Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian

Supriyadi oleh Supriyadi
12 Agustus 2026
A A
4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian Mojok.co

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat bepergian, saya lebih memilih salat di musala SPBU ketimbang masjid. Bagi sebagian orang, pernyataan ini mungkin terdengar aneh. Namun, bagi saya, itu pilihan paling aman. 

Pilihan ini bukan karena saya tidak suka masjid ya. Bukan pula karena saya ogah untuk salat berjamaah. Saya hanya merasa musala SPBU sering kali lebih praktis untuk kebutuhan seorang musafir. Apalagi kalau perjalanan sudah jauh dan badan mulai tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

Di bawah ini empat alasan yang membuat salat di musala SPBU jadi pilihan masuk akal dibanding masjid. 

#1 Toilet SPBU bersih dan tidak membuat waswas

Hal pertama yang saya cari ketika berhenti di perjalanan sebenarnya bukan hanya tempat salat, tapi juga toilet.

Maklum, setelah berjam-jam duduk di kendaraan, kebutuhan buang air kecil atau besar kadang lebih mendesak daripada kebutuhan mencari tempat ibadah. Dan, setelah dari toilet, tentu saya ingin berwudu dengan nyaman.

Masalahnya, toilet di masjid tidak selalu dalam kondisi yang menyenangkan.

Saya beberapa kali menjumpai toilet masjid yang bau, lantainya licin, krannya rusak, airnya macet, atau kondisinya kurang terawat. Ada pula toilet yang membuat saya harus berhati-hati agar pakaian tidak terkena cipratan air entah dari mana. Belum lagi kalau ternyata toiletnya malah dikunci, sengaja agar pengunjung tidak bisa menggunakannya.

Sebaliknya, toilet SPBU biasanya dirancang untuk orang yang memang sedang bepergian. Bersih, airnya tersedia, dan relatif terawat.

Baca Juga:

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

Jadi, kalau saya menemukan SPBU yang toiletnya bersih sekaligus memiliki musala, rasanya seperti menemukan paket lengkap: buang hajat bisa, wudu bisa, salat juga bisa.

#2 Salat tenang, sandal juga aman

Ada keuntungan lain yang mungkin terdengar remeh, sandal.

Saya beberapa kali kehilangan sandal ketika salat di masjid. Entah tertukar, entah benar-benar dibawa orang lain, saya tidak tahu. Yang jelas, ketika keluar dari masjid, sandal yang tadi saya taruh sudah tidak ada.

Mungkin karena masjid ramai. Sandal yang jumlahnya puluhan atau bahkan ratusan membuat semuanya tampak seperti keluarga besar yang sulit dibedakan.

Di musala SPBU, masalah seperti ini hampir tidak pernah saya alami.

Biasanya musalanya relatif sepi. Sandal saya masih berada di tempat semula setelah salat. Tidak ada drama mencari sandal sambil berjalan tanpa alas kaki ke tempat parkir.

#3 Saya tidak perlu disuruh-suruh salat berjamaah

Ada pengalaman lain yang membuat saya lebih nyaman salat di musala SPBU.

Pernah suatu kali saya hendak salat di masjid, lalu ada pengurus atau takmir yang menyuruh saya ikut berjamaah dengan jamaah lain yang kebetulan ada di sana.

Saya memahami maksudnya baik. Mungkin beliau ingin saya mendapatkan pahala salat berjamaah karena memang salat berjamaah memiliki keutamaan.

Masalahnya, beliau tidak tahu bahwa saya sedang salat jamak qashar, sementara jamaah lain sedang salat sebagaimana biasanya.

Akhirnya, sesuatu yang seharusnya sederhana menjadi sedikit rumit. Apalagi si pengurus masjid tadi memasang muka galak dan merasa benar dengan menyuruh orang untuk salat berjamaah.

Di musala SPBU, saya tidak mengalami hal seperti itu. Tidak ada yang bertanya saya mau salat apa, mengapa tidak ikut jamaah, atau mengapa gerakan salat saya berbeda.

