Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

5 Hal yang Terjadi jika Citayam Fashion Week Pindah ke Pantai Indah Kapuk

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
25 Juli 2022
A A
5 Hal yang Terjadi Jika Citayam Fashion Week Pindah ke Pantai Indah Kapuk Terminal Mojok

5 Hal yang Terjadi Jika Citayam Fashion Week Pindah ke Pantai Indah Kapuk (ANTARA/Mentari Dwi Gayati/uyu)

Share on FacebookShare on Twitter

Seandainya Citayam Fashion Week beneran pindah ke daerah Pantai Indah Kapuk, kira-kira bakal kayak gimana, ya?

Kabar buruk datang dari Citayam Fashion Week. Bukan, ini bukan terkait anak-anak Citayam yang bikin onar atau buang sampah sembarangan, melainkan ada pihak yang mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Pihak yang mendaftarkan tersebut berasal dari kalangan borjuis. Memang istilah “created by the poor, stolen by the rich” dalam sepak bola nyata adanya, ya.

Sebelumnya saya sempat nonton video wawancara Roy, salah seorang anak yang terkenal dari Citayam Fashion Week, yang mengatakan bahwa dia dan beberapa temannya berencana untuk pindah tongkrongan dari Sudirman ke Pantai Indak Kapuk (PIK). Menurut mereka, kehadiran anak Jaksel kini menggeser keberadaan anak Citayam di Sudirman. Bukan nggak mungkin kalau Roy, dkk. makin mantap pindah ke PIK setelah tahu Citayam Fashion Week didaftarkan ke PDKI.

Kalau Citayam Fashion Week benar-benar pindah ke Pantai Indah Kapuk, saya rasa 5 hal berikut bakal terjadi.

#1 Ongkos transportasi anak Citayam jadi lebih mahal

Jika kita membandingkan ongkos transportasi dari Stasiun Citayam ke Sudirman dan dari Citayam ke Pantai Indah Kapuk, jelas bakal lebih hemat ongkos dari Citayam ke Sudirman. Sebab, anak-anak Citayam ini hanya perlu naik KRL sekali untuk bisa mencapai Sudirman.

Sementara itu, jika anak Citayam nongkrong di Pantai Indah Kapuk, mereka harus naik transportasi umum minimal dua kali, yakni KRL dan TransJakarta, lantaran nggak ada KRL yang bisa turun langsung di PIK. Jadi, kalau anak-anak Citayam mau nongkrong di Pantai Indah Kapuk, mereka harus turun di Stasiun Jakarta Kota, kemudian keluar stasiun dan mencari halte terdekat agar bisa menuju daerah PIK dengan bus TransJakarta. Agak ribet juga ya kalau mau bikin Citayam Fashion Week di PIK.

#2 Waktu tempuh ke tempat nongkrong jadi lebih lama

Jika Roy, Bonge, Jeje, dkk. memang berniat pindah tempat nongkrong ke Pantai Indah Kapuk, mereka harus memperhitungkan waktu tempuh juga. Pasalnya, waktu tempuh dari Citayam ke PIK bakal lebih lama ketimbang dari Citayam ke Sudirman. Belum lagi kalau mereka ketinggalan KRL atau harus menunggu lama bus TransJakarta, wah, bisa-bisa waktunya keburu habis di jalan.

#3 Butuh tenaga lebih banyak untuk bisa sampai ke tempat nongkrong

Selain ongkos dan waktu, ada satu hal lagi yang memberatkan anak Citayam untuk nongkrong di Pantai Indah Kapuk, yakni perkara tenaga. Kenapa saya bilang memberatkan? Gini, seperti yang sudah saya bilang tadi, kalau mau nongkrong di PIK, mereka harus nyambung naik TransJakarta setelah turun di Stasiun Jakarta Kota. Keluar stasiun, mau nggak mau mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa menuju halte bus terdekat. Tahu sendiri, kan, konon orang Indonesia itu paling susah diajak jalan kaki. Eh, tapi saya tetap mendukung Roy, Bonge, Jeje, dkk. supaya semangat jalan kaki, sih. Hitung-hitung olahraga, kan?

Baca Juga:

Rekomendasi 6 Tempat Makan di Fresh Market PIK, Pasar Paling Ideal di Jakarta Utara

Membandingkan Jeje Slebew dengan Cinta Laura Itu Bodoh

#4 Omzet starling Sudirman turun

Starling alias Starbucks keliling atau yang lazim dipahami sebagai tukang kopi keliling turut menjadi buah bibir di tengah hiruk-pikuk Citayam Fashion Week. Ramainya anak-anak Citayam yang nongkrong di Sudirman membuat omzet starling di daerah tersebut meningkat drastis. Ada beberapa media yang menyebutkan bahwa omzet starling ini bisa mencapai 700 ribu per hari dan bahkan lebih!

Nggak kebayang kalau anak-anak Citayam beneran pindah tongkrongan ke Pantai Indah Kapuk. Kemungkinan besar omzet starling di Sudirman bakal anjlok. Sebab, nggak mungkin kan anak-anak Jaksel atau pegawai SCBD mau jajan dan ngopi di starling? Apalagi di daerah Sudirman sudah banyak gerai coffee shop besar.

#5 Harus membangun kembali brand Citayam Fashion Week di tempat baru

Saya rasa hal terakhir ini jadi tantangan paling berat bagi anak-anak Citayam. Sebab, mereka harus membangun kembali brand Citayam Fashion Week di tempat nongkrong yang baru, yakni di Pantai Indah Kapuk. Anak-anak seumuran Roy, Bonge, Jeje, dkk. mungkin bakal kesulitan, namun ini bukan hal yang mustahil. Dengan semangat kebersamaan dan keunikan, saya yakin anak-anak Citayam bisa menghantam kembali congkaknya industri fesyen Jakarta yang selama ini dikuasai oleh anak Jaksel hypebeast.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Citayam Fashion Week: Bergaya Adalah Hak Setiap Orang, Bukan Cuma Mereka yang Beralas Kaki Nike Atau Berparfum Bvlgari.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2022 oleh

Tags: Citayam Fashion WeekPantai Indah Kapukpindah
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Citayam Fashion Week: Bergaya Adalah Hak Setiap Orang, Bukan Cuma Mereka yang Beralas Kaki Nike Atau Berparfum Bvlgari Terminal Mojok

Citayam Fashion Week: Bergaya Adalah Hak Setiap Orang, Bukan Cuma Mereka yang Beralas Kaki Nike Atau Berparfum Bvlgari

12 Juli 2022
Rekomendasi 6 Tempat Makan di Fresh Market PIK, Pasar Paling Ideal di Jakarta Utara Terminal Mojok

Rekomendasi 6 Tempat Makan di Fresh Market PIK, Pasar Paling Ideal di Jakarta Utara

15 Oktober 2022
Ketimbang Klaim Citayam Fashion Week, Baim Wong Sebaiknya Klaim Klitih, Go International Material Banget!

Ketimbang Klaim Citayam Fashion Week, Baim Wong Sebaiknya Klaim Klitih, Go International Material Banget!

26 Juli 2022
Membandingkan Jeje Slebew dengan Cinta Laura Itu Bodoh

Membandingkan Jeje Slebew dengan Cinta Laura Itu Bodoh

27 Juli 2022
lionel messi putuskan bertahan di barcelona tak jadi pindah mojok.co

Bagaimana Rasanya Melihat Messi Memakai Jersey Klub Lain?

6 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.