Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

5 Alasan Susu UHT Full Cream Terbaik untuk Anak-anak

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
2 Oktober 2022
A A
5 Alasan Susu UHT Full Cream Terbaik untuk Anak-anak Terminal Mojok

5 Alasan Susu UHT Full Cream Terbaik untuk Anak-anak (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Susu UHT full cream adalah pilihan terbaik dibanding susu UHT dengan tambahan rasa.

Bagi orang tua zaman dulu, susu itu wajib hukumnya. Wajar saja, sebab pada masa lalu yang kerap digalakkan adalah semboyan “4 Sehat 5 Sempurna” di mana kesempurnaan terakhir tersebut diisi oleh posisi susu. Bahkan, anak-anak generasi milenial sempat mengalami doktrin soal susu ini ketika belajar di bangku sekolah dasar.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, prinsip “4 Sehat 5 Sempurna” tadi telah disempurnakan oleh konsep baru yang disebut dengan “Pedoman Gizi Seimbang (PGS)”. Di dalam PGS, yang ditekankan adalah membiasakan mengonsumsi makanan yang beraneka ragam, menjaga pola hidup bersih, serta pentingnya pola hidup aktif dan olahraga guna mendukung pemantauan berat badan.

Di samping itu, perbedaan mencolok antara PGS dengan 4 Sehat 5 Sempurna adalah perihal konsumsi susu. PGS tidak menyatakan bahwa susu ialah penyempurna gizi sebagaimana yang sering digembar-gemborkan dulu. Alasannya, susu merupakan kelompok lauk pauk di mana manfaat kandungannya dapat disubtitusi dengan makanan lain yang bernilai gizi sama seperti telur, daging, dan ikan.

Oleh sebab itu, sebenarnya jika pemenuhan gizi seimbang telah tercapai, tidak minum susu pun bukan perkara besar. Bisa dikatakan, susu merupakan minuman rekreasional saja, bukan kewajiban. Sayangnya, keharusan minum susu sudah kuat bercokol dalam benak masyarakat Indonesia. Kalau sudah begini, konsumen harus pandai-pandai memilih susu jenis apa yang sebaiknya diminum oleh anak-anak di tengah masa pertumbuhan mereka.

Ini lah kenapa untuk pilihan susu UHT, saya selalu bilang ke orang tua untuk hanya memberikan yang full cream saja, murni isinya susu sapi segar. Coba bandingkan jenis dan kandungan gulanya, sekilas saja kita bisa tau mana yang harus dihindari oleh anak2. pic.twitter.com/STKsgoeBdn

— K. S. Denta (@sdenta) September 18, 2022

Melansir dari utasan seorang dokter dengan username Twitter @sdenta, susu UHT full cream merupakan opsi yang paling tepat untuk dikonsumsi karena sejumlah alasan di bawah ini.

#1 Pertimbangan kandungan gula

Alasan yang paling krusial tentu saja jatuh pada perbandingan kandungan gula antara susu UHT full cream dengan susu UHT non-full cream. Isu konsumsi gula berlebih telah menjadi pembicaraan penting yang sudah lama diembuskan di Indonesia. Hanya saja, topik tersebut baru muncul kembali dan hangat diperbincangkan akhir-akhir ini terkait mencuatnya berita tentang kandungan gula dalam minuman kemasan.

Baca Juga:

8 Susu UHT yang Dijual di Indomaret dengan Kandungan Gula Terendah hingga Tertinggi

4 Rekomendasi Susu Steril Indomaret dengan Kandungan Susu Sapi Segar, Nggak Perlu Khawatir Bahaya Asupan Gula Berlebih

Sebenarnya, konsumen yang pintar dapat membaca dan mengolah informasi sendiri terkait dengan kandungan gula dalam makanan maupun minuman kemasan yang dijual di pasaran. Pasalnya, gula itu sendiri merupakan sumber karbohidrat sehingga penggunaannya wajib dicantumkan dalam tabel AKG atau Angka Kecukupan Gizi yang tertera pada kemasan makanan atau minuman kemasan. Sialnya, banyak konsumen yang tidak mengindahkan hal tersebut.

Begitu pula dengan susu full cream. Jika menilik dengan teliti, kandungan gula dalam susu UHT full cream hanya berkisar di angka 8 gram. Itupun terdiri dari laktosa semua. Bandingkan dengan susu rasa lainnya yang mengandung gula hingga hampir 20 gram per takaran saji satu kotak dengan isi bersih 200 ml. Hal ini kurang menjadi perhatian lantaran orang biasanya terpaku pada angka kalori saja tanpa memeriksa tabel secara keseluruhan.

Benar bahwa kita tidak bisa menghindari gula sepenuhnya dalam hidup. Wong makan nasi dan buah saja pasti ada kandungan gulanya. Yang dikurangi itu sebenarnya adalah gula tambahan. Merujuk pada anjuran Kementerian Kesehatan Indonesia, batas konsumsi gula perhari adalah 50 gram yang setara dengan 4 sendok makan. Sedangkan pada susu UHT full cream, selain kadar gulanya yang rendah, gula yang dikandung merupakan gula alami yang memang dibutuhkan pula oleh tubuh.

