Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Bakat SpongeBob Lain yang Masih Terpendam Selain Jadi Koki

Fatony Royhan Darmawan oleh Fatony Royhan Darmawan
16 Desember 2020
A A
Mereka yang Bikin Teori Konspirasi tentang Kartun Adalah Orang Paling Goblok! 4 Bakat SpongeBob Lain yang Masih Terpendam Selain Jadi Koki terminal mojok.co

Mereka yang Bikin Teori Konspirasi tentang Kartun Adalah Orang Paling Goblok! Mereka yang Bikin Teori Konspirasi tentang Kartun Adalah Orang Paling Goblok! 4 Bakat SpongeBob Lain yang Masih Terpendam Selain Jadi Koki terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam hal memasak, sungguh bakat SpongeBob nggak diragukan lagi. SpongeBob adalah aktor utama di balik kelezatan Krabby Patty. Saya pun nggak tahu, SpongeBob ini belajar memasak dari siapa. Pada umumnya seseorang punya bakat turunan dari keluarganya.

Tapi, kalau meruntut silsilah keluarga SpongeBob, nggak ada yang berbakat jadi juru masak. Sepupu SpongeBob, Stanley Squarepant bahkan nggak punya bakat apa pun dan malah menghancurkan apa saja yang ia sentuh. Sepupu lainnya, Black Jack justru jadi narapidana. Pamannya, Kevin Lawn hanyalah seorang petani tua. Sementara setahu saya kedua orang tua SpongeBob hanyalah warga sipil biasa.

Mungkin ya memang karena bakat alaminya sebagai koki, SpongeBob bisa melahirkan masakan lezat tanpa harus ikut Master Chef. Tetapi, di samping berbakat jadi juru masak ternyata SpongeBob punya bakat-bakat terpendam lainnya. Sungguh karakter yang multitalenta. Berikut bakat SpongeBob selain menjadi koki.

#1 Stand up omedian

Siapa sangka SpongeBob yang kaku dan kikuk ketika ketemu cewek ini ternyata adalah seorang stand up comedian handal. Bakatnya itu ia tunjukkan dalam episode “Squirrel Jokes”. Dalam episode itu Krusty Krab tengah mengadakan Comedy Krab. Ya semacam acara Stand Up Seru (SUPER) di Kompas TV gitulah.

Saat itu banyak diundang komedian dari berbagai penjuru Bikini Bottom, termasuk SpongeBob yang nggak sengaja naik panggung. Di pentas perdananya sebenarnya SpongeBob ini nggak lucu dan bit-bitnya malah cenderung garing. Seiring berjalannya waktu SpongeBob mulai menemukan formula lelucon terbaiknya.

Kalau kita kenal Pandji Pragiwaksono dengan bit Indonesianya atau Raditya Dika dengan bit kisah cinta pribadinya. Pun SpongeBob punya andalan bit tupai ala Sandy. Antimainstream tapi lucu. Kok bisa? Ya karena memang berbakat.

Setiap naik panggung, SpongeBob selalu menceritakan lelucon tupai yang membuat Sandy tersinggung. Keesokan harinya setelah pentas ternyata semua orang menghindari bahkan mengejek Sandy.

Sandy kemudian berbicara dengan SpongeBob di malam berikutnya dan ngomong kalau lelucon itu memengaruhi citranya di masyarakat. Sandy meminta SpongeBob untuk memakai lelucon lain. Walau begitu SpongeBob nggak pernah ragu melontar lelucon tupai karena memang itu yang ditunggu di setiap pentasnya.

Baca Juga:

Jumbo, Sebaik-baiknya Film Animasi Anak Indonesia yang Pernah Saya Tonton

Patrick Star dalam SpongeBob SquarePants Sebenarnya Orang Kaya yang Pura-pura Bodoh demi Bisa Bahagia

#2 Penyanyi dan pemusik

SpongeBob adalah penyanyi berbakat yang punya suara khas. Setidaknya suara SpongeBob saat menyanyi lebih baik dari kontestan Indonesian Idol yang nyanyi “Bale-bale” itu. Tentu saja juga nggak memalukan penontonnya.

SpongeBob nggak cuma menyanyikan satu lagu. Beberapa lagu pernah dinyanyikan SpongeBob dengan sangat baik. Pengalaman sebagai seorang vokalis ditunjukkan SpongeBob dalam episode “Band Geeks”. Di episode itu Squidward diremehkan Squilliam soal selera seni musiknya.

