Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Pejabat Eselon 1 yang Nggak Diketahui Banyak Orang

Andri Saleh oleh Andri Saleh
27 September 2022
A A
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Pejabat Eselon 1 yang Nggak Diketahui Banyak Orang Terminal Mojok

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Pejabat Eselon 1 yang Nggak Diketahui Banyak Orang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak orang menganggap kalau jadi pejabat eselon 1 itu enak. Kamu tahu kan apa itu pejabat eselon 1? Itu tuh, pejabat yang menduduki kasta tertinggi di dunia birokrat macam Kepala Badan, Deputi, Dirjen, Sekjen, Irjen, dan sejenisnya. Selain gaji dan tunjangannya lebih besar dari pejabat yang lain, pejabat eselon 1 juga mendapatkan berbagai fasilitas mewah dari negara, sebut saja kendaraan dinas tipe sedan atau SUV terbaik dan rumah dinas dengan luas bangunan minimal 250 meter persegi. Belum lagi perlakuan istimewa dari setiap event, entah itu ruang VVIP, tempat duduk VVIP, kamar VVIP, dan VVIP-VVIP lainnya. Mantap, kan?

Tapi buat saya pribadi yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia kehumasan instansi pemerintah sekaligus pendampingan kegiatan pimpinan, ternyata jadi pejabat eselon 1 itu justru banyak nggak enaknya, lho. Seriusan. Hal inilah yang nggak banyak orang tahu dan luput dari perhatian media. Kalau pengin tahu apa saja nggak enaknya, nih coba kamu simak satu per satu.

#1 Super sibuk

Kalau yang ini sih fix no debat. Jadi pejabat eselon 1 itu sibuknya luar biasa, Gaes. Maklum, sebagai pejabat kasta tertinggi di dunia birokrat, pasti banyak kegiatan yang harus dihadiri. Entah itu pembukaan acara, peresmian, narasumber, undangan kedinasan, rapat terbatas, dan masih banyak lagi. Acaranya bisa di dalam kota, luar kota, luar provinsi, bahkan luar pulau. Bisa jadi pagi hari menghadiri acara di Jakarta, siangnya jadi narasumber di Surabaya, sorenya ada peresmian di Jayapura. Itupun nggak cuma di jam kerja, sering juga di luar jam kerja dan bahkan hari libur. Intinya sih kudu siap siaga 24 jam setiap hari. Pokoke kalau kamu jadi pejabat eselon 1, jangan harap bisa leyeh-leyeh di kamar di akhir pekan sambil nonton drakor atau mabar, ygy.

#2 Jadi perhatian publik dan media

Poin kedua ini sih sudah jadi risiko sebagai pejabat kasta tertinggi di dunia birokrat. Semua perkataan dan perbuatan pasti bakal jadi perhatian orang banyak, minimal oleh bawahannya sendiri. Sekali saja bikin ulah yang aneh-aneh, siap-siap saja viral dan jadi bahan rujakan publik. Sudah banyak kok kasus-kasus yang viral di media gegara kelakuan pejabat yang aneh-aneh itu. Ya mau gimana lagi, jadi pejabat eselon 1 itu kayaknya sudah nggak punya ruang privasi lagi.

#3 Harus tahu segala hal

Jadi pejabat eselon 1 itu harus siap menghadapi berbagai macam pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan instansinya. Pertanyaan bisa datang dari mana saja, entah itu dari bawahan, jurnalis media, sesama pejabat instansi lain, atau bahkan dari presiden sekalipun. Makanya jadi pejabat eselon 1 itu kudu banyak tahu segala hal yang berkaitan dengan kegiatan instansinya. Meski biasanya sudah ada tim khusus untuk menyiapkan materi pimpinan, tetap saja harus tahu konsep dan dasar-dasarnya. Nggak mungkin kan kalau ditanya terus jawabnya nggak tahu? Malu atuh sama jabatan.