#2 Melalui tahap sterilisasi

Alasan berikutnya adalah susu UHT full cream telah melalui tahap sterilisasi. Konten kesehatan yang banyak beredar di media sosial sekarang tidak sedikit yang mengagung-agungkan makanan atau minuman dengan pengolahan yang paling minim merupakan alternatif terbaik. Serba alami, istilahnya, kalau perlu mentah juga boleh.

Padahal ya ndak gitu juga. Makanan tanpa sterilisasi justru bisa membahayakan tubuh karena masih banyaknya bakteri atau kuman yang ikut berada di dalamnya. Tak terkecuali dengan susu. Susu harus melalui tahapan sterilisasi baik dengan teknik UHT ataupun pasteurisasi. Kalau nekat menenggak susu mentah demi nama back to nature, tanggung sendiri risikonya.

#3 Harga susu UHT full cream masih terjangkau

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa susu yang baik sudah melalui tahapan pembersihan bakteri melalui teknik UHT maupun pasteurisasi. Sayangnya, harga susu pasteurisasi terhitung cukup mahal walaupun memang secara nutrisi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan susu UHT. Minusnya lagi, susu pasteurisasi juga tidak terlalu awet serta harus disimpan secara cold chain yaitu pada rentang suhu 2-60C.

Melihat harga serta kerepotannya, tampaknya tidak akan banyak masyarakat Indonesia yang mampu dan menjatuhkan pilihan pada susu pasteurisasi. Lha, beli bahan bakar dan bayar token listrik saja sudah mikirnya seribu kali, kok. Makanya susu UHT full cream bisa dijadikan sebagai pengganti lantaran harganya yang lebih bersahabat, keawetan yang lebih lama, serta kemudahan untuk memperolehnya di minimarket terdekat.

#4 Anak-anak membutuhkan lemak yang cukup

Bagaimana jika UHT full cream disandingkan dengan susu low fat? No. Kalau susu low fat sih sebaiknya orang tuanya saja yang minum. Bukan gimana-gimana, tetapi menurut dokter Denta di akun Twitternya, anak-anak tetap membutuhkan lemak yang cukup di masa pertumbuhannya. Lemak tidak selalu berarti jelek ya, Bund. Oleh sebab itu, untuk pilihan susu sapi pada anak memang sebaiknya gunakan yang full cream saja.

#5 Praktis dan kemasan lucu

Terlepas dari alasan medisnya, susu UHT full cream merupakan pilihan yang tepat bagi ibu-ibu masa kini. Bagaimana tidak, cara pengemasan susu UHT full cream sangat praktis dan mudah dibawa ke mana saja termasuk ketika travelling. Bayangkan kalau orang tua justru memilih susu formula bubuk yang bikinnya saja sudah rempong.

Selain praktis, kemasan susu UHT full cream untuk anak-anak juga menarik dan lucu. Bahkan ukuran kotaknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak tergantung usia mereka. Bagi batita yang sudah berumur satu tahun akan cocok meminum UHT full cream dengan kemasan kotak kecil. Sedangkan yang berusia di atas tiga tahun mungkin akan lebih sesuai jika memilih kemasan yang lebih besar. Packaging yang lucu ini juga memudahkan orang tua membujuk anaknya untuk memilih susu UHT full cream sebagai minuman rekreasional dibandingkan teh kemasan yang kandungan gulanya bikin n666eriii itu.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perang Teh Kemasan, dari yang Paling Nggak Enak Sampai yang Paling Enak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: Full Creamsusususu UHTSusu UHT Full Cream
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

4 Susu Steril Indomaret dengan Kandungan Susu Sapi Segar, Nggak Perlu Khawatir Bahaya Asupan Gula Berlebih

4 Rekomendasi Susu Steril Indomaret dengan Kandungan Susu Sapi Segar, Nggak Perlu Khawatir Bahaya Asupan Gula Berlebih

14 Juli 2024
boyolali oleh-oleh khas produk susu mojok

5 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Boyolali selain Susu

23 September 2020
susu tambah gula

Susu Itu Udah Manis, Nggak Usah Ditambahin Gula!

16 Desember 2021
Nggak Masalah Starbucks Ganti Susu MilkLife, Asalkan Rasanya Nggak Berubah

Nggak Masalah Starbucks Ganti Susu MilkLife, Asalkan Rasanya Nggak Berubah

18 Juni 2023
Susu Bear Brand Memang Lebih Istimewa dari Merek Lain, tapi Nggak Perlu Sampai Ngebucin Demi Covid-19, sih terminal mojok

Susu Bear Brand Memang Lebih Istimewa dari Merek Lain, tapi Nggak Perlu Sampai Ngebucin demi Covid-19, sih

5 Juli 2021
milo iklan mojok

Jeniusnya Iklan Milo Terbaru dan Harapan untuk Kemajuan Iklan Komersial di TV

22 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian  Mojok.co

Bagi Tenaga Honorer seperti Saya, Mampu Bertahan di Tengah Negara yang Absurd Adalah Sebuah Pencapaian 

6 Juni 2026
Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

Profesi Quality Control: Salah Sedikit Dimaki, Benar Terus Dianggap Nggak Kerja

3 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.