Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

Marselinus Eligius Kurniawan Dua oleh Marselinus Eligius Kurniawan Dua
17 Juli 2026
A A
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja dan Tulungagung sama-sama punya pesona. Sama-sama bikin rindu untuk kembali dan menyimpan banyak cerita, setidaknya bagi saya. Namun, bagaimanapun, dua daerah itu benar-benar berbeda dan hal inilah yang menarik untuk dibahas. 

Jogja tumbuh sebagai kota pelajar, kota budaya, dan kota wisata. Aktivitasnya hampir tidak pernah benar-benar berhenti. Selalu ada ruang untuk berkarya, berkumpul, dan bertukar cerita tiap akhir pekan. 

Sementara, Tulungagung tumbuh secara lebih tenang. Kehidupan sehari-hari terasa lebih sederhana. Aktivitas budaya tetap ada. Namun, intensitasnya belum seperti Jogja.

Saya yakin siapa pun perantau dari Tulungagung akan kaget ketika datang ke Jogja. Banyak hal yang lazim di tempat ini nyatanya masih nggak umum di Tulungagung. 

#1 Di Jogja hampir selalu ada acara seni 

Rasa-rasanya acara seni di Jogja seperti tidak pernah habis. Hampir setiap minggu selalu ada kegiatan baru. Kadang pameran, teater, hingga pertunjukan musik kecil.

Poster acara mudah ditemukan. Media sosial juga penuh informasi. Tinggal pilih sesuai minat. Banyak yang gratis juga. Suasananya terasa hidup.

Banyak anak muda datang bukan karena wajib. Datang karena memang suka. Duduk santai sambil menikmati karya. Lalu ngobrol sampai malam. Rasanya sederhana tapi berkesan.

Di Tulungagung, acara seperti ini masih belum sering terlihat. Ada memang beberapa kegiatan. Namun, belum menjadi rutinitas. Jadwalnya juga tidak sebanyak Jogja. Akhirnya ruang bertemu lewat seni masih terasa terbatas.

Baca Juga:

Soto di Jogja adalah solusi terbaik di tanggal tua

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

#2 Seniman jalanan menjadi bagian dari identitas kota

Di Jogja, melihat seniman tampil di pinggir jalan adalah hal yang biasa. Ada yang memainkan musik. Ada yang melukis. Ada juga yang menari. Semua terasa menyatu dengan kota.

Malioboro sering menjadi panggung terbuka. Banyak orang sengaja berhenti untuk menikmati berbagai macam seni yang ditampilkan di sana. Ada yang memberi tepuk tangan. Ada juga yang memberi uang sebagai bentuk apresiasi. Suasananya pun terasa hangat.

Di Tulungagung, pemandangan seperti ini masih jarang. Ruang publik belum banyak dipakai untuk pertunjukan seni. Padahal, suasana Tulungagung tidak kalah menarik. Bakat pun banyak di sana. Tinggal membutuhkan ruang untuk tampil saja.

#3 Festival budaya sepanjang tahun

Orang-orang yang hidup di Jogja selalu punya alasan untuk berkumpul. Hampir setiap bulan ada festival. Ada kirab budaya, pentas tari, dan musik tradisional. Inilah salah satu senjata rahasia Jogja.  Kota Budaya ini memang ahlinya membingkai itu semua.

Festival bukan hanya hiburan. Festival juga menjadi ruang belajar budaya. Anak-anak sampai orang tua ikut menikmati. Wisatawan juga ikut meramaikan. Semuanya dibalut interaktif dan kondusif.

Setiap acara membuat kota terasa bergerak. Jalanan ramai. Pedagang ikut tersenyum. Hotel dan penginapan juga ikut hidup. Dampaknya terasa luas.

Di Tulungagung sebenarnya juga ada festival budaya. Namun, jumlah dan frekuensinya belum sebanyak Jogja. Belum menjadi agenda yang terus mengalir sepanjang tahun. Potensinya tetap besar, hanya perlu lebih banyak perhatian.

#4 Jogja punya kampung tematik yang menjadi tujuan wisata

Jogja punya banyak kampung dan desa dengan identitas unik. Ada kampung yang terkenal karena mural hingga kerajinan tangannya. Ada juga yang populer karena sejarahnya. Setiap kampung baka punya cerita yang bisa diangkat. 

Kampung bukan hanya tempat tinggal. Kampung juga menjadi tujuan wisata. Banyak orang sengaja datang, warga pun ikut menjaga suasana kampungnya. Hasilnya? Wisata di desa-desa maupun kampung jadi menarik.

Di Tulungagung, konsep seperti ini masih belum banyak berkembang. Padahal banyak kampung punya potensi besar. Ada desa atau kampung yang kaya budaya, sejarah panjang, hingga potensi alam yang indah. Tinggal menunggu sentuhan yang tepat.

Itulah 4 hal yang sudah lazim di Jogja, tapi masih asing di Tulungagung. Walaupun belum umum, hal-hal itu patut dicontoh demi Tulungagung bertransformasi menjadi daerah yang lebih hidup. Toh tidak ada salahnya mencontoh Jogja yang seni, budaya, dan kreativitasnya bisa tumbuh berbarengan. Kota yang hidup bukan hanya dibangun dengan gedung, tetapi juga dengan ruang bagi warganya untuk berkarya, bertemu, dan bercerita.

Penulis: Marselinus Eligius Kurniawan Dua
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026 oleh

Tags: desa jogjaJogjakesenian jogjaRuang Publiktulungagung
Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

ArtikelTerkait

Surakarta, Kota yang Pandai Mematahkan Harapan Orang (Unsplash)

Buat Saya, Surakarta Nggak Seindah Kata Orang. Kotanya Panas, Pengendaranya Ngawur

7 September 2024
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
menegur

Antara Merekam dan Menegur: Kamu Tim yang Mana?

10 September 2019
Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

Jogja di Mata Orang Solo: Saya Tak Punya Cukup Alasan Membenci Jogja

1 Agustus 2022
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

31 Agustus 2024
Upah Minimum Jogja Memang Naik, tapi Bukan Berarti Buruh Nggak Boleh Protes, Ini Bukan Perkara Upah Semata, Bolo! UMP Jogja, gaji Jogja, frugal living ump jogja yogyakarta, bandung

Orang Jogja Nggak Kenal Frugal Living, Sejak Dulu Sudah Terlatih Prihatin Living Gara-gara UMK yang Tiarap

9 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius Mojok.co

Potensi Pantai Cibugel Indramayu jadi sia-sia karena nggak diurus secara serius

11 Juli 2026
Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout Mojok.co

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

17 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.