Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Dosa yang Sering Terjadi di Tempat Cukur Rambut Pria

Bintang Ramadhana Andyanto oleh Bintang Ramadhana Andyanto
11 September 2022
A A
4 Dosa yang Sering Terjadi di Tempat Cukur Rambut Pria (Unsplash.com)

4 Dosa yang Sering Terjadi di Tempat Cukur Rambut Pria (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi saya pribadi, kegiatan memangkas rambut harus rutin dilaksanakan setiap bulan. Bukan apa-apa, saya hanya tidak begitu suka rambut yang terlalu panjang. Oleh sebab itu, berkunjung ke tempat cukur rambut pria selalu ada di jadwal bulanan saya.

Namun, sayangnya, tidak semua tukang cukur rambut pria itu punya “pandangan” yang sama terkait banyak hal. Misalnya soal kebersihan, kemauan barberman untuk upgrade pengetahuan, dan lain sebagainya. Bagi saya, itulah dosa-dosa yang sering terjadi di tempat cukur rambut pria. 

So, izinkan saya menjelaskan alasannya.

#1 Nggak update dengan hairstyle terkini

Sama seperti zaman, gaya rambut berkembang dengan cepat. Slicked-Back Undercut, High-Top Fade, Short and Spiked, dan Textured Crop adalah beberapa contoh gaya rambut yang sedang disukai pria. Jangan lupa Mullet yang mulai “hidup kembali”. 

Nah, sayangnya, ada saja barberman di tempat cukur rambut pria yang nggak update. Sebagai contoh, ketika jadwal potong rambut tiba, saya berkunjung ke tempat cukur rambut pria yang masih baru di Palembang. 

Saya minta tolong dipotong dengan gaya Low Fade. Celakanya si barberman ternyata nggak tahu Low Fade. Jadilah saya harus menjelaskan sedetail mungkin.

Saya sebetulnya nggak mau terlalu cerewet. Namun, kalau ilmu pengetahuan itu sifatnya wajib ditingkatkan demi pekerjaan, ya tolong dilakukan. Sesederhana itu.

#2 Tukang cukur rambut pria yang jarang mencuci cape

Barber cape adalah sebutan untuk kain penutup yang dipakai tukang cukur rambut pria maupun wanita agar rambut-rambut yang berjatuhan ketika dipotong tidak masuk ke pakaian. Namun, sayangnya, ada saja yang, entah lupa atau bagaimana, nggak mencuci cape secara rutin.

Baca Juga:

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Barbershop Zaman Sekarang Cuma Menang Gengsi, Kualitas Cukurnya Pikir Nanti

Saya tidak tahu kebiasaan masing-masing tempat cukur rambut pria untuk mencuci cape. Saran saya, sebaiknya cape harus sesering mungkin dicuci biar terhindar dari risiko kuman, bakteri, atau jamur.

Lagi-lagi saya mengalaminya sendiri. Begitu selesai dirombak, entah mengapa saya langsung merasakan gatal-gatal di area leher. Mulanya, saya mencoba berpikir positif. Namun, setelah selesai mandi, rasa gatal itu tidak hilang. Setelah berobat, ternyata leger saya terinfeksi jamur belum lama ini, kata dokter. 

Yah, “benda asing” paling terakhir yang menempel di leher saya adalah cape tukang cukur rambut pria. Biar nggak ada lagi korban, tolong, cuci cape sesering mungkin.

#3 Memotong terlalu pendek

Dosa ketiga yang sering terjadi di tempat cukur rambut pria adalah perkiraan barberman yang meleset. Satu hal yang sering terjadi adalah barberman memotong terlalu pendek dan tidak sesuai dengan request pelanggan. Hal seperti ini terjadi, biasanya, karena tidak ada komunikasi intens di antara barberman dan pelanggan.

Saya sendiri lebih suka barberman di tempat cukur rambut pria yang sering bertanya karena suka detail. Sebagai pelanggan, sebaiknya kita juga sering mengonfirmasi potongan ke barberman. Jadi, pada akhirnya, sama-sama enak.

Kewaspadaan barberman harusnya meningkat ketika pelanggan minta, “Dirapikan sedikit.” Sebagai pelanggan, saya memahami kalau permintaan itu bisa menyesatkan barberman. Ukuran “rapi” dan “sedikit” itu sudah pasti berbeda antara satu dan pelanggan lainnya.

#4 Nggak punya kaca kecil

Salah satu kelemahan manusia adalah tidak bisa melihat bagian belakang kepalanya sendiri. Oleh sebab itu, wajib hukumnya, semua tukang cukur rambut punya kaca kecil biar pelanggan bisa menengok rambut di bagian belakang.

Jadi, pelanggan bisa memeriksa kondisi bagian belakang. Apakah kurang tipis, kurang rapi, atau perlu diubah kayak apa. Kaca belakang itu penting banget. Saya pasti akan sangat kaget kalau tukang cukur rambut pria nggak punya kaca belakang.

Namun, jangan salah, yang seperti itu bisa terjadi. Entah karena memang nggak punya atau barusan pecah dan belum sempat membeli pengganti. Jangan sampai “dosa” ini terjadi ya.

Penulis: Bintang Ramadhana Andyanto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sejarah Barbershop, Tak Sekadar Tukang Cukur Naik Tingkat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2022 oleh

Tags: barberbarbershopcukur rambut priatukang cukur rambut
Bintang Ramadhana Andyanto

Bintang Ramadhana Andyanto

Anak negeri. Tukang ngopi. Pakar senjalogi.

ArtikelTerkait

Cepmek, Model Rambut yang Nggak Disukai oleh Emak Kita Terminal Mojok

Cepmek, Model Rambut yang Nggak Disukai oleh Emak-emak di Rumah

3 Januari 2023
Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

Bisnis Barbershop Nggak Surut-Surut Amat, Nggak Banyak Dibicarakan Aja

3 Februari 2023
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026

Sejarah Barbershop, Tak Sekadar Tukang Cukur Naik Tingkat

13 Januari 2022
Memangnya Katalog Model Rambut di Tukang Cukur Itu Ada Gunanya? terminal mojok.co

Memangnya Katalog Model Rambut di Tukang Cukur Itu Ada Gunanya?

4 April 2021
Pangkas Rambut Madura: Tetap Eksis Meski Digempur Barbershop Kekinian

Pangkas Rambut Madura: Tetap Eksis Meski Digempur Barbershop Kekinian

30 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.