Pemberitaan Virgil van Dijk yang Cedera Terkesan Berlebihan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.