Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

5 Derita yang Akan Kamu Rasakan jika Punya Rumah di Pinggir Jalan Raya

Rahma Liasa Zaini oleh Rahma Liasa Zaini
28 Mei 2022
A A
5 Derita yang Akan Kamu Rasakan jika Punya Rumah di Pinggir Jalan Raya Terminal Mojok

5 Derita yang Akan Kamu Rasakan jika Punya Rumah di Pinggir Jalan Raya (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di daerah perkotaan, pilihan tempat tinggal biasanya lebih bergaam. Kamu bisa memilih untuk tinggal di perumahan cluster, perumahan non-cluster, rusun, apartemen, hingga kondominium. Pilihan tempat tinggal tersebut bisa dipilih sesuai kebutuhan—seperti pertimbangan lokasi yang dekat dengan fasilitas publik—dan pastinya alokasi dana yang dimiliki. Akan tetapi, bagi kami yang tinggal di daerah pedesaan setingkat kecamatan, pilihan tempat tinggal di sini hanya ada dua, yakni di pinggir jalan raya atau di tengah perkampungan yang jarak tempuhnya cukup jauh dari jalan utama.

Saya sendiri tinggal di sebuah rumah yang lokasinya di pinggir jalan raya. Sebenarnya tinggal di pinggir jalan raya nggak buruk-buruk amat. Kebanyakan masyarakat yang tinggal di pedesaan justru lebih memilih punya rumah di pinggir jalan raya ketimbang di tengah perkampungan yang lokasinya jauh dari jalan utama. Selain karena memudahkan mobilitas jika ingin bepergian, rumah di pinggir jalan raya juga jadi lokasi yang strategis untuk membuka usaha. Akan tetapi, dua keunggulan tersebut rupanya tak lebih banyak dari derita yang saya alami selama tinggal di rumah yang berada di pinggir jalan raya.

#1 Bising

Kondisi rumah di pinggir jalan raya tentu sangat berbeda dengan kondisi rumah di perumahan cluster seperti yang dipaparkan oleh Mas Rahadian dalam artikelnya beberapa waktu lalu. Bagi kami yang tinggal di pinggir jalan raya, deru suara mobil, motor, angkot, hingga bus antarkota antarprovinsi adalah makanan sehari-hari. Belum lagi jika yang lewat di depan rumah motor dengan knalpot racing yang suaranya bikin telinga sakit itu, beuh, orang yang sedang tertidur pulas sekalipun bakal terbangun. Makanya kalau kamu orang yang lebih menyukai suasana tenang dan damai, memilih rumah di pinggir jalan raya bukanlah ide yang tepat.

Harus terbiasa dengan suara mobil, motor, hingga bus yang melintas (Ikhsan Wibowo/Shutterstock.com)

#2 Sulit membedakan getaran truk dengan gempa bumi

Poin kedua ini saya rasakan sendiri. Iya, tiap kali angkutan bermuatan banyak seperti truk dan tronton melintas di depan rumah, siap-siap saja rumah bakal ikut bergetar. Di posisi inilah insting pemilik rumah biasanya dipertaruhkan. Hah? Dipertaruhkan untuk apa? Ya untuk membedakan getaran yang disebabkan gempa bumi atau truk-truk besar tersebut lah! Pasalnya, kalau tiba-tiba terasa getaran terus kamu sudah heboh keluar rumah dan mengira gempa bumi padahal ada truk besar yang lewat, ya siap-siap saja bakal ditertawakan tetangga.

#3 Sering jadi TKP kecelakaan lalu lintas

Derita selanjutnya yang saya rasakan sebagai orang yang tinggal di pinggir jalan raya adalah teras rumah sering jadi TKP kecelakaan lalu lintas. Agak mengerikan sih, tapi hal ini beneran terjadi. Biasanya kecelakaan terjadi karena banyak faktor seperti pengemudi kendaraan yang kehilangan kendali hingga mengendarai kendaraan dalam kondisi ngantuk. Jadi, bukan karena teras rumahnya yang angker, melainkan karena memang sudah risiko tinggal di pinggir jalan, ya, Mylov.

Teras rumah sering jadi tempat kecelakaan lalu lintas (Shutterstock.com)

#4 Kehilangan privasi

Punya rumah di pinggir jalan raya berarti harus siap-siap kehilangan privasi. Kebetulan ibu saya adalah penganut paham rumah tak boleh dipagari karena menurut beliau rumah berpagar dapat mengganggu acara yang diselenggarakan seperti hajatan dan lainnya. Sementara itu, jika rumah nggak diberi pagar sebagai pembatas, para penjual hingga orang yang minta sumbangan bakal dengan mudah mengetuk pintu rumah kami kapan pun mereka datang.

Selain itu, punya rumah di pinggir jalan raya bikin saya nggak bebas jika ingin duduk-duduk santai di teras rumah. Sebab, pemandangannya langsung menghadap ke jalan raya yang dipenuhi kendaraan dan orang yang lewat. Duh.

#5 Rawan maling

Tak seperti rumah-rumah di perumahaan cluster yang punya satpam, rumah di pinggir jalan raya biasanya nggak memiliki petugas keamanan untuk berjaga. Keberadaan maling masih jadi ancaman yang paling utama. Jangan lengah dengan kondisi sekitar rumah meski banyak orang yang lalu-lalang. Jangan lupa untuk senantiasa mengunci pintu rumah dan memberi kunci pengaman tambahan bagi kendaraan yang diparkir di depan rumah. Lebih baik waspada ketimbang kehilangan.

Baca Juga:

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

Rawan maling (Shutterstock.com)

Itulah lima derita yang bakal kamu rasakan jika punya rumah di pinggir jalan raya seperti saya. Kalau kamu tetap ingin membangun rumah atau beli rumah di pinggir jalan, pertimbangkan dulu hal-hal di atas. Kira-kira kamu bakal kuat menghadapinya atau nggak.

Penulis: Rahma Liasa Zaini
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Hal yang Saya Jumpai Selama Tinggal di Pinggir Rel Kereta Api.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2022 oleh

Tags: pinggir jalanRumah
Rahma Liasa Zaini

Rahma Liasa Zaini

Yang sedang berusaha untuk merdeka secara finansial.

ArtikelTerkait

Derita Punya Rumah Berdampingan dengan Pasar

Derita Punya Rumah Berdampingan dengan Pasar

26 April 2023
4 Tips Buat Kalian yang Berencana Bikin Rumah di Masa Pandemi Terminal Mojok

4 Tips Buat Kalian yang Berencana Bikin Rumah di Masa Pandemi

4 Januari 2021
5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

9 Februari 2023
3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Kandang Kambing dan Sapi yang Nggak Dipahami Warga Perumahan

3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Kandang Kambing dan Sapi yang Nggak Bakal Dipahami Warga Perumahan

6 Mei 2025
rumah daerah persawahan

Ingin Punya Rumah di Daerah Persawahan? Pikir-pikir Lagi

29 Oktober 2021
Beli Rumah Makin Berat di Ongkos, Mending Sewa Rumah (Unsplash)

Demi Menyelesaikan Perdebatan Beli Rumah vs Sewa Rumah, Saya Membuat Hitung-hitungan Paling Valid untuk Anak Muda Duit Pas-pasan

21 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.