Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Dosa Warung Madura yang Bikin Pembeli Mengelus Dada

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
10 Agustus 2025
A A
5 Dosa Warung Madura yang Bikin Pembeli Mengelus Dada

5 Dosa Warung Madura yang Bikin Pembeli Mengelus Dada (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau dulu tiap belokan ada Indomaret, sekarang tiap belokan ada warung Madura. Bedanya, Indomaret bisa dikenali dari jauh lewat baliho yang segede gaban, sementara warung Madura cukup dengan lampu kelap-kelip yang gemerlapnya mirip arena pasar malam.

Di dekat rumah saya pun ada satu. Sama seperti warung Madura pada umumnya, ia buka 24 jam tanpa lelah. Barang yang dijual lengkap mulai dari bensin eceran, beras, rokok, sampo, sampai sandal jepit. Sebagai warung penyedia barang kebutuhan sehari-hari, boleh dibilang warung Madura ini sering hadir sebagai penyelamat. Contohnya, ketika saya kehabisan telur saat menyiapkan sarapan setelah subuh. Solusinya? Ya, melipir ke warung Madura lah.

Meskipun warung ini sering jadi penyelamat hidup, bukan berarti tanpa cela. Ada beberapa dosa yang sering mereka lakukan pada pembelinya. Bukan dosa dalam arti sebenarnya, tentu saja. Tetapi cukup untuk membuat kita menarik napas panjang sambil istighfar. Dan saya yakin, kalian pun pernah kena satu atau dua di antara dosa berikut ini.

#1 Hitungan di warung Madura tidak jelas, tau-tau muncul jumlah

Ada momen klasik di warung Madura yang hampir semua pembeli pernah alami. Yaitu, proses menghitung total belanjaan yang penuh misteri. Nggak tau kapan dia ngitungnya, tau-tahu sudah muncul nominal.

Ya ada sih yang berhitung di depan pembeli. Cuma caranya berhitung sudah seperti dukun merapal mantra. Komat-kamit, bergumam tidak jelas. Kadang terdengar angka, kadang cuma, “Mmm… Dua… Mmm… Seribu… Eh… Mmm…”. Padahal, telinga kita sudah dipasang setajam mungkin, tapi ujung-ujungnya tetap saja nggak jelas dia ngomong apa. Baru terdengar jelas saat dia mengucapkan nominal akhir.

Kalau sudah begitu, pembeli mau tanya ulang harga per item juga mikir-mikir. Bisa-bisa wajah kita diingat sebagai pembeli yang menyebalkan. Ya, maaf-maaf aja, nih, bukannya nggak percaya dengan hitungan abangnya. Tetapi, sebagai pembeli kita perlu tahu harga barang yang kita beli. Tujuannya biar ada bahan obrolan pas balik ke rumah. “Ih, harga naik terus, nih. Gimana sih pemerintah.” Misal~

#2 Penjaga tiba-tiba muncul dari balik etalase. Bikin jantungan!

Tahu kan kalau etalase depan warung Madura itu tinggi? Nah, karena tinggi dan etalasenya penuh dengan barang, penjaga warung tidak akan terlihat dari luar andai dia duduk mepet ke etalase. Akhirnya, karena ngertinya nggak ada yang jaga, pembeli bakal teriak-teriak memanggil, “Beli… beli…”

Eh, nggak taunya si abang muncul dari balik etalase tanpa aba-aba. Dadakan banget. Rasanya kayak lagi kena jumpscare di film horor, cuma kali ini hantunya bawa kalkulator sama plastik kresek. Sumpah, kagetnya nggak ketolong.

Baca Juga:

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

Beat Deluxe Merah-Hitam, Motor Honda yang Menjadi Saksi Kejayaan Warga Pamekasan yang Sekarang Menjadi Bos Warung Madura

Kalau boleh usul, abang-abang warung Madura ini mending duduknya di tengah warung aja. Jadi, wujudnya kelihatan dari luar. Jangan mepet ke etalase ngapa dah, Bang. Bikin jantung melorot sampai dengkul saja.

#3 Melayani pembeli tidak sesuai urutan

Pernah nggak, sudah dari tadi berdiri, tinggal bayar doang, eh kalah sama yang nyelonong, “Rokok satu, Bang.”

