4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru (unsplash.com)

Terus terang, semenjak menyandang status PNS, saya mendapatkan beberapa privilese. Yang paling terasa sih saya lebih dihormati di masyarakat. Bukan hanya itu, keluarga orang tua saya di kampung pun jadi lebih segan pada saya. Itu cuma salah satunya sih.

Dari banyak privilese yang dimiliki PNS, ada satu yang menurut saya agak unik. Privilese tersebut adalah kemudahan mengajukan kredit. Mungkin kamu juga sering melihat ada produk kredit khusus dari lembaga keuangan yang diberikan kepada buruh negara.

Privilese tersebut dimanfaatkan betul oleh PNS. Mengingat gaji pokok kami terlalu mini di hadapan gejolak ekonomi global saat ini. Saking memanfaatkan betul, banyak lho PNS yang ngutang di lembaga keuangan selain bank.

BACA JUGA: PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

Koperasi pegawai

Selain bank nasional dan bank daerah, setahu saya, koperasi pegawai menjadi tempat paling nyaman bagi PNS buat ambil kredit. Sebab, mereka juga merupakan anggota dari koperasi tersebut. Ditambah biasanya mereka juga sudah kenal baik dengan karyawan koperasinya.

Akan tetapi, kadang yang nggak enak dari ngutang di koperasi pegawai itu bunganya. Bunga koperasi pegawai biasanya lebih tinggi ketimbang bank nasional/bank daerah. Soalnya, sumber dana dan tingkat risikonya lebih tinggi koperasi pegawai.

Para abdi negara nggak perlu merisaukan itu. Toh kalau laba koperasi pegawai tinggi kembali ke kalian juga. Biasanya dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) yang disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Iya, saya tahu di awal bilang selain Bank. Tapi ini harus saya masukkan karena ada alasan uniknya. Jujur saja, dulu waktu saya tinggal di Bekasi jarang sekali lihat BPR. Pasalnya, hampir setiap sudut kota sudah dipenuhi bank nasional. Malahan di kecamatan saya sendiri ada beragam bank mulai dari plat merah sampai swasta.

Kota besar memang bukan pangsa pasar BPR. Mereka banyak bermain di daerah kabupaten. Terutama daerah kabupaten yang jarang terjamah oleh bank nasional.

Makanya PNS kabupaten banyak yang pinjam uang di sana. Sekalipun pelayanan BPR sangat terbatas. Nggak ada ATM, M-Banking dan giro. Yang penting satset kalau memproses kredit buat buruh negara.

PNS ada yang pinjol juga lho

Awalnya saya pikir yang terjerat pinjol hanya orang-orang tertentu doang. Tapi, ternyata abdi negara juga ada yang terjerat pinjol lho. Saya saksi matanya sendiri, gaes.

Saya pernah dapat teror dari pinjol, mulai dari WA, SMS sampai telpon. Sampai-sampai saya harus beberapa kali memblokir nomor penagih utang dari pinjol. Usut punya usut, teror tersebut lantaran ada rekan sejawat yang terlambat bayar utang pinjolnya.

Mau nggak mau, saya tabayyun ke rekan saya tersebut. Ternyata benar saya dijadikan nomor darurat/nomor jaminan di pinjolnya. Saya bicara baik-baik dan minta tolong ke beliau untuk tidak menjadikan saya nomor jaminan pinjol lagi.

Saya juga berpesan ke beliau. Sesusah apa pun kamu, jangan pernah pinjam uang di pinjol. Mau itu pinjol legal maupun illegal. Bunganya itu lho, nggak ngotak.

Pinjam ke PNS yang lebih kaya

Memang benar jadi abdi negara nggak bisa bikin kamu kaya raya. Tapi pasti kalian bertanya-tanya, kalau memang nggak bisa kaya, kenapa banyak yang hartanya melimpah? Jawabannya sih sederhana, utang.

Kendati jadi PNS nggak bikin kaya, tetapi memang ada abdi negara yang bisa dikategorikan berduit. Contohnya ASN yang punya latar belakang keluarga pengusaha kaya. Untuk orang macam ini, jadi buruh negara betul-betul pengabdian. Mengingat gajinya nggak seberapa dibandingkan hasil usaha keluarganya.

Rekan sejawat kami yang kaya sejak lahir ini kadang kuncian terakhir ketika lagi bokek banget. Biasanya rekan jenis ini ringan tangan untuk membantu. Asal bantuannya dikembalikan sesuai perjanjian awal.

Begitu sekiranya empat tempat ngutang PNS selain di bank. Meskipun PNS punya privilese mudah mengajukan kredit, saran saya buat abdi muda jangan buru-buru menyekolahkan SK. Bunga lembaga keuangan itu berat, kalian para abdi muda belum tentu kuat. Biar saya saja yang terlena kena tawarannya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version