Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Hal Nggak Enaknya Naik Kereta Bandara

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
2 Mei 2022
A A
5 Hal Nggak Enaknya Naik Kereta Bandara Terminal Mojok

5 Hal Nggak Enaknya Naik Kereta Bandara (Sartono Suwarjo/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak jadi perantau beberapa tahun belakangan, saya terbiasa memanfaatkan bus Damri dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang untuk pulang ke rumah orang tua saya di Cikarang dan sebaliknya. Namun, akhir-akhir ini saya mulai jengah dengan waktu menunggu bus tersebut yang bisa melebihi dua jam. Apalagi sejak pandemi Covid-19, harga tiket bus Damri dari Cikarang menuju Soekarno-Hatta naik dua kali lipat.

Akhirnya saya mencoba moda transportasi umum lain yang dulu pernah ramai di media sosial, yakni kereta bandara. Banyak komentar positif yang saya dengar dan saya baca terkait kereta bandara ini. Namun setelah mencobanya sendiri, saya justru menemukan lima hal nggak enak saat menaiki kereta bandara.

#1 Nggak praktis

Berbeda dengan taksi dan bus yang bisa langsung kita jumpai begitu keluar bandara, untuk naik kereta bandara kita perlu menaiki feeder sky train ke stasiun kereta bandara terlebih dulu dari terminal kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini tentu saja nggak praktis, apalagi buat penumpang yang bawa banyak barang bawaan. Dibandingkan moda transportasi mainstream seperti taksi dan bus, naik kereta bandara sungguh butuh perjuangan.

Taksi lebih praktis karena langsung bisa ditemukan begitu keluar dari bandara (Shutterstock.com)

#2 Nggak cocok buat orang yang terbiasa bertransaksi tunai

Hal nggak enak lainnya adalah pembelian tiket kereta bandara hanya menggunakan metode pembayaran non-tunai. Tentu saja orang-orang yang terbiasa melakukan transaksi tunai jadi kebingungan saat akan naik kereta bandara ini. Misalnya saja kita hanya bawa uang tunai dan nggak punya saldo di ATM maupun dompet digital, tentu akan sangat repot, bukan?

#3 Papan petunjuk arahnya kurang informatif

Bagi orang-orang yang punya slogan “lebih baik sesat di jalan ketimbang malu karena bertanya” seperti saya, papan petunjuk arah adalah landasan informasi yang biasa digunakan untuk menuju suatu tempat. Dengan memanfaatkan kesotoyan dan papan petunjuk arah, saya mencoba mencari arah stasiun kereta bandara di Soekarno-Hatta. Akhirnya saya berhasil menemukan stasiun tersebut, meski sempat kebingungan di tengah jalan akibat papan petunjuk arahnya kurang informatif dan nggak memberikan petunjuk yang pas.

Ilustrasi papan petunjuk arah di bandara (Haryanta. P/Shutterstock.com)

#4 Nggak bisa menikmati pemandangan alam yang indah

Kalau kalian terbiasa menaiki kereta jarak jauh dari Jakarta menuju kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Semarang, Jogja, dan Surabaya, kalian tentu sudah paham dengan pemandangan alam yang terbentang sepanjang perjalanan. Ada areal persawahan, gunung, kebun, hingga sungai. Sayangnya, ketika naik kereta bandara, bukan pemandangan alam yang saya dapatkan, melainkan pemandangan potret kehidupan sosial masyarakat di daerah padat penduduk di pinggiran rel kereta api. Selain itu, kecepatan kereta yang terlampau kencang membuat saya nggak bisa menikmati “pemandangan” wilayah Jabodetabek di sepanjang jalur kereta.

Ilustrasi menikmati pemandangan dari dalam kereta (Shutterstock.com)

#5 Bikin mual

Selain nggak bisa menikmati pemandangan secara maksimal, kecepatan kereta menimbulkan masalah lainnya. Masalah tersebut berupa rasa mual yang harus saya rasakan selama naik kereta. Untungnya waktu tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Stasiun Manggarai hanya memakan waktu sekitar satu jam, sehingga saya nggak perlu merasakan mual yang berkepanjangan.

Di luar dari hal-hal nggak enak di atas, semoga saja kereta bandara selalu berbenah dan akan lebih baik lagi dalam melayani para penumpang yang memanfaatkan jasanya.

Baca Juga:

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

7 Kelebihan dan Kekurangan Kereta Bandara YIA yang Perlu Diketahui Calon Penumpang

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Menumpang Mobil Damri Mahal yang Bentukannya Mirip Ikan Belida ke Bandara YIA.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2022 oleh

Tags: Bandara Soekarno-Hattakereta bandara
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Meskipun Bikin Gempor, Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 Tetaplah yang Paling Nyaman

Meskipun Bikin Gempor, Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 Tetaplah yang Paling Nyaman

29 September 2022
3 Keuntungan Naik Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya yang Nggak Disadari Penumpang

3 Keuntungan Naik Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya yang Nggak Disadari Penumpang

21 Februari 2024
7 Kelebihan dan Kekurangan Kereta Bandara YIA yang Perlu Diketahui Calon Penumpang

7 Kelebihan dan Kekurangan Kereta Bandara YIA yang Perlu Diketahui Calon Penumpang

23 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.