Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

5 Derita Memiliki Rumah di Daerah Perkebunan

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
14 Maret 2023
A A
5 Derita Memiliki Rumah di Daerah Perkebunan

5 Derita Memiliki Rumah di Daerah Perkebunan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejauh apa pun kita pergi, tujuan terakhir kita pasti adalah rumah. Rumah sebagai tempat melepas penat setelah beraktivitas atau bepergian jauh. Karena pada dasarnya tak ada tempat di dunia ini yang senyaman dan sehangat rumah.

Setiap orang mendambakan situasi rumah yang tenteram dan damai, entah itu yang terletak di area dataran rendah, dataran tinggi, pesisir pantai, atau area perkebunan. Namun di mana pun letaknya, pasti tetap ada kelebihan dan kekurangannya.

Kebetulan rumah saya dikelilingi oleh perkebunan. Sebagai gambaran, rumah saya menghadap sebelah barat. Di sebelah barat ada pohon tebu yang hendak dipanen dan pohon jati. Di sebelah utara ada pohon singkong. Dan di sebelah timur ada tanaman jabon. Sebenarnya selain rumah saya, ada satu lagi rumah yang berada di tengah-tengah kebun ini, yakni rumah bude saya. Sudah ada gambaran gimana letaknya?

Seperti yang sudah saya bilang, di mana pun letaknya, setiap hunian pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kali ini saya akan membahas derita yang saya alami ketika punya rumah di daerah perkebunan.

#1 Suasana sepi

Pertama, suasananya sepi. Seperti yang sudah saya bilang, sekeliling rumah saya adalah perkebunan dan saya hanya memiliki satu tetangga, yakni bude saya. Otomatis suasana di sekitar jadi sepi.

Setelah azan magrib, sudah nggak ada aktivitas apa-apa di lingkungan kami. Hanya tersisa suara jangkrik yang bersahut-sahutan dalam sunyinya malam. Saya juga nggak pernah bertamu atau jalan-jalan di malam hari dengan tetangga sekitar. Gimana mau bertamu, wong nggak punya tetangga juga. Lagi pula jalan-jalan di tengah kebun malah bikin saya takut setengah mati.

#2 Kedatangan tamu tak diundang

Alih-alih kedatangan tamu tetangga atau sanak saudara, rumah saya justru lebih sering kedatangan tamu tak diundang seperti serangga hingga binatang melata seperti ular. Jika sedang musim kemarau, utamanya menjelang magrib, nyamuk biasanya datang ke rumah saya. Darah saya dan keluarga menjadi santapan rutin nyamuk-nyamuk ini. Maklum, tinggal di tengah kebun memang harus akrab dengan binatang kecil pengisap darah ini. Jika musim hujan tiba, gantian para katak yang biasa berteduh di depan teras. Mereka melompat-lompat sesuka hati.

Binatang-binatang kecil itu mungkin masih kedengaran biasa, ya. Yang lebih luar biasa adalah ketika ibu saya kedatangan tamu tak diundang yang menyeramkan. Iya, seekor ular. Ular tersebut ditemukan ibu saya di atas kasur.

Baca Juga:

5 Kelemahan Punya Rumah Dekat Sawah yang Jarang Disadari Orang Kota

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

Usut punya usut, ternyata ularnya menempel di kasur yang sedang dijemur di jalaman belakang. Setelah kasur diangkat dan dimasukkan di dalam rumah, ularnya ikut masuk. Hiii! Betapa terkejutnya kami saat melihat bintang buas itu.

#3 Ancaman tertimpa pohon besar

Persis di depan rumah saya ada beberapa pohon jati yang tingginya sudah mencapai empat meter. Saat hujan dan angin kencang melanda, kami sekeluarga nggak bisa tenang dan selalu waswas. Sebab, pohon jati yang tumbuh itu terkadang bergoyang terkena angin dan hujan seperti hendak jatuh menimpa atap.

Pokoknya tiap hujan datang, kami sekeluarga senam jantung, deh. Tinggal di daerah perkebunan yang banyak pohon nggak main-main, lho. Kalau pohon di sekitar kebun tumbang, bukan cuma harta benda yang melayang, nyawa kami juga ikut terancam.

