Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Jangan Dilakukan ketika Anda Berada di Lampu Merah Condongcatur

Marshel Leonard Nanlohy oleh Marshel Leonard Nanlohy
31 Maret 2024
A A
5 Hal yang Jangan Dilakukan ketika Anda Berada di Lampu Merah Condongcatur

5 Hal yang Jangan Dilakukan ketika Anda Berada di Lampu Merah Condongcatur (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kita bicara tentang lampu merah Condongcatur, hampir mustahil menemukan hal-hal baik tentang tempat ini.

Selain banyak dicaci karena durasi lampu merah yang tidak adil antara utara-selatan dan barat-timur, ringroad utara bagian ini juga kerap kali menjadi tempat yang cocok untuk meratapi kehidupan di Jogja dengan UMR yang segitu-gitu aja.

Bayangkan, dari beberapa tahun saya menetap di Concat, keluhan tentang matinya lampu merah di lampu merah ini sering sekali terjadi. Saya sendiri merasakan langsung sebanyak lebih dari 5 kali dalam kurun waktu satu tahun saja. Tentu saja ini bahaya, karena lampu merah Condongcatur, sama halnya dengan Kentungan, adalah pertemuan empat sisi yang sama ramainya.

Dari arah timur, mobil-mobil besar seperti bus dan truk terhambat di lampu merah ini. Selain itu, motor yang nggak kalah banyaknya juga berebut untuk mencari posisi terbaik agar langsung tancap gas setelah lampu hijau menyala.

Sebaliknya dari arah barat, rombongan kendaraan tetap menumpuk di persimpangan lampu merah ringroad utara Condongcatur. Padahal, kemacetan di lampu merah ringroad utara Kentungan telah berhasil diurai dengan membangun underpass.

Hal ini juga terjadi bagi arah utara dan selatan. Di pagi hari, tumpukan kendaraan yang mengangkut orang-orang yang bekerja maupun kuliah akan menyambut Anda di pintu masuk Terminal Condongcatur. Sebaliknya, di sore hari, jangan sekali-sekali Anda memberanikan diri untuk membunyikan klakson ketika melintas di ujung Jalan Gejayan.

Tentang durasi lampu merah Condongcatur

Setelah beberapa tahun saya menyandang status sebagai akamsi Condongcatur, saya dapat menyimpulkan bahwa yang menyebabkan kemacetan di lampu merah Condongcatur bukanlah durasi atau lama waktunya, melainkan akhlak manusianya.

Mengutip tulisan Mas Hammam tentang perempatan ringroad Condongcatur, durasi APILL saat ini dapat berubah-ubah jika sudah terpasang sistem ATCS di dalamnya. Melalui ruang kendali yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan (Dishub), lama waktu lampu merah dan hijau bisa diatur sedemikian rupa tergantung situasi dan kondisi.

Baca Juga:

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jadi, seharusnya argumentasi mengenai lama waktu yang dirasa tidak adil sudah menjadi tidak relevan lagi saat ini, karena toh lama waktunya bisa berganti sesuai dengan keadaan.

Dari pengamatan saya melewati jalan ini hampir setiap hari selama satu tahun lebih, ada lima hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh pengendara (motor, mobil, bus, maupun truk) yang sedang menunggu lampu merah.

Bermain handphone di lampu merah Condongcatur

Jika Anda kira bermain handphone pada saat lampu merah nggak membahayakan, Anda salah besar. Nyatanya, main hape ketika menunggu lampu merah akan mengalihkan perhatian pengendara, sehingga ketika sudah saatnya jalan, reaksi pengendara tidak siap dan akan menghambat waktu pengendara lain di belakang. Keburu merah lagi deh.

Nggak cuma itu, pengendara yang main hape ketika menunggu lampu merah akan mengganggu fokus pengendara lain. Gimana kalau konten yang sedang Anda lihat memang menarik, sehingga pengendara lain akan melirik hape Anda dan kehilangan fokus juga? Ah, sudahlah!

Oke, ini alasan yang nggak mashok.

Terkecuali mereka yang bekerja mengantar paket, ojek online, dan para pendatang yang sama-sama perlu membuka handphonenya untuk melihat maps agar menghemat waktu dan nggak kesasar. Rispek boss!

Mematikan mesin kendaraan

Orang-orang yang mematikan mesin kendaraan saat menunggu lampu merah berpikir bahwa mereka adalah ilmuwan andal yang lihai dalam meningkatkan efisiensi pembakaran mesin, sehingga dapat menghemat bensin. Padahal ya, nggak juga. Nah, kalau di Jakarta, orang-orang ini akan mendapatkan julukan tersendiri: sok ide; Alias terlalu kreatif.

