Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
26 Mei 2024
A A
4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tak jauh dari Alun-Alun Kota Bandung, hanya terpaut jarak sekitar 6 kilometer, terdapat satu tempat yang sebetulnya cocok dipakai untuk rekreasi warga tanpa perlu keluar uang untuk masuk ke sana. Nama tempatnya adalah Taman Film Bandung (TFB). Tempat rekreasi yang terletak di bawah Jalan Layang Pasupati itu memiliki videotron yang cukup besar sehingga tampak seperti TV raksasa, makanya taman ini dinamakan Taman Film.

Taman yang cukup luas ini memiliki tempat duduk yang berundak dengan rumput sintetis hijau sejauh mata memandang. Saat berkunjung ke sini rasanya adem sekali. Sayangnya, di taman yang diresmikan oleh mantan wali kota Bandung, Ridwan Kamil, itu terdapat hal-hal yang bikin pengunjung tak nyaman. Misalnya saja beberapa hal yang saya temukan berikut ini.

Taman Film Bandung terletak di pinggir tempat pembuangan sampah

Sebenarnya walaupun lokasi Taman Film Bandung ini berada di bawah jembatan layang, hal itu bukanlah masalah besar. Malahan taman ini jadi begitu unik, apalagi desainnya juga juga menarik. Jadi, nggak masalah meski letaknya di bawah jembatan. Akan tetapi yang cukup mengganggu kenyamanan pengunjung adalah letak taman ini berseberangan dengan tempat pembuangan sampah.

Sebenarnya kalau dipikir-pikir sisi positifnya adalah pengunjung nggak perlu kebingungan mau buang sampah ke mana. Tapi, ketika berkunjung ke sini, taman yang tadinya terasa cantik bisa seketika berubah menjadi becek dan sesekali tercium bau sampah yang menemani rekreasi pengunjung.

Pengunjung yang nggak peduli terhadap kebersihan sekitar

Taman Film Bandung memang merupakan fasilitas gratis bagi warga Kota Bandung dan wisatawan yang datang berkunjung. Yah, tapi tetap saja jika bawa kendaraan kita harus bayar parkir. Nah, karena tiket masuk ke taman ini gratis, beberapa pengunjung jadi bertingkah seenaknya. Salah satunya dengan membuang sampah sembarangan di dalam taman.

Waktu saya ke sana, beberapa pengunjung yang hendak pulang malah pulang begitu saja dan meninggalkan sampah bekas makan atau minum sembarangan di beberapa titik. Pemandangan sampah yang dibuang sembarangan ini tentu merusak pemandangan di Taman Film Bandung. Lagi-lagi karena taman ini gratis, pengunjung jadi abai terhadap peraturan tak tertulis. Selain itu tak ada petugas yang menegakkan peraturan di taman ini.

Toilet Taman Film Bandung kotor dan nggak ada air bersih

Hal lain yang membuat pengunjung merasa tak nyaman ketika datang ke Taman Film Bandung adalah fasilitas toiletnya. Sebenarnya taman ini menyediakan fasilitas toilet yang membuat pengunjung nggak perlu repot-repot mencari toilet umum ataupun masjid. Tapi nyatanya, toilet yang disediakan nggak berfungsi sebagaimana mestinya.

Toilet di taman ini kotor. Nggak ada air yang mengalir sehingga banyak pengunjung yang nggak menyiram toilet setelah digunakan. Benar-benar jorok. Seharusnya ini jadi perhatian pihak pengelola dan pemkot Bandung agar fasilitas toilet di taman ini dimaksimalkan bagi pengunjung.

Baca Juga:

3 Tempat Makan di Bandung yang Wajib Dicoba Setidaknya Sekali Seumur Hidup 

7 Makanan Khas Sunda Paling Favorit dan Melegenda, Coba Aja Dulu Sekali karena Setelah Itu Kamu Pasti Jatuh Hati

Anak-anak yang bermain bola dan tidak menghiraukan pengunjung lainnya

Banyak sekali anak kecil yang berkunjung ke Taman Film Bandung untuk bermain. Sebetulnya nggak masalah kalau banyak bocil, tapi masalahnya muncul ketika mereka bermain bola di taman.

Biasanya anak-anak akan bermain bola tepat di bawah videotron yang ada di taman ini. Mereka akan menjadikan TV raksasa itu sebagai pembatas gawang bagian atas. Masalah muncul ketika bola yang ditendang anak-anak mengenai pengunjung lainnya. Sebenarnya saya pengin melarang mereka main bola seenaknya di sana, tapi gimana lagi nggak ada peraturan tertulis soal larangan bermain bola di sana. Jadi sebagai pengunjung biasa yang ingin merasakan ketenteraman rasanya kok mustahil bisa mendapatkannya di taman ini.

Apa iya Taman Film Bandung harus dikenakan biaya tiket masuk biar pengunjung yang datang ke sini bisa tertib dan tempat ini diurus secara serius oleh pihak pengelola? Saya sih hanya bisa berharap agar tempat ini tetap gratis tapi fasilitas di dalamnya terjaga dan terawat. Pihak pengelola bisa memasang papan peraturan yang perlu dipatuhi pengunjung agar nggak ada lagi yang bersikap seenaknya. Selain itu, saya berharap pengunjung yang datang ke sini juga bisa menjaga sikap agar kita semua bisa merasa nyaman satu sama lain.

Penulis: Handri Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Hal yang Menghancurkan Kenyamanan Pengunjung yang Datang ke Babakan Siliwangi (Baksil) Bandung.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2024 oleh

Tags: Bandungkota bandungtaman film bandungtaman kota bandungwisata bandung
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

Bandung Lautan Air, Identitas yang Jelas Nggak Ada Bagus-bagusnya

Bandung Lautan Air, Identitas yang Jelas Nggak Ada Bagus-bagusnya

6 Desember 2023
3 Perlintasan Kereta di Bandung yang Sebaiknya Dihindari terminal mojok.co

3 Perlintasan Kereta di Bandung yang Sebaiknya Dihindari

5 Januari 2022
Ciumbuleuit Adalah Salah Satu Alasan Mengapa Bandung Harus Berhenti Diromantisasi Terminal Mojok

Ciumbuleuit Adalah Salah Satu Alasan Mengapa Bandung Harus Berhenti Diromantisasi

2 Juli 2022
5 Hal tentang Kota Bandung Versi Wisatawan terminal mojok.co

5 Hal tentang Kota Bandung Versi Wisatawan

25 November 2021
Simpang Pasteur Djundjunan, Tempat yang Tepat untuk Uji Nyali di Kota Bandung

Simpang Pasteur Djundjunan, Tempat yang Tepat untuk Uji Nyali di Kota Bandung

16 Juli 2024
5 Kegiatan yang Bisa Dilakukan Jokowi kalau Jadi Pensiunan di Solo Mojok.co kota solo umk solo

Solo Memang Tidak Seistimewa Jogja, Tidak Semanis Bandung, tapi Menawarkan Ketenangan dan Ketentraman

27 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.