#4 Genteng rumah mudah bocor

Selain takut pohon di kebun bisa menimpa atap rumah, kami yang tinggal di daerah perkebunan dihantui perasaan waswas akibat genteng yang mudah bocor. Daun yang terbawa angin bisa menyumbat aliran air di atas genteng, lho. Aliran air yang tersumbat itu akan menyebabkan kebocoran di genteng.

Bukan cuma sekali dua kali bapak saya membetulkan genteng yang bocor akibat tumpukan daun jati di atap yang menyumbat aliran air dari atap rumah. Selain itu, punya rumah di daerah perkebunan juga harus banyak-banyak bersabar, sebab daun-daun yang rontok dari pepohonan di sekitar kerap mengotori teras dan halaman rumah. Mau disapu sebersih apa pun, yang namanya angin kan bisa datang sewaktu-waktu dan merontokkan dedaunan dari pohon lagi.

#5 Rawan maling

Hunian yang jauh dari permukiman warga membuatnya jadi sasaran empuk maling, tak terkecuali rumah saya yang berada di tengah perkebunan. Sejak tinggal di sini, sudah dua kali rumah saya kemasukan maling.

Kejadian pertama, uang ibu saya yang ada di laci toko raib seketika. Puluhan rokok di lemari pun tak tersisa. Untungnya kejadian kemalingan yang pertama itu jadi pembelajaran bagi keluarga kami untuk lebih berhati-hati.

Kejadian kedua, malingnya berusaha membobol pintu belakang rumah. Untungnya mereka nggak bisa masuk karena pintu belakang sudah rangkap tiga. Mantap kan pintunya rangkap tiga? Kayak sandwich, berlapis-lapis.

Seberat apa pun derita yang saya alami, saya selalu berusaha bersyukur karena sebenarnya ada banyak kenikmatan juga yang saya rasakan saat tinggal di daerah perkebunan ini. Rumah bukan soal tempat saja, tapi juga suasana. Seburuk apa pun bangunan atau letak suatu rumah, jika suasana di dalamnya hidup, bahagialah penghuninya.

Itulah derita yang saya rasakan selama tinggal di daerah perkebunan. Kalau kalian tinggal di area mana, Gaes?

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Derita Punya Rumah di Gang Kecil.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2023 oleh

Tags: perkebunanRumah
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

rumah hunian pengantin baru

Pilihan Rumah Hunian Untuk Pengantin Baru

23 Mei 2019
4 Derita yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Dekat Jalan Raya Jogja-Solo

4 Derita yang Saya Rasakan Saat Tinggal di Dekat Jalan Raya Jogja-Solo

19 Mei 2025
Perabot Rumah Tangga yang Wajib Dibeli saat Menempati Rumah Baru

Perabot Rumah Tangga yang Wajib Dibeli Saat Menempati Rumah Baru

12 Desember 2022
5 Aturan Tidak Tertulis Tinggal Serumah Bareng Mertua, Patuhi agar Rumah Tangga Nggak Bubar! Mojok.co

5 Aturan Tidak Tertulis Tinggal Serumah Bareng Mertua, Patuhi agar Rumah Tangga Nggak Bubar!

2 Juni 2024
beres-beres rumah bersih-bersih rumah kalau disuruh ga mau males kalau sendiri rajin ibu orang tua anak rumah tangga mojok

Mencari Penyebab Orang Baru Rajin Beres-beres kalau Lagi Sendirian

17 April 2020
Derita Punya Rumah di Gang Sempit: Tidak Punya Privasi, Tetangga seperti CCTV 24 Jam Mojok.co

Derita Rumah di Gang Sempit: Tidak Punya Privasi, Tetangga seperti CCTV 24 Jam

7 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Dear Driver Feeder BRT Semarang, Tobatlah untuk Ngebut di Jalanan, Kalian Bukan Pembalap!

11 Juni 2026
Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat Mojok.co

Strategi Nongkrong di Usia 40, Perlu Pertimbangkan Pilihan Tempat sampai Ritual Minum Obat

12 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.