Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Keunggulan Sistem Operasi Linux Dibandingkan Windows

Taufik oleh Taufik
9 September 2020
A A
linux os windows mojok

3 Hal yang Bikin Pengguna Windows Enggan Hijrah ke Linux (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu ketika masih kuliah, saya pernah beberapa kali mencoba berpaling menggunakan sistem pemrograman selain Windows. Pernah sekali mencoba MacOs, sistem operasinya Apple. Namun hanya berselang 3 atau 4 bulan, laptop saya koma. Mau tidak mau, saya harus ganti laptop. Dan ini memaksa saya untuk kembali ke Windows lagi. Beberapa bulan berselang, saya mencoba lagi sistem operasi yang lain, Linux Ubuntu

Awalnya, saya agak bingung, karena sistem yang ada di Linux ini sangat berbeda dengan Windows yang sejak kecil saya kenal. Bahkan untuk awal-awal menggunakan Linux, saya selalu bingung menemukan keberadaan tombol minimize, maximize, dan close. Di Windows, ketiga tombol itu berada di sebelah kanan atas jendela kerja. Di Ubuntu, berada kiri atas. Sebenarnya mungkin kadang kelihatan. Tapi karena sejak awalnya juga sudah terbiasa klik minimize, maximize, dan close di kanan atas, maka kebiasaan itu terbawa.

Secara keseluruhan, ada banyak keunikan lainnya yang terdapat di sistem operasi Linux ini. Berikut saya akan merangkumnya.

Format aplikasi

Kebingungan yang saya rasakan awal-awal menggunakan Linux adalah ketika saya tidak menemukan kompatibilitas antara program yang biasa saya install di Windows dengan di Ubuntu ini. Di Windows, aplikasi selalu dengan format .exe. Di Linux, terutama Ubuntu, kita dikenalkan dengan format aplikasi berbeda. Ada .pkg, .deb, .bin, .rpm, .run dan masih banyak yang lainnya.

Uniknya, jika aplikasi dengan format Linux ini tidak bisa dijalankan di Windows, sebaliknya aplikasi berformat .exe, masih bisa kita usahakan untuk berjalan di Linux. Ada beberapa aplikasi yang bisa kita gunakan sebagai perantara untuk menjalankan program dengan format .exe di Linux. Sebut saja aplikasi playonLinux atau winetricks. Kedua aplikasi ini lumayan familiar dengan para pengguna Linux yang masih atau terpaksa harus menggunakan aplikasi Windows di Linux.

Kapasitas file system

Salah satu kelemahan dari sistem operasi Windows adalah kecepatannya. Semakin tinggi Windows, semakin besar ruang untuk disk file system (drive C:), semakin lambat Windows atau aplikasi berjalan. Apalagi jika laptop atau PC kita masuk kategori kentang.

Di Windows edisi terbaru, sekedar kapasitas untuk Windows-nya sendiri sudah harus menyediakan ruang minimal 15 Gigabyte (GB). belum lagi ditambah dengan aplikasi penunjang macam Office dan aplikasi lainnya. Maka sekedar untuk drive C tempat file system berada, pengguna Windows biasanya menyediakan space minimal 120GB. Hal ini tentu saja menentukan performa kecepatan PC atau laptop kita juga.

Di Linux, terutama di Ubuntu, file system dengan kapasitas 20 hingga 30 GB sudah sangat lebih dari cukup. Selain karena tidak memerlukan banyak ruang, biasanya aplikasinya juga tidak berat. Rerata aplikasi yang penggunaannya di Windows bisa mencapai hitungan GB, di Linux biasanya tidak sampai 100-an MB. Misal saja aplikasi Office. Di Windows, aplikasi Office Word bisa mencapai 2 GB sendiri. Di Linux, Office hanya sampai pada kisaran 70-an MB.

Baca Juga:

Linux Menyelamatkan Laptop Murah Saya dari Windows 11, OS Paling Menyebalkan

4 Istilah Linux yang Wajib Dipahami para Newbie

Oiya, di Linux, biasanya kita lebih familiar dengan Libre Office (yang open source dan legal) untuk program Office dibandingkan dengan Microsoft Office miliknya Microsoft yang biasanya kita bajak atau crack.

