Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 Cara Membedakan Preman Asli dengan yang Mengaku Preman

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
24 Juni 2022
A A
4 Cara Membedakan Preman Asli dengan yang Mengaku Preman

4 Cara Membedakan Preman Asli dengan yang Mengaku Preman (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Preman asli punya ciri-ciri tersendiri. Hati-hati pokoknya.

Sebagai anak preman, saya tentu sering ketemu dengan teman-teman ayah saya yang preman juga. Nah, setelah saya perhatikan, ada beberapa perbedaan antara kepremanan mereka dengan orang-orang yang baru mau meniti karier sebagai seorang preman.

Kalo menurut saya, membedakan antara preman asli dengan yang bukan akan membuat kita jadi nggak mudah tertipu. Contohnya ketika ada seseorang yang sok-sokan mau malak kita. Bila dia ciri-cirinya mendekati preman asli, lebih baik kasih aja dia uang daripada Anda terluka. Jika bukan, maka pilihannya terserah Anda, ngelawan balik atau lari.

Baiklah, di sini saya akan membagikan beberapa cara agar Anda bisa membedakan preman asli dengan yang bukan. Tolong disimak dengan saksama ya.

#1 Banyaknya tato bukan ukuran

Yang pertama soal tato. Begini. Saya sudah banyak ketemu berbagai jenis preman di Palembang. Dari yang muda sampai yang tua. Dari preman yang punya kuasa di pasar besar sampai preman yang cuma berani di kampungnya doang.

Nah. Justru preman-preman yang punya kuasa di pasar besar, terutama di Palembang, itu rata-rata nggak punya tato di tubuhnya. Ada sih, tapi cuma sedikit dan cenderung nggak kelihatan karena biasanya gambar tatonya berukuran kecil.

Berbeda dengan preman jadi-jadian. Mereka ini rata-rata punya banyak tato di tubuhnya, dan hal itu disengaja. Biar orang-orang pada takut ketika melihat tatonya yang berseliweran itu.

Padahal, kalo Anda mau tahu, tato yang banyak itu sebetulnya untuk menutupi mentalnya yang kecil. Jadi seolah-olah tato itu jadi jimat agar mentalnya jadi lebih kuat. Begitulah kira-kira penjelasan ayah saya.

Baca Juga:

4 Pasar “Kalcer” yang Bisa Dikunjungi kalau Bosan ke Pasar Ngasem Jogja

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

#2 Diam, namun mematikan

Saya kenal dengan satu preman besar yang akrab dengan ayah saya. Sebut saja namanya Om Hendro. Dan saya kira semua orang sudah tahu kalau Om Hendro adalah kepala preman di salah satu pasar di daerah KM.

Nah. Waktu dulu saya sering ketemu dia, itu gayanya sama sekali tak menunjukkan bila dia pimpinan preman. Beliau itu cenderung murah senyum, suka ketawa, dan sesekali matanya jeli melihat sekitar.

Pernah ada cerita ketika dia parkir di sebuah tempat, ketika dia mau pulang, tiba-tiba kang parkirnya minta uang parkir. Dia pun diam sejenak dan bilang, “Kamu nggak tahu siapa saya?” Lalu tiba-tiba meroketlah sebuah pukulan mematikan dari tangan Om Hendro ke wajah kang parkir. “Saya Hendro!,” tegasnya.

Lagi-lagi, berbeda dengan seseorang yang baru mau meniti karier sebagai seorang preman. Mereka ini cenderung nggak ramah, suka menonjolkan kemarahan, dan suka gaya-gayaan bilang, “Nanti kalian akan saya bunuh!”, “Awas kau ya!”, “Jangan lewat sini!” Intinya, tong kosong nyaring bunyinya.

#3 Nggak pernah ngaku preman

Di pasar tempat saya jualan daging, ada seorang pimpinan preman yang jadi kawan ayah saya sejak lama. Sebut saja namanya Pak Singa.

Dia ini berbadan kecil, selalu pakai peci ketika berkeliling melihat kondisi pasar, dan aura premannya sangat terasa saat dia berkunjung ke lapak daging ayah saya. Nah, selama saya ngobrol dengan dia, itu belum pernah terdengar bahwa dia mengaku sebagai penguasa pasar ini. Tapi, semua orang tahu bila Pak Singa lah manusia paling ditakuti di pasar.

Bagaimana dengan preman yang bukan asli? Mereka biasanya ngaku-ngaku sebagai anak buah si preman anu, penguasa area anu, dan suka bilang bahwa merekalah preman besar di seantero wilayah yang biasa mereka tongkrongi itu.

Padahal aslinya nggak gitu. Mereka sengaja bilang bahwa “sayalah preman” untuk menutupi kekurangannya.

#4 Jarang turun lapangan

Untuk urusan mengambil jatah jaga malam, parkir, keamanan, dan sebagainya, itu biasanya nggak dilakukan oleh preman asli. Tugas mereka hanya terima hasil, dan bagi-bagi setelah semua uang disetorkan kepadanya dari anak buah.

Termasuk urusan palak-palakan. Preman asli mana mau malak uang dari anak sekolahan, kuliahan, ibu-ibu di pasar, dan bapak-bapak yang lagi nunggu istrinya di parkiran. Mereka cenderung malakin bos-bos perusahaan. Kalau turun lapangan, biasanya ketika mau perang lawan preman lain aja.

Dan tentu tugas malakin yang receh-receh itu dilakukan oleh preman yang baru mau jadi. Ngetes mental lah istilahnya. Kalo nggak berhasil malak yang kecil-kecil, terancamlah karier mereka sebagai seorang preman.

Kira-kira begitulah cara membedakan preman asli dengan yang bukan. Bila Anda ketemu seseorang yang gayanya mendekati preman asli seperti yang saya jelaskan di atas, maka berhati-hatilah.

Bila gayanya mendekati preman yang bukan asli, ya itu terserah Anda bagaimana menyikapinya. Bisa lari, ngelawan balik, atau cuekin aja seperti cueknya dia sama kamu selama ini.

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Privilese dan Ironi yang Saya Dapat sebagai Anak Preman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Juni 2022 oleh

Tags: kekuasaanpalakpasarpreman
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

doa masuk pasar jualan online trik tips strategi marketing laku shopee cara menjaid star seller mojok

Doa Masuk Pasar Itu Harus Dibaca Sebelum Buka Situs Belanja Online

8 September 2020
3 Kelicikan Penjual Daging Ayam yang Patut Diwaspadai Pembeli

3 Kelicikan Penjual Daging Ayam di Pasar yang Patut Diwaspadai Pembeli

17 September 2024
Menjawab Stigma Negatif yang Dilekatkan kepada Orang Palembang

Menjawab Stigma Negatif yang Dilekatkan kepada Orang Palembang

29 Juni 2022
Jurus Kapal Api Bertahan di Tengah Gempuran Bisnis Kopi

Jurus Kapal Api Bertahan di Tengah Gempuran Bisnis Kopi

5 Juni 2022
Jalan-jalan ke Pasar Pahing Kediri, Pasar Tertua dan Spot Kulineran di Kediri

Jalan-jalan ke Pasar Pahing Kediri, Pasar Tertua dan Spot Kulineran di Kediri

2 September 2023
Setelah Banyak Kekecewaan, Melihat Politisi Baik Rasanya Aneh terminal mojok.co

Epidemi Virus Corona dan Ketimpangan di Sekitarnya

17 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.