Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Mall di Surabaya yang Paling Nggak Ramah Pengendara Motor, Mall Elite Parkiran Motor Sulit

Tiara Uci oleh Tiara Uci
26 November 2024
A A
4 Mall di Surabaya yang Nggak Ramah Pengendara Motor, Mall Elite Parkiran Motor Sulit

4 Mall di Surabaya yang Nggak Ramah Pengendara Motor, Mall Elite Parkiran Motor Sulit (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai kawasan metropolitan, Kota Surabaya memiliki 24 mall. Banyak sekali, kan? Bahkan mall terbesar di Indonesia ada di Surabaya, bukan di Jakarta. Bagi warga Surabaya, mall tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tapi juga tempat untuk mencari hiburan, nongkrong, dan juga arena olahraga. Sayangnya, meskipun menjadi pusat berkegiatan warga Surabaya, banyak mall di sini yang justru nggak ramah terhadap pengendara motor. Padahal sepeda motor adalah alat transportasi yang paling banyak digunakan oleh warga di Kota Pahlawan.

Sebagian besar mall di Surabaya memang nggak motorable, tapi 4 mall berikut adalah yang paling nggak ramah pengendara motor. Saking nggak ramahnya dengan pemotor, saya yakin orang yang mendesain parkiran mall-mall di bawah ini sehari-harinya berkegiatan dengan mobil.

#1 Pakuwon Mall Surabaya

Berlokasi di Jalan Mayjend Jonosewojo (dekat Universitas Negeri Surabaya), Pakuwon Mall dinobatkan sebagai mall terbesar di Indonesia. Saking besarnya, banyak orang kesulitan menemukan jalan keluar ketika sudah masuk mall ini. Bahkan ada pengunjung yang sampai menangis lantaran nggak bisa menemukan pintu keluar dan lokasi parkir kendaraannya meski sudah bertanya ke satpam dan pusat informasi.

Selain luas, Pakuwon Mall Surabaya juga nggak ramah terhadap pengendara motor. Sebab, selain parkiran motornya nyelempit, petunjuk arahnya nggak terlihat dari depan mall, lokasi parkirnya juga sangat jauh dari pintu masuk mall. Kalau kita sudah berhasil menemukan lokasi parkiran motor, kita harus berjalan lebih dari 1 kilometer untuk bisa masuk mall.

Apesnya lagi, desain parkiran motor di mall ini seperti lapangan tanpa penutup, hanya ada pagar BRC. Kalau turun hujan, motor kehujanan. Sementara kalau panas, motor bakal kepanasan. Nggak hanya itu, jalan dari parkiran motor menuju pintu masuk mall juga nggak memiliki kanopi sehingga pengunjung bakal kepanasan.

Parkir motor di Pakuwon Mall Surabaya juga didesain memicu kecemburuan sosial. Gimana nggak, pengendara mobil dimanjakan dengan parkiran luas dan lokasi yang dekat dengan semua pintu masuk mall. Sementara itu pemotor diminta jalan kaki sampai gobyos keringat saking jauhnya. Mentang-mentang lokasi mallnya dikelilingi perumahan elite di Surabaya barat, dikira semua pengunjung yang masuk ke sini naik mobil semua. Padahal yang naik motor juga banyak, lho.

#2 Tunjungan Plaza

Mall kedua yang nggak ramah terhadap pengendara motor adalah Tunjungan Plaza. Mall paling populer di Surabaya ini sudah mengalami pemekaran area hingga Tunjungan Plaza 6. Kalau kalian jalan kaki mengelilingi TP, kalian bisa membakar kalori sampai 1000 Kcal saking lebarnya.

Selain Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza juga sering membuat pengunjung kesasar dan nggak bisa keluar. Sebab, bangunannya luas dan menyatu dengan dua hotel besar. Area parkir mobil di sini juga sangat luas dan cukup membingungkan. Saya sampai sering mengambil foto posisi mobil di parkiran supaya nggak kebingungan pas mencarinya.

Baca Juga:

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

Akan tetapi pengendara mobil di TP masih cukup beruntung lantaran jarak antara parkiran mobil dan pintu masuk mall dekat. Sebaliknya, pengendara motor di TP yang nangis dan mengelus dada karena posisi parkiran di luar mall, tepatnya di belakang bangunan mall dan jaraknya cukup jauh. Sebenarnya ada sih parkiran motor di dalam bangunan mall, tapi areanya sempit sehingga sering penuh diisi motor karyawan mall saja.

