Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Hal yang Harus Diperbaiki dari Pariwisata Majalengka

Kiki Muhamad Mudzakir oleh Kiki Muhamad Mudzakir
20 Desember 2021
A A
kabupaten majalengka
Share on FacebookShare on Twitter

Perkenalkan, saya adalah seseorang yang lahir dan tumbuh besar di Kabupaten Majalengka. Dari brojol sampai sekarang nulis pun saya tinggal di Majalengka. Bahkan saya sampai nggak tahu rasanya merantau itu seperti apa. Meskipun banyak teman-teman saya yang merantau ke luar kota demi mendapatkan rejeki yang lebih baik daripada UMK Majalengka.

Salah satu yang paling saya sukai dari Majalengka adalah kekayaan alamnya yang memesona. Mulai dari Gunung Ciremai sampai Sungai Cikadongdong yang jernihnya ngalahin isi pikiran saya. Dan wisata pula lah yang menjadikan nama Majalengka makin dikenal oleh dunia luar. Sekarang bukan lagi Majalengka kota pensiun, atau Majalengka digoyang. Kami sebagai warlok Kabupaten yang diapit oleh Cirebon dan Sumedang bisa bangga dengan jargon Majalengka Eksotisnya.

Tapi, meski potensi wisatanya yang tumpah ruah dari ujung selatan sampai utara, menurut saya ada yang kurang dari wisata Majalengka dan harus diperbaiki biar makin cantik. Di antaranya adalah:

Akses jalan

Salah satu yang krusial dalam wisata adalah akses jalan. Bayangkan saja kalau kalian main ke tempat yang indah tapi aksesnya susah, apakah akan kembali ke sana? Tentu akan berpikir lagi. Meski sebenarnya kondisi saat ini sudah lebih baik dari lima tahun yang lalu, tetap saja akses yang ada masih dirasa kurang. Dari mulai jalan rusak sampai jalan yang jauh dan kurang lebar.

Latah adalah kita

Salah dua yang paling saya tidak suka adalah kelatahan wisata Majalengka. Niatnya memang bagus, untuk inovasi biar kekinian. Tapi, nggak perlu pasang sayap-sayap sama lambang hati juga dong. Atau permadani terbang serta bangunan yang justru mengurangi keindahan alamnya. Harusnya inovasi itu dilihat dan disesuaikan dengan kondisi wisata yang ada disana, bukan serta merta mengikuti yang sudah ada. Gunakan sistem Amati Tiru dan Modifikasi

Jarak yang jauh

Majalengka sepertinya harus membagi fokus wilayah wisatanya, seperti Bandung dengan daerah Ciwidey dan Rancabali. Ada wisata Argapura yang berada di sisi barat Gunung Ciremai, serta wisata Sindangwangi yang ada di sisi timur laut Gunung Ciremai, atau wilayah Lemahsugih yang ada di selatan Gunung Ciremai. Pemda, pokdarwis, dan masyarakat haruslah bekerja sama biar satu wilayah bisa mengembangkan wisatanya sesuai lokasinya. Jadi banyak pilihan wilayah yang bisa dikunjungi wisatawan. Bukan wisata dari satu wilayah ke wilayah lain yang perjalanannya saja bisa memakan waktu satu sampai dua jam lebih.

Informasi bukan hanya eksistensi

Tidak bisa dimungkiri kalau influencer, akun wisata, dan orang-orang di Majalengka sangat jago bikin foto atau video estetik. Cuma sayang, hal tersebut tidak dibarengi dengan gencarnya penginformasian terkait lokasi wisata, akses jalan, dan lainnya. Kebanyakan hanya posting foto estetik dan video cinematic. Wisatawan iya tertarik karena visual di media sosialnya bagus, tapi kan mereka juga butuh informasi detail tentang lokasinya. Apalagi kalau ada akun gede yang Majalengka banget tapi nggak suka balas pertanyaan wisatawan di media sosialnya.

Ego

Terkadang, saya melihat baik itu birokrat maupun pelaku wisatanya justru masih saling menaikkan ego masing-masing. Birokrasi ingin yang praktis dan efisien, sementara pelaku wisata ingin pengembangan yang merata. Juga terkait inovasi, perencanaan, sampai kritikan. Kadang baik birokrat maupun pelaku wisatanya sendiri ogah menerima itu semua. Selalu berpikir bahwa mereka paling benar tanpa mendengar pandangan dari wisatawan maupun masyarakat pada umumnya.

Baca Juga:

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

Nah itulah beberapa poin yang menurut saya harus diperbaiki ke depannya, jika memang Majalengka mau benar-benar mengembangkan pariwisata. Jangan hanya berpikir praktis dan ekonomis. Bikin wisata yang sustainable memang nggak mudah. Tapi, bukan berarti hal tersebut mustahil buat dilakukan. Saya percaya bahwa Majalengka ke depan akan mampu bersaing dengan daerah yang sudah terlebih dulu mengembangkan wilayahnya.

Sumber Gambar: Unsplash

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini y

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2021 oleh

Tags: majalengkapariwisata
Kiki Muhamad Mudzakir

Kiki Muhamad Mudzakir

Seorang fotografer amatir dan pengangguran yang konsisten.

ArtikelTerkait

Membayangkan Indonesian Wave Bangkit dan Mendunia seperti Hallyu

21 Juni 2021
5 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia dan Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Sana Terminal Mojok

5 Destinasi Wisata Menarik di Indonesia dan Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Berkunjung ke Sana

9 Desember 2022
Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana Mojok.co

Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana

27 Desember 2023
4 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Enrekang terminal mojok

4 Tempat Wisata di Enrekang yang Wajib Dikunjungi

7 Desember 2021
Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal Mojok.co

Liburan ke Luar Negeri Bukan Soal Gengsi, tapi Pilihan Masuk Akal karena Tiket Pesawat Domestik Sudah Kelewat Mahal

8 Maret 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Banyuwangi Terkait Minuman Keras (Unsplash)

Pariwisata Banyuwangi Jangan Berharap Melampaui Bali, Perbaiki Dulu Kekurangan yang Lain

29 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.