Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alasan Orang Tiba-tiba Suka Bersepeda Belakangan Ini

Dicky Setyawan oleh Dicky Setyawan
11 Juni 2020
A A
tren bersepeda di tengah pandemi wabah corona tren olahraga mojok.co

tren bersepeda di tengah pandemi wabah corona tren olahraga mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah tidak asing lagi rasanya akhir-akhir ini melihat pemandangan orang bersepeda yang kini sudah tidak bisa lagi dihitung dengan jari. Kalaupun bisa juga harus minjem jari orang. Tren gowes bahkan kini mulai sebanding dengan abang Gojek dan Grab sebagai penguasa aspal jalanan. Olahraga yang dulu kerap dicap sebagai ajang adu gengsi kini mulai merambah masyarakat biasa.

Awal kemunculan tren ini beberapa bulan saya kira hanya terjadi di kalangan teman-teman sekelas di kota saya saja. Maklum, banyak teman sekelas saya merupakan mahasiswa beasiswa olahraga. Ternyata tren gowes juga terjadi di beberapa kota, terutama di masa pelonggaran PSBB. Bukti valid tren ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan sepeda, intensitas Insta story tentang sepeda, hingga mulai merambah ke postingan akun-akun info kota, info cegatan, dll. Kenapa sih bersepeda bisa happening banget?

Alasan pertama: pada dasarnya olahraga merupakan tren. Masih ingatkah dengan tren olahraga futsal di awal dekade 2010 atau tren naik gunung sehabis film “5 cm” tayang? Hampir sama dengan tren gowes  yang secara masif akhir-akhir ini yang mengulangi siklus tersebut. Tren di setiap daerah tak selalu, sama seperti tren bola voli tiga tahun belakangan di daerah saya yang memaksa pekarangan warga menjadi lapangan bola voli dadakan, tentu tak sama dengan tren olahraga di Ibu Kota atau daerah lain.

Tak heran, selain resolusi yang dibahas di pergantian tahun, tren olahraga merupakan salah satu topik yang biasanya tak luput dari prediksi di awal tahun. Kemal Palevi dan David Nurbianto yang pernah membawakan materi stand up comedy tentang tren olahraga di tahun yang berbeda (2012 dan 2014), tapi masih relate dengan masyarakat sekarang. Bukti olahraga memang tak lepas dari tren. Dan pada dasarnya, seperti layangan, kalau memasuki musim penghujan, ya bakal ilang.

Alasan selanjutnya ya tentu karena media sosial. Sama seperti saya yang ngeh dengan maraknya gowes dari story WA dan Instagram teman terdekat. Apalagi semenjak masuk ke postingan info cegatan segala. Pada dasarnya manusia punya kecenderungan untuk meniru pilihan dan perilaku orang lain. Namun, manusia  juga menunjukkan bahwa manusia ingin melakukan kebalikannya untuk menandakan keunikan dalam sebuah kelompok dengan membuat pilihan yang beda dari yang lain. Tren gowes sekarang bisa jadi karena orang cenderung mengikuti orang lain yang ingin beda dari orang lain. Intinya, ketika menjadi anti-mainstream pun jadi mainstream.

Alasan lain, sebagian masyarakat kita membenarkan tren bersepeda di tengah pandemi. Kalau kata orang-orang “ga papa lah namanya juga olahraga, biar imun bagus,” meskipun kenyataannya agak bias antara antara olahraga biar imun kuat dengan makin banyaknya orang bergerombol. Yah, namanya juga makhluk sosial, pasti ada rasa gatel kalau ketemu dengan orang yang mempunyai hobi sama. Bawaannya mau kumpul-kumpul kopi darat. Saya yakin kalau tidak dalam situasi seperti ini, pesepeda-pesepeda ini sudah bikin acara kaya anak RX King atau komunitas motor lain. Ya, paling nggak touring gowes keliling Indonesia, kemudian ketemu chapter pesepeda mania dari kota lain. Hehehe.

Alasan terakhir, udara lagi seger-segernya. Selama masa PSBB menurunnya volume kendaraan di jalanan kota-kota besar berbanding lurus dengan membaiknya kualias udara di kota besar. Menurut Harian Jogja, di Jogja misalnya, sepanjang Mei, kandungan karbon monoksida (senyawa yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna mesin kendaraan) di udara menurun hingga 42%. Selain tergiur dengan tren dan postingan sobat-sobat media sosial, orang-orang juga cenderung memanfaatkan momentum membaiknya kualitas udara di kota-kota besar. Apalagi Indonesia memasuki pengujung musim hujan ketika intensitas hujan menurun. Hujan jadi jarang, panas nggak terlalu.

Olahraga adalah salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Mau motivasi bersepeda cuma ikut-ikutan atau lain sebagainya nggak salah kok asal dilakukan dengan benar, seperti di masa pandemi ini, asal tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya menghargai pengguna jalan lain.

Baca Juga:

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

BACA JUGA Musim Gowes sih Boleh Aja, tapi Jangan Menuh-Menuhin Jalan Juga kali! 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2020 oleh

Tags: hobiolahragasepedawabah corona
Dicky Setyawan

Dicky Setyawan

Pemuda asal Boyolali. Suka menulis dan suka teh kampul.

ArtikelTerkait

pencurian musim maling pandemi wabah corona cerita mistis hantu horor mojok

Kisah Mistis Para Maling yang Pernah Dijumpai Peronda

7 Mei 2020
8 Fakta Menarik tentang Sumo, Olahraga Tradisional Jepang yang Masih Lestari Hingga Kini Terminal Mojok

8 Fakta Menarik tentang Sumo, Olahraga Tradisional Jepang yang Masih Lestari Hingga Kini

12 Mei 2022
Kata Siapa Nonton Drakor Bikin Halu?

Kata Siapa Nonton Drakor Bikin Halu?

1 November 2019
15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

15 Dosa Pemancing di Kolam Pemancingan yang Meresahkan, Bikin Rusak Suasana

7 September 2025
Kampus Elit, Parkir Sulit tukang parkir liar

Saya Jadi Rajin Jalan Kaki Gara-gara Nggak Mau Lagi Bayar Parkir ke Tukang Parkir yang Sebenarnya Nggak Berjasa Amat

1 Agustus 2023
Saya Pernah Ngutil Pomade di Indomaret dan Saya Menyesal terminal mojok.co

Pro-Kontra Layanan Drive-thru Indomaret

16 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.