Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Guyonan yang Nggak Pernah Absen Menemani Bulan Puasa Kita (hah, Kita?)

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
5 Mei 2020
A A
guyonan bulan puasa

5 Guyonan yang Tidak Pernah Absen Menemani Bulan Puasa Kita (hah, Kita?)

Share on FacebookShare on Twitter

Konon, semakin tua, selera humor kita akan menemukan titik rendahnya. Atau anak-anak jaman sekarang menyebutnya sebagai receh. Tapi level recehnya berbeda, yakni level yang paling ekstrim bernama guyonan bapack-bapak dengan segala komunitas WhatsApp-nya. Yang menurutmu ra mashoook blas, belum tentu serupa di dalam konsep guyonan mereka. Guyonan akan menemukan tempat kemekelen-nya sendiri.

Sayangnya, kita sebagai pemuda yang mengaku memiliki gaya guyonan paling wahid pun terkadang blunder juga. Ya, namanya juga guyonan, tergantung bagaimana cara penyampaiannya. Tapi, sebuah pengecualian ketika kita menggunakan lawakan template alias itu-itu melulu setiap event tertentu.

Paling sering itu lawakan tahun baru, masih ada saja yang bilang begini, “mau ke kamar mandi jam 11:59 biar aku di kamar mandi selama satu tahun, hhe hhe hhe~” hadehhhh. Atau guyonan template ketika ditanya dari mana, kamu langsung nimpali “dari tadi” dengan wajah ngampet ngguyu berharap temen kamu yang nanya itu ngguyu. Bosan ah, bos.

Tak terkecuali momen Bulan Puasa, pasti menyimpan beberapa guyonan yang jamak ditemui, sudah usang untuk dipakai tapi buktinya masih ada aja yang menggunakan. Anehnya, yang menggunakan guyonan ini masih berharap yang membaca akan kemekelen akibat guyonan mautnya ini. Serius, hindari guyonan-guyonan ini, bradeur sisteur.

1. Nggak kerasa puasa tinggal…….hari lagi. Padahal puasa baru beberapa hari

Mau diem aja pekewuh, mau ketawa wagu lha emang guyonan ini udah sampah banget. Kalau dipakai anak SD yang baru punya ponsel gitu masih wajar lah. Tapi kalau kamu yang udah punya jakun dan jenggot tipis, rasanya kok ya nggak pantes gitu loh.

Guyonan ini polanya adalah puasa yang masih lama, tapi pakai sisipan “nggak kerasa” sebagai titik lucunya. Dengan gegayaan sarkas namun ra masyokkk, guyonan ini masih banyak ditemui di sekitar kita. Jangan harap bisa terbebas dari pola guyonan seperti ini karena guyonan ini masih menjadi andalan beberapa manusya.

Bahkan, beberapa teman saya masih hari pertama puasa saja sudah banyak yang update begini “nggak kerasa puasa tinggal 29 hari lagi”. Heh, Bang Bokir, saya kasih tahu ya, kalau mau ngelawak dan sok asik jangan berpatokan dari buku humor yang kamu beli dari Shopping Center atau Toko Buku Terban. Atau malah dari hasil googling “sms gokil 2K09”?

2. Lagi nggak puasa karena M, males

Huahahahaha~ ini jamak ditemukan sih, tidak hanya saat Bulan Puasa saja. Tapi guyonan model begini kian menjamur kala Bulan Puasa tiba. Premisnya berkutat tentang keimanan yang rendah, punchline-nya adalah “duh, lagi nggak boleh puasa, soalnya lagi M,” sambil menunjukkan wajah penuh harap akan ditanyai balik “M????? M apa tuch???!!!”

Baca Juga:

Menerima Sepenuh Hati Jokes Ala Bapak-Bapak yang Menyebalkan

Bisa juga pola ini di balik, pihak lawan yang menggunakan jadi bahan ejekan temannya. Seperti ini misalnya, “Si A nggak puasa tuch, kan lagi M….malez,” sambil idungnya kembang kempis menunggu tawa dari teman-temannya.

3. “Udah bosen sama sirup marjan” padahal Bulan Puasa baru berjalan satu hari

Sebenarnya nggak cuma sirup Marjan, sih. Ada juga makanan lain khas bulan puasa semisal kolak atau apapun itu. Polanya sama seperti guyonan template nomer satu, berusaha menjadi lucu dari sesuatu yang dianggapnya “ughh funny banget” padahal mah cringe abis, bos!

4. Berbuka dengan yang maniez, senyum kamu misalnya 

Eh, tapi yang ini bisa jadi dua maksud, sih. Pertama, guyonan template yang biasanya digunakan kepada lawan jenis. Kan nggak lucu kalau untuk bapak kos. “Ada lauk buka kan, Le?” terus kamu nimpali, “ada, Pak. Senyum bapak yang maniez,” bukannya diketawain malah yang ada kamu dikepruki kronjot sayur.

Kedua, sebagai gombalan template khas Bulan Puasa. Lan, Dilan, kurang-kurangin, Lan, udah basi. Setingkat lah sama “bapak kamu…..” khas Om Denny Cagur atau “masak aer biar mateng”-nya Bang Sapri. Hoam~

5. Liat kecoak jam segini rasanya kayak liat kurma

Saya punya satu quotes dari filsuf terkenal yang namanya saya lupa, “barang siapa temanmu yang menggunakan jokes ini, sesungguhnya dirinya sedang mempersiapkan menjadi bapack-bapack lebih cepat dari usianya”. Lha piye ya, ndes, apa nggak lelah gitu berusaha menjadi lucu dari hal-hal yang sering bersliweran di internet?

Emang pernah lucu, tapi kalau pola guyonan tiap Bulan Puasa gini terus ya bikin tepok jidat. Mau ditimang dari segi apapun, mau dirubah jadi “liat balok kayu jam segini kek wafer” atau “liat sunlight jam segini kek lemon water”, sekalinya udah nggak lucu ya susah.

Jadi lucu itu memang susah. Nggak segampang keluarin ulti saat main slepet sarung ketika menunggu Adzan Isya.

BACA JUGA Jokes Bulan Puasa yang Seharusnya Dimusnahkan Dari Muka Bumi ini atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2020 oleh

Tags: guyonan bulan puasajokes ala bapak-bapaktebak-tebakan receh
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

jokes ala bapak-bapak

Menerima Sepenuh Hati Jokes Ala Bapak-Bapak yang Menyebalkan

9 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri
  • Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup
  • Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”
  • Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi
  • Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan
  • Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.