Untuk menyiasati jarak parkiran motor yang jauh, pengendara motor di TP biasanya lebih suka parkir di luar (di parkiran warga) yang lokasinya bersebelahan dengan TP 1.

#3 Pakuwon City Mall Surabaya

Di Surabaya memang ada dua mall dengan nama Pakuwon, dan hal tersebut kerap membuat pendatang kebingungan. Untuk memudahkan orang dari luar Surabaya, perlu diingat kalau Pakuwon Mall berada di Jalan Mayjend (Surabaya Barat), lokasinya dekat dengan kampus Unesa Lidah Wetan. Sementara kalau Pakuwon City Mall berlokasi di Kecamatan Kejawen dan lebih dekat dengan kampus ITS. Sebelum diresmikan dengan nama Pakuwon City Mall pada tahun 2020, mall tersebut sebelumnya dikenal dengan nama East Coast Center.

Di Surabaya, grup Pakuwon ini memang kerap membangun kawasan elite. Oleh karena itu dua mall yang dikelola Pakuwon juga sama-sama nggak ramah terhadap rakyat jelata (baca: pengendara motor). Meski nggak sejauh Pakuwon Mall, lokasi parkir Pakuwon City Mall juga cukup membuat kaki kita pegal-pegal lantaran berada di belakang bangunan mall. Selain itu, petunjuk arahnya juga sulit ditemukan, kita harus berputar ke belakang mall untuk tahu lokasi parkirnya. Benar-benar merepotkan pengendara motor.

#4 Galaxy Mall (GM)

Mall berikutnya di Surabaya yang nggak ramah terhadap pengendara motor adalah Galaxy Mall. Sama dengan grup Pakuwon, mall satu ini juga berada di lokasi strategis yang dekat dengan perumahan elite di Surabaya. Mungkin karena berada di kawasan elite, GM masuk dalam kategori mall yang nggak ramah pemotor lantaran mallnya elite, tapi parkiran motor sulit. 

Sebenarnya parkiran motor GM yang baru sudah berada di area mall, tepatnya di lantai paling bawah sehingga motor pengunjung dijamin nggak kehujanan. Masalahnya, area parkir ini sangat sempit, pengap, dan akses jalan menuju parkirannya sulit (jalan berbelok tajam dan kecil). Bagi orang yang kurang pro berkendara, saya yakin bakal takut masuk parkiran mall GM. Selain itu, area parkiran motor di sini nggak memiliki penunjuk arah yang jelas sehingga banyak pemotor yang berjalan keluar parkir melewati jalan raya untuk masuk pintu mall. Padahal sebenarnya ada lift di dalam parkiran yang bisa digunakan untuk masuk mall, lho.

Itulah empat mall di Surabaya yang paling nggak ramah terhadap pengendara motor. Satu-satunya mall yang pengunjungnya banyak dan juga ramah terhadap pemotor adalah Royal Plaza. Wajar saja kalau pada akhirnya Royal Plaza disebut sebagai mall sejuta umat karena memang ramah terhadap rakyat jelata yang mayoritas mengendarai motor.

Penulis: Tiara uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Marvell Mall Surabaya, Mall Paling Menyedihkan di Surabaya: Eskalator Mati, Basement Mencekam, Tenant Gulung Tikar!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2024 oleh

Tags: mallmall surabayaparkir motorPengendara MotorSurabaya
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Cara Cerdas Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Terhindar dari Bus Rongsokan Tarif Mahal Mojok.co

Siasat Naik Bus Jurusan Surabaya-Jember supaya Nyaman dan Bebas Tarif Mahal

3 Januari 2025
4 Hal Nggak Enaknya Naik Bus Surabaya-Jember

4 Hal Nggak Enaknya Naik Bus Surabaya-Jember

3 Februari 2022
Saya Kapok Naik Becak Motor dari Stasiun Surabaya Pasarturi, Tarifnya Setara Naik Taksi Mojok.co

Saya Kapok Naik Becak Motor dari Stasiun Surabaya Pasarturi, Tarifnya Setara Naik Taksi

24 Februari 2024
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Perbedaan Warung Madura di Jakarta dan Surabaya yang Nggak Banyak Orang Menyadarinya Mojok.co

Perbedaan Warung Madura di Jakarta dan Surabaya yang Nggak Banyak Orang Menyadarinya

5 Mei 2025
Meluruskan Anggapan Keliru Warga Ibu Kota Terhadap Surabaya terminal mojok

Meluruskan Anggapan Keliru Warga Ibu Kota Jakarta Terhadap Surabaya

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.