Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab – Terminal Mojok

Strategi Bisnis ala Plankton. Bahkan Chum Bucket pun Bisa Mengalahkan Krusty Krab

Artikel

Fatony Royhan Darmawan

Plankton adalah owner cerdas dari sebuah restoran di Bikini Bottom, Chum Bucket. Keadaan mendesaknya untuk selalu berpikir inovatif mengalahkan kedigdayaan Krusty Krab. Sebagai owner, Plankton selalu dituntut punya terobosan-terobosan gemilang untuk membuat restorannya ramai. Dan di sinilah kunci kesuksesan yang bisa terapkan.

Selama ini juga mayoritas orang hanya tahu Chum Bucket sebagai restoran yang sepi, nggak punya pelanggan, kumuh, kusam, dan makanannya nggak enak. Semuanya memandang rendah bahkan termasuk Plankton sendiri. Istrinya, Karen, selalu memberinya nasihat dan semangat. Sosok istri yang didambakan banyak orang walau dia adalah komputer.

Tanpa banyak orang tahu, sebenarnya Chum Bucket pernah disinggahi pelanggan. Bahkan sempat sangat ramai mengalahkan Krusty Krab. Walau nggak mencuri formula Krabby Patty, strategi marketing Plankton pernah berhasil. Inilah terobosan-terobosan bisnis Sheldon J. Plankton yang bisa diterapkan buat mengalahkan rival bisnismu.

#1 Branding produk yang menarik

Branding produk ini penting sekali. Pemberian identitas di sebuah produk bisa memengaruhi konsumen untuk lebih memilih produk kita dibandingkan produk pesaing. Hal inilah yang dilakukan oleh Plankton dan terbukti bisa mengalahkan Krusty Krab dalam persaingan bisnisnya melawan Tuan Krab. Di episode “Chum Bucket Supreme” Plankton mempekerjakan Patrick sebagai direktur periklanan.

Patrick mencetuskan slogan “Cum is Fum” yang melekat sebagai branding restoran. Ide Plankton menciptakan branding ini  sangat cemerlang. “Cum is Fum” berkat itulah restoran Chum Bucket yang bahkan makanannya nggak enak sama sekali bisa jadi sangat laris. Konsumen tertarik jajan di restoran milik Plankton itu hanya karena slogan bodoh Patrick.

Nah, buat yang sedang frustasi menghadapi rival bisnis, kalian bisa mulai mengutak-atik branding produk ini. Mungkin terlihat sepele, tapi bagi konsumen, identitas ini yang dilihat pertama kali. Belajar dari Plankton strategi branding produk dengan memilih nama yang catchable dan enak didengar.

#2 Pemilihan dekorasi tempat

Dalam episode “Chum Cavern” Plankton terjatuh ke dalam gua bawah tanah dan ide bisnisnya tiba-tiba bermain. Plankton memanfaatkan pemandangan dan dekor alami gua bawah tanah untuk menarik pelanggan. Demi mengecilkan biaya produksinya, Plankton juga menjinakkan penghuni gua dengan cambuknya, lalu menjadikan mereka karyawan barunya.

Mayoritas pelanggan tertarik dengan pemandangan gua bawah tanah dan interior batuan karst yang begitu estetik dan instagramable. Tempatnya juga intim, cocok buat pacaran. Jelas-jelas pelanggan mau meninggalkan Krusty Krab dengan desain kunonya hanya demi makan di Chum Bucket yang lebih instagramable.

Buat yang sedang merintis bisnis usaha makanan, belajar dari strategi Plankton, dekorasi tempat ini nggak kalah pentingnya. Bisa dilihat dari kafe dan working space yang populer belakangan ini pasti memiliki ciri khas dekorasi tempat. Nggak mungkin kalau interior tempatnya biasa-biasa saja. Bahasa anak mudanya, tempatmu itu harus instagramable, walau makanan dan minumannya biasa aja.

#3 Menjaga kualitas produk

Dalam episode “Chum Fricassee” Plankton mengangkat Squidward sebagai chef di Chum Bucket. Ketika itu ia diremehkan kemampuan memasaknya oleh Tuan Krab. Plankton yang mendengar hal itu lantas mengangkat Squidward sebagai koki di restorannya. Oleh Plankton, Squidward diberi tugas berat menciptakan makanan enak.

Tanpa disangka, Squidward yang diremehkan di Krusty Krab, justru menemukan terobosan menu baru buat tempat kerjanya yang baru.  Bersama Plankton, Squidward mengubah restoran Chum Bucket jadi restoran bernuansa bintang lima. Tampak mewah dan elegan. Julukan restoran itu pun bertransformasi jadi Le Chum Bucket, sebuah restoran mewah Perancis.

Makanan yang dibuat Squidward sangat enak. Tuan Krab dan Spongebob pun terheran-heran dengan yang dilakukan Squidward. Bisnis Krusty Krab semakin terpuruk dan hancur. Di sisi lain Chum Bucket semakin terkenal dan ramai karena produk yang dijajakan di sana memang berkualitas. Dari situ terlihat Plankton nggak puas hanya dengan dekorasi tempat dan branding produk. Sebagai owner yang cerdas ia juga memperhatikan kualitas produknya.

Nah itulah, beberapa strategi bisnis Plankton yang terbukti ampuh menumbangkan rival bisnisnya. Bikini Bottom menerapkan sistem ekonomi pasar di mana sektor-sektor swasta seperti Chum Bucket milik Plankton dan Krusty Krab milik Tuan Krab diberi kebebasan seluas-luasnya buat menjalankan bisnis. Mau nggak mau para owner dituntut berstrategi dan bersiasat supaya bisnisnya nggak bangkrut. Kita juga dong, jangan kalah sama Plankton.

BACA JUGA Tipe-tipe Pelanggan yang Datang ke Krusty Krab dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Baca Juga:  4 Tipe Polisi yang Ada di Bikini Bottom
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
9


Komentar

Comments are closed.