Si abang penjaga warung Madura yang tangannya sudah di atas barang belanjaan kita juga pekok. Tinggal hitung belanjaan kita kok malah geser nyomot rokok. Trus terima uang, berlanjut ngobok-ngobok laci, cari kembalian. Sementara kita yang yang sudah datang lebih dulu, dianggap butiran debu.

Pedih.

Tapi ya mau bagaimana lagi? Sepertinya dalam dunia warung, tak terkecuali warung Madura, pembeli rokok memang punya jalur ekspres. Tidak pakai antre, tidak pakai basa-basi. Kalau di bandara, mungkin ini setara dengan priority boarding.

#4 Warung Madura terkesan sebagai tempat yang tidak ramah pelanggan

Sebagai orang Jawa yang terbiasa disambut dengan senyum dan basa-basi ketika berbelanja, jujur saja belanja di warung Madura itu kadang bikin kaget. Vibes-nya itu loh. Seringkali terasa seperti sedang dimarahi.

Nada suara penjaganya tegas, ekspresinya datar, dan kesannya selalu buru-buru. Mau nggak mau, diri ini jadi bermuhasabah, “Jangan-jangan gue udah ganggu tidur siang abangnya.”

Padahal kalau dipikir-pikir tudingan nggak ramah, jutek, dsb itu tidak berdasar. Bisa jadi, itu memang gaya bicara mereka. Cuma buat telinga orang Jawa yang lembut dan penuh unggah-ungguh ini, efeknya bisa bikin deg-degan. Berasa kayak bikin kesalahan pokoknya.

#5 Penjaga warung melayani sambil teleponan

Selain jarang tersenyum, dosa lain warung Madura terhadap pembeli adalah melayani tapi sambil teleponan.

Entah kenapa, penjaga di sana memang sering kedapatan sedang telepon-teleponan. Konon katanya sih, teleponan adalah cara penjaga warung Madura untuk mengusir sepi dan kantuk. Cuma nggak sambil melayani pembeli juga dong, Bang. Ya, memang sih si abangnya ini multi talented. Bisa teleponan sambil melayani pembeli. Tapi tetap saja, sebagai pembeli kami juga ingin diperhatikan.

Melayani sambil teleponan juga membuat pelanggan jadi kurang nyaman untuk belanja. Soalnya mereka jadi merasa nggak enak misal mau tanya harga atau minta diambilkan suatu barang. Takut dianggap motong pembicaraan, gitu. Akhirnya yang tadinya mau belanja A, B, C, D, jadi cuma A doang. Nah, kan, abang sendiri yang rugi, kan?

Gimana? Dari kelima dosa-dosa warung Madura di atas, mana nih yang pernah kamu alami? Atau, sudah pernah mengalami semuanya? Tapi ending-nya tetep balik lagi, kan?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sebagai Orang Madura, Saya Sebenarnya Agak Segan Belanja di Warung Madura.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2025 oleh

Tags: belanja ke warungpenjaga Warung Madurawarungwarung madurawarung madura 24 jam
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung Mojok.co

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung

18 September 2025
Warung Madura Kesayangan Rakyat, tapi Anak Tiri Pemerintah (Onyengradar via Shutterstock.com)

Warung Madura, Kesayangan Rakyat tapi Jadi Anak Tiri Pemerintah karena Dianggap Merugikan Karena Buka 24 Jam

3 Mei 2024
Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi QRIS

Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi

30 Agustus 2024
Cuma Tradisi Toron yang Bikin Orang Madura Rela Meliburkan Warung dan Usaha Lainnya Mojok.co

Cuma Tradisi Toron yang Bikin Orang Madura Rela Meliburkan Warung dan Usaha Lainnya

19 Juni 2024
scan barcodetukang parkir sinis pekerjaan mojok

Suka Duka Jadi Tukang Parkir Selama 6 Bulan

17 September 2020
Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Warung Madura di Daerah Lain Buka 24 Jam, tapi Kenapa di Madura Malah Nggak Buka 24 Jam?

18 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep MOjok.co

Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

30 Januari 2026
Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

28 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.