#4 Harus tanda tangan banyak berkas

Nah, ini yang nggak diketahui orang banyak. Meja kerja pejabat eselon 1 itu nggak pernah sepi dari tumpukan berkas dokumen yang harus ditandatangani, Gaes. Dokumennya buanyak buanget. Mulai dari surat keputusan mutasi, undangan kedinasan, pencairan administrasi keuangan, aproval perjalanan dinas, permohonan cuti, sampai surat pengadaan barang dan jasa, semuanya numpuk di meja kerja si pejabat. Bahkan kalau lagi banyak-banyaknya, bisa butuh waktu seharian untuk tanda tangan berkas itu. Hadeh, mengcapek, kan?

#5 Jadi bahan gibah bawahannya

Kalau yang ini sih berlaku buat semua pejabat eselon, nggak cuma pejabat eselon 1. Di setiap instansi atau perusahaan, yang namanya pimpinan pasti selalu jadi bahan gibah bawahannya. Kalau nggak percaya, coba cek grup WhatsApp kantor. Saya yakin, pasti ada grup WhatsApp sempalan yang nggak ada pimpinannya. Kalau di instansi pemerintah, pasti ada grup WhatsApp kantor yang nggak ada pejabat eselon 1-nya. Buat apa coba? Ya buat gibah lah. Makanya kalau kamu jadi pejabat eselon 1, siap-siap saja kupingmu panas karena selalu digibahi oleh bawahan.

Itulah 5 hal nggak enaknya jadi pejabat eselon 1 yang nggak diketahui banyak orang. Meski banyak nggak enaknya, masih banyak juga yang berambisi untuk jadi pejabat eselon 1. Bahkan sampai ada yang menghalalkan segala cara dengan sogok sana sini dan sikut sana sini. Heran saya.

Baca Juga:

Mobil Dinas Pejabat Itu Memang Harus Mahal, kalau Bisa, Pilih yang Paling Mahal Sekalian

Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp2 Triliun kalau Mobil Dinas Pejabat Ditiadakan

Penulis: Andri Saleh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Pejabat Memang Tak Seharusnya Diminta Naik Transportasi Umum.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2022 oleh

Tags: birokratinstansi pemerintahPejabatpejabat eselon 1
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Cara Cepat Jadi Pejabat Adalah dengan Jualan Martabak MOJOK.CO

Cara Cepat Jadi Pejabat Adalah dengan Jualan Martabak

19 Juli 2020
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

25 September 2023
Kalau Saya Jadi Kepala Daerah, Jelas Saya Akan Peduli dengan Klub Bola Lokal terminal mojok.co

Kalau Saya Jadi Kepala Daerah, Jelas Saya Akan Peduli dengan Klub Bola Lokal 

3 Oktober 2021
Nonton Film kok di TikTok, Norak! terminal mojok (1)

Sebenarnya, Instansi Pemerintah Nggak Perlu Pakai TikTok, Nggak Cocok!

24 Oktober 2021
Dewi Ambarsari: Cintanya Dikhianati Seorang Bupati, Berakhir Mengutuk Pejabat Pemerintahan yang Masuk ke Dusun Setono Kediri

Dewi Ambarsari: Cintanya Dikhianati Seorang Bupati, Berakhir Mengutuk Pejabat Pemerintahan yang Masuk ke Dusun Setono Kediri

8 September 2023
foto bersama pejabat negara

Manfaat Foto Bareng Pejabat

29 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
3 Alasan Ayam Geprek Bu Rum Harus Buka Cabang di Jakarta ayam geprek jogja oleh-oleh jogja

Sudah Saatnya Ayam Geprek Jadi Oleh-oleh Jogja seperti Gudeg, Wisatawan Pasti Cocok!

10 Januari 2026
Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno Hatta (Unsplash)

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

11 Januari 2026
Bus Bagong, Bus Ekonomi Murah Rasa Jet Tempur

Bus Bagong Surabaya-Jember, Penyelamat Penumpang dari Ancaman Bus Bumel yang Suka Getok Tarif

7 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa
  • Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.