Intinya sih, jangan lakuin hal ini di lampu merah Condongcatur. Kasian pengendara lain yang sudah standby, tapi malah kehalang situ yang masih berusaha nyalain mesin.

Bersenandung mengikuti lantunan lagu seniman jalanan

Lampu merah Condongcatur memang tempatnya pengamen mengais rezeki. Nggak ada masalah di situ, yang masalah kalau situ ikutan nyanyi. Bukan apa-apa, emangnya nggak malu?

Ya kalau suaranya bagus. Kalau nggak ya gimana ya. Memang ada kalanya ada bakat yang harus dipendam.

Mencoba basa-basi dengan pengendara lain

Orang Indonesia memang terkenal dengan ramah tamahnya, tapi mosok iya di tengah-tengah lampu merah Condongcatur, Anda nyoba ngobrol. Ya nggak apa-apa sih, tapi gimana ya…

Selain membuat situasi canggung (apalagi jika cuaca sedang panas), Anda juga tidak diharuskan untuk mengenal siapa pengendara di sebelah Anda. Menurut saya, bagian ini menjadi hal yang paling tidak penting untuk dilakukan ketika sedang menunggu lampu merah.

Saya yang notabene adalah perantau dari Kota Depok yang semrawut itu mengalami culture shock ketika (tidak hanya sekali) pengendara motor lain mencoba basa-basi dengan saya ketika hendak menunggu lampu merah.

Mengambil gambar atau video langit sore di lampu merah Condongcatur

Langit yang indah dan kecantikan Gunung Merapi yang tampak jelas memang tidak terjadi setiap saat. Jadi ya agak wajar jika kalian lihat ada yang coba menangkap indahnya Merapi di lampu merah Condongcatur. Meski ya, susah. Wong kehalang segitu banyak baliho dan pohon.

Tapi ya, gara-gara tiktok dan lagu viral dari The Lantis yang berjudul Lampu Merah, semua orang seakan-akan latah ketika bertemu dengan lampu merah di sore hari, dengan pemandangan langit yang sebenarnya biasa-biasa saja.

Mengambil gambar dan video di sore hari untuk menemani Anda menunggu lampu merah mungkin terlihat indah, tetapi keamanan Anda dan pengendara lain tetap harus menjadi prioritas utama, bung!

Kira-kira itu beberapa hal yang dapat saya temukan ketika menunggu macetnya lampu merah Condongcatur. Baiknya sih menunggu durasi lampu merah dengan tenang, sembari memikirkan bisa-bisanya UMR daerah ini sebegitu tiarap.

Penulis: Marshel Leonard Nanlohy
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Probolinggo Itu Kota di Jawa Timur, dan Kami Bukan Orang Madura meski Pakai Logat Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2024 oleh

Tags: condongcatur jogjaJogjalampu merah condongcaturringroad utara
Marshel Leonard Nanlohy

Marshel Leonard Nanlohy

Seorang Pemuda yang berusaha menemukan makna kehadiran Tuhan dalam setiap peristiwa, baik yang sederhana maupun yang menguji, sebagai bagian dari perjalanan memahami kehidupan.

ArtikelTerkait

Anak Madura Mudah Dapat Jodoh di Jogja ketimbang Jakarta

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

3 Agustus 2025
4 Pasar Kalcer Jogja yang Bisa Dikunjungi Selain Pasar Ngasem Mojok.co

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

29 Mei 2026
Andai Pekalongan Punya Banyak Tempat Nongkrong Seperti Jogja tongkrongan

Andai Pekalongan Punya Banyak Tempat Nongkrong Seperti Jogja

21 November 2019
Jalan Bugisan Selatan Jogja, Penghubung Jogja-Bantul yang Menguras Kesabaran

Jalan Bugisan Selatan Jogja, Penghubung Jogja-Bantul yang Menguras Kesabaran

13 Desember 2023
Jogja Katanya Romantis, tapi kok Kisah Cinta Saya Kandas Melulu?

Jogja Katanya Romantis, tapi kok Kisah Cinta Saya Kandas Melulu?

3 Agustus 2022
Jogja! Rute Trans Jogja Malah Membahayakan Warga Bantul (Unsplash)

Pemerintah Jogja Wajib Mengevaluasi Rute Trans Jogja di Jalur Bantul karena Membahayakan dan Membuat Warga Kesal

22 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan Mojok.co

Tinggal dekat Ringroad Barat itu nggak nyaman, tiap malam diteror suara blayer motor yang meresahkan

3 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.