Aplikasi free dan legal

Dengan komersialisasi berbagai aplikasi di Windows, program standar macam Office dan pendukungnya biasanya tidak gratis. Walau terkesan murah untuk beberapa kalangan, banderol harga 350 ribu (Office) untuk kalangan tertentu masuk kategori mahal.

Belum lagi untuk membayar aplikasi lainnya macam aplikasi grafis dan pemrograman. Saya pernah ditawari untuk sepaket aplikasi buatan Adobe, mulai photoshop, premiere pro, after effect dan teman-temannya dengan harga 850 ribu rupiah. Dan itu bayar pake uang, Mylov. Makanya banyak aplikasi bajakan dan crack berformat Windows yang berseliweran di internet.

Di Linux, kita tidak menemukan eksklusivitas itu. Program standar untuk sekedar bikin dokumen bisa kita dapatkan dengan gratis. Ada Libre Office (sudah saya terangkan di atas), WPS Office, Calligra Office dan masih banyak lainnya.

Untuk desain grafis, kita bisa belajar menggunakan GIMP sebagai pengganti Photoshop dan Inkscape sebagai pengganti CorelDraw. Walau tidak seterkenal aplikasi di Windows, kedua aplikasi ini setara dengan kembaran mereka di Windows.

Untuk aplikasi pengolah video, jangan tanya lagi. Kdenlive, Shotcut, Openshot, Lightworks dan masih banyak lainnya. Bahkan salah satu aplikasi besar edit video yang terkenal, daVinci Resolve juga dikembangkan dan gratis di Linux sebelum didistribusikan juga ke Windows.

Application Center (AppCenter) dan Terminal

Salah satu keunggulan yang saya temui di sistem operasi Linux, adalah keberadaan pusat aplikasi (application center). Walau Windows juga sudah mulai menerapkan ini, tapi Linux berbeda. Hampir semua aplikasi untuk kebutuhan kita di Linux ada di sini. Bahkan para pengembang aplikasi berbondong-bondong memasukan aplikasi garapan mereka ke pusat aplikasi ini.

Namun, jika ada aplikasi yang mungkin tidak ada di AppCenter, kita bisa menggunakan jasa Google untuk mencari kodenya lantas meng-install-nya dengan bantuan aplikasi terminal. Aplikasi bantuan untuk instalasi ini sangat unik, karena kita akan diperlihatkan bagaimana kumpulan kode dalam sebuah aplikasi di-running agar aplikasi tersebut bisa ditanam di PC atau laptop kita.

Paling tidak, itu beberapa keunggulan yang saya temui setelah penggunaan Linux sampai saat ini. Untuk saat ini sendiri, saya menggunakan sistem operasi Linux, Elementary OS. Tampilannya yang unik membuat saya tertarik menggunakannya.

BACA JUGA Deddy Corbuzier Pernah Bikin Program yang Nggak Laku-laku Amat di Kanal YouTubenya atau tulisan Taufik lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2020 oleh

Tags: linuxsistem operasiwindows
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

4 Istilah Linux yang Wajib Dipahami para Newbie

4 Istilah Linux yang Wajib Dipahami para Newbie

4 Juli 2022
laptop lama linux mojok

Pengalaman Saya Memaksimalkan Laptop Tua dengan Linux

30 Agustus 2020
Linux Menyelamatkan Laptop Murah Saya dari Windows 11, OS Paling Menyebalkan

Linux Menyelamatkan Laptop Murah Saya dari Windows 11, OS Paling Menyebalkan

24 Desember 2025
Ubuntu, Sistem Operasi yang Harus Kamu Pilih Jika Hijrah ke Linux

Ubuntu, Sistem Operasi yang Harus Kamu Pilih Jika Hijrah ke Linux

27 Juni 2022
Linux

3 Hal Dasar yang Harus Dikuasai kalau Ingin Menggunakan Linux

21 Desember 2021
linux

6 Alasan Pengguna Windows Tergoda Hijrah ke Linux

5 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Jakarta yang Keras di Dalam Ingatan Arek Surabaya (Unsplash)

Meski Keras dan Bisa Kejam, Faktanya Jakarta Bisa Bikin Rindu. Tapi Maaf, Saya Memilih Tidak Lagi Merantau dan Pulang ke Surabaya

27 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026
Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

28 Maret 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.