Berbekal tekad dan niat, Squidward lantas membentuk band dan menunjuk SpongeBob sebagai vokalisnya. Band ini membawakan lagu rock ballad ciptaan David Glen Eisley dan Bob Kulick berjudul “Sweet Victory” dan ternyata sukses besar. Saat itu penonton berdecak kagum dan Squilliam pingsan karena kaget. Squidward pun melompat ke udara dengan penuh kemenangan, merayakan kesuksesan dan mengakhiri episode tersebut.

Di lain episode, SpongeBob menyanyikan lagu “Ripped Pants”. Lagu itu ditulis oleh Peter Strauss dan Paul Tibbitt. Jika kalian penasaran suara merdu SpongeBob, silahkan cari saja lagu “Sweet Victory” atau “Ripped Pants”. Sebuah rekomendasi lagu yang lebih baik daripada lagu tik tok atau “Bale-bale” sekaligus napak tilas bakat SpongeBob yang keren banget.

#3 Pemahat patung

Siapa sangka orang seperti SpongeBob yang terbiasa memegang spatula, alat penggorengan, kompor, dan berkecimpung di dapur ternyata ketika disuruh memahat hasilnya juga menakjubkan. Setidaknya itulah yang terjadi di episode “Artist Uknown”. Di episode itu SpongeBob bergabung dengan kelas seni Squidward.

Di kelas seni itu, Squidward memberikan sebongkah marmer kepada SpongeBob. Lewat satu pukulan palu, SpongeBob menghasilkan patung replika David karya Michelangelo dari sebongkah marmer mentah.

Squidward pun kagum sekaligus cemburu. Squidward malah mengejek mahakarya SpongeBob dan nggak mengakui bakatnya. Suatu ketika seorang kolektor seni bernama Monty P. Moneybags datang ke kelas Squidward dan langsung jatuh cinta dengan mahakarya SpongeBob. Bakat SpongeBob satu ini terbentuk dengan alami tanpa perlu kuliah di ISI Jogja.

#4 Pebisnis

Episode “Chocolate with Nuts” menunjukkan SpongeBob bersama Patrick sedang merintis usaha berjualan cokelat batangan. Pada awalnya coklat itu kurang laku. Nah, di sinilah bakat SpongeBob sebagai seorang pebisnis terlihat. SpongeBob terlihat menerapkan berbagai strategi marketing. Mulai dari usaha “door to door” menggaet pelanggan hingga membuat kemasan tas rajut untuk cokelat batangnya.

Di akhir episode SpongeBob dan Patrick berhasil menghasilkan banyak uang. Mereka memakainya untuk menyewa restoran mewah dan berkencan ganda dengan Mary dan ibunya. Hal itu juga membuat Squidward kaget dan kecewa karena jadi nggak bisa makan di restoran mewah itu. Dari situ kita tahu SpongeBob memiliki sifat yang laiknya dipunyai pebisnis lainnya, yaitu pantang menyerah.

Nah itulah bakat terpendam dari sosok SpongeBob. Sampai saat ini salah satu alasan saya masih menonton serial kartun SpongeBob ya karena karakternya yang sulit ditebak, termasuk bakatnya.

BACA JUGA Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2020 oleh

Tags: animasiSpongeBob
Fatony Royhan Darmawan

Fatony Royhan Darmawan

Seorang mahasiswa yang hobi main Pro Evolution Soccer level beginner dan suporter klub liga 3 yang hampir bubar.

ArtikelTerkait

Encanto: Tak Ada yang Salah dengan Jadi Biasa Saja terminal mojok.co

Encanto: Tak Ada yang Salah dengan Jadi Biasa Saja

5 Desember 2021
Patrick Star adalah Korban Dibandingkan sama Anak Tetangga dalam Perspektif Taoisme terminal mojok.co

Belajar dari Patrick Walaupun Pengangguran Tapi Banyak Akal

13 Juli 2019
Happy Tree Friends, Serial Animasi yang Bikin Trauma

Happy Tree Friends, Serial Animasi yang Bikin Trauma

29 Januari 2022
benang merah

Memahami Benang Merah Toleransi Dari SpongeBob SquarePants dan Patrick Star

17 Oktober 2019
Kalau Dipikir-pikir Squidward Tentacles Pantas Debut Jadi Idol Korea terminal mojok.co

5 Sisi Positif Mengadopsi Sikap Cuek Squidward

2 September 2020
Perfect Blue

Perfect Blue: Film tentang Gelapnya Industri Hiburan yang Wajib Kalian Tonton

28 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.