Saya bisa beribadah sesuai kondisi perjalanan saya tanpa perlu menjelaskan keadaan kepada siapa pun.

#4 Musala SPBU tidak pernah menyuruh saya cepat pulang

Pengalaman yang paling membuat saya memilih musala SPBU adalah ketika suatu kali saya hendak salat di masjid, tetapi pintunya terkunci. Saya hanya bisa berdiri di depan masjid sambil bertanya-tanya, mengapa tempat ibadah justru tidak bisa digunakan ketika saya membutuhkannya.

Pernah juga setelah salat saya duduk sebentar untuk beristirahat karena perjalanan masih panjang. Tidak lama kemudian, saya diminta keluar karena masjid akan dikunci. Saya merasa mau diusir.

Iya, saya memahami bahwa masjid tentu memiliki aturan dan pengurus punya tanggung jawab menjaga keamanan. Saya juga tidak tahu alasan persis masjid tersebut dikunci. Namun, sebagai musafir, pengalaman itu tetap meninggalkan kesan.

Sementara itu, musala SPBU biasanya terbuka selama SPBU masih beroperasi. Saya bisa berhenti, membersihkan diri, salat, duduk sebentar, lalu melanjutkan perjalanan. Itu semua bisa saya lakukan tanpa diburu-buru.

Alasan kepraktisan

Sejatinya, saya tidak sedang mengatakan bahwa musala SPBU lebih mulia daripada masjid. Sama sekali bukan itu persoalannya. Saya hanya merasa bahwa ketika bepergian, saya membutuhkan tempat ibadah yang praktis, terbuka, bersih, dan membuat saya merasa diterima sebagai musafir.

Karena, bagi saya, tempat ibadah yang baik bukan hanya tempat yang memungkinkan seseorang menunaikan salat. Ia juga seharusnya membuat orang yang sedang dalam perjalanan merasa bahwa ia boleh berhenti sejenak, beribadah, beristirahat, lalu melanjutkan perjalanan dengan tenang.

Dan, entah mengapa, untuk urusan sederhana seperti itu, saya justru lebih sering mendapatkannya di musala SPBU. Ya, tidak semua masjid seperti masjid-masjid yang viral itu, semacam Jogokariyan, Suciyati Saliman, dan sejenisnya.

Penulis: Supriyadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Tags: Masjidmusalamusala SPBUsalatspbutoilet spbu
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

Alasan di Balik Mahalnya Biaya Pembangunan Masjid Terminal Mojok

Alasan di Balik Mahalnya Biaya Pembangunan Masjid

5 Januari 2023
5 Tips KKN di Demak dari Pemuda Setempat (Unsplash)

Sisi Lain Demak, Kota yang Telanjur Lekat dengan Masjid dan Makam

11 Agustus 2023
Sungguh Menyebalkan Kalian yang Berlama-lama di Loket dengan Dalih Sudah Mengantre

Sungguh Menyebalkan Kalian yang Berlama-lama di Loket dengan Dalih Sudah Mengantre

9 Maret 2020
4 Rekomendasi Masjid Terdekat dari Alun-Alun Malang yang Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki

4 Rekomendasi Masjid Terdekat dari Alun-Alun Malang yang Bisa Dijangkau dengan Jalan Kaki

2 April 2022
Jalan Tunjungan, Ikon Kota Surabaya yang Semakin Tidak Ramah Wisatawan

Jalan Tunjungan Surabaya Memang Enak buat Nongkrong, tapi Sayang Kurang Toilet dan Musala!

29 September 2024
5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu Mojok.co

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

10 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

Guru ekstrakurikuler: tulang punggung prestasi sekolah yang sialnya jarang dapat apresiasi

11 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian Mojok.co

4 alasan saya lebih memilih salat di musala SPBU daripada masjid saat bepergian

12 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.