Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Hewani

4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri

Erwin Setiawan oleh Erwin Setiawan
4 November 2021
A A
4 Tips Punya Kolam Koi Meski Belum Punya Rumah Sendiri terminal mojok (1)
Share on FacebookShare on Twitter

“Pengin sih punya kolam ikan koi, tapi saya belum punya rumah. Mana bisa?” Mungkin pertanyaan semacam itu pernah terlintas di pikiran kita.

Nggak salah, kolam ikan koi memang identik melekat pada rumah karena merupakan hiasan untuk rumah itu sendiri. Tapi, untuk memiliki hiasan yang besar ini nggak perlu menunggu punya rumah yang sebenarnya bagi kita sangat mahal.

Coba bandingkan, uang yang perlu dikeluarkan untuk membangun rumah bisa mencapai ratusan kali lipat dari biaya membangun kolam koi. Asal tahu saja, untuk membangun kolam dengan ukuran 3x2x1 meter, kita nggak sampai menghabiskan uang satu juta rupiah. Sungguh perbandingan yang terlampau jauh antara biaya membangun rumah dengan kolam ikan.

Jadi, apakah kita bakal nunggu tua untuk sekadar memiliki kolam ikan koi? Gimana nggak sampai tua kalau harga rumah kian melambung sementara gaji yang didapat dari bekerja hanya cukup untuk menyambung hidup?

Sudahlah, membangun kolam ikan koi nggak seberat itu! Kini memiliki kolam ikan koi yang indah nggak harus mahal, berikut tipsnya:

#1 Sepakati bahwa membangun kolam koi hanyalah mainan yang murah dan kapan saja bisa kita tinggalkan

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah memastikan dana yang dikeluarkan untuk membangun kolam ikan kecil bagi kita. Yah, anggap saja seperti uang untuk beli HP, walau kadang sampai berjuta-juta tapi rasanya biasa saja. Kalaupun dua tahun sudah rusak, kita bisa dengan ringan membelinya lagi. Nah, membangun kolam ikan juga diperlukan mental semacam itu. Terlebih lagi kita bakal membangun kolam ikan di atas tanah orang lain, bukan tanah milik kita sendiri.

Jika masih saja terasa berat, coba deh bertanya pada diri sendiri. Apakah semua harta selain kolam ikan koi akan dibawa mati? Nah, kedudukan kolam ikan koi seperti semua itu, hanya titipan dan akan ditinggalkan. Jadi, ngapain mikir untuk membangun kolam di atas tanah sewaan?

#2 Sewa kontrakan yang memiliki halaman atau pelataran

Meski belum punya rumah sendiri, kita perlu menyewa rumah sebagai tempat kita memandang kolam ikan dengan taman mini yang indah. Masa iya membangun kolam di tengah kebun? Kan ra mashoook!

Baca Juga:

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

Sendang Keongan Mengubah Pandangan Saya tentang Wisata Grobogan yang Gitu-gitu Aja

Memang sih cari rumah kontrakan yang sesuai dengan kebutuhan untuk membangun kolam ikan koi nggak mudah. Bila kita tinggal di perkotaan, bisa dibilang mustahil karena tipe rumah di perkotaan biasanya minim lahan. Jadi, saya menyarankan untuk mencari rumah kontrakan di perkampungan saja yang biasanya memiliki pelataran cukup luas.

#3 Gunakan geomembran dan batu kali untuk bahan dasar kolam

Dalam membangun kolam koi, kita perlu selektif memilih bahan dan material untuk menekan anggaran. Seperti yang saya lakukan misalnya, saya membangun kolam sendiri tanpa menyuruh tukang. Tentu saja hal ini bisa menekan biaya yang dikeluarkan.

Saya menggunakan geomembran ukuran 5×4 meter dengan ketebalan 300 mikron sebagai alas kolam. Harganya sekitar Rp320 ribu dari Pekalongan. Geomembran ini semacam plastik kresek tebal. Jadi, ia memiliki sifat yang elastis dan awet. Seperti yang kita tahu, sampah plastik sangat sulit diuraikan, bukan? Kata pelapaknya, sih, geomembran ini bisa tahan hingga 10 tahun untuk dijadikan alas kolam ikan. Menarik!

Selain itu, banyak penghobi koi yang menggunakan geomembran untuk dijadikan alasan kolam ikan koi. Nggak hanya penghobi koi, sebenarnya banyak juga petani ikan yang menggunakan geomembran untuk alas tambak karena harganya yang murah dan lebih awet jika dibandingkan beton dan terpal.

Untuk memperindah kolam, saya menggunakan batu kali sebagai tepian kolam. Sehingga perpaduan warna hitam dari geomembran ini sangat pas dengan bebatuan tersebut. Batu-batu tersebut nggak perlu disemen, hanya perlu ditata dengan baik biar nggak longsor.

Biar makin hemat, saya pun nggak malu terjun langsung ke sungai untuk mengumpulkan batu-batu kali. Hal ini saya lakukan dengan menyicil, setiap satu hari membawa pulang batu kali setengah karung karena kemampuan saya mengangkat batu-batu melewati tanggul sungai hanya segitu. Para penambang pasir di sungai sampai akrab dengan saya lantaran hampir setiap hari bertemu. Saya gigih sekali, kan? Wqwqwq.

Jika hal ini bisa kita lakukan, maka membangun kolam ikan koi jadi terasa sangat murah.

#4 Sepakati memiliki rumah nggak sepenting memiliki kolam ikan koi

Yang paling penting adalah kemantapan bahwasanya memiliki kolam ikan koi memang lebih penting daripada memiliki rumah. Sehingga kita akan bisa bahagia meski tinggal di rumah sewaan tanpa mikirin cicilan bulanan untuk memiliki rumah.

Ini namanya memaksimalkan gaji yang kecil. Andai gaji yang kecil itu ditabung, maka mungkin saja saya baru punya kolam ikan ketika sudah tua renta. Gimana nggak, lha selama hidup gaji dari hasil bekerja hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan dan bayar cicilan rumah?

Asal tahu saja, meski kita hanya seorang buruh, kita punya hak untuk bahagia mumpung masih muda. Salah satunya ya memiliki kolam ikan koi itu tadi! Salam satu hobi!

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 November 2021 oleh

Tags: hobiikan koikolamTips
Erwin Setiawan

Erwin Setiawan

Seorang montir yang berusaha melihat mata Tuhan.

ArtikelTerkait

4 Tips Membeli Android Second biar Nggak Kena Tipu

4 Tips Membeli Android Second biar Nggak Kena Tipu

26 Maret 2022
Saran Profesi untuk Ariel Noah jika Pensiun Sebagai Vokalis terminal mojok.co

Andai Pensiun, Ini 3 Saran Profesi untuk Ariel Noah

4 Maret 2021
Mitos tentang Belajar Gitar yang Sama Sekali Ra Mashok

6 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula sebelum Beli Gitar

8 Januari 2023
Berak di Gunung Adalah Kegiatan Paling Merepotkan bagi Pendaki, Penuh Taktik dan Sangat Memacu Adrenalin

Berak di Gunung Adalah Kegiatan Paling Merepotkan bagi Pendaki, Penuh Taktik dan Sangat Memacu Adrenalin

11 November 2023
angela diggie push rank mobile legends berhenti main mobile legends game mobile online hal menyebalkan orang menyebalkan magic chess mojok.co

4 Tips Jitu Memenangkan Turnamen Mobile Legends

31 Agustus 2020
Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

15 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.