Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Alasan Mengapa di Lingkungan Kampus, Burjo Lebih Rame Dibandingkan Angkringan

Arrayyan Mukti Rahardian oleh Arrayyan Mukti Rahardian
19 Agustus 2025
A A
5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta Mojok.co burjo angkringan

5 Menu Warmindo Jogja yang Saya Harap Ada di Warmindo Jakarta (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Maaf-maaf saja, untuk mahasiswa di sekitar kampus, mereka akan lebih milih burjo ketimbang angkringan

Adanya kampus bikin peluang ekonomi di sekitarnya meningkat. Maka nggak heran di sekitarnya jadi ladang bisnis yang cuan. Banyak usaha berdiri, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan mahasiswa, dan yang paling banyak adalah usaha makanan.

Beragam jenis tempat makan, dari yang biasa sampai yang mewah. Dari yang makanan tradisional sampai modern. Jejepangan, kekoreaan, barat baratan semua ada. Bahkan sampai bingung mau pilih yang mana. Tapi kalau ngomongin yang paling populer dan dekat dengan mahasiswa, burjo adalah jawabannya.

Burjo adalah tempat makan yang paling gampang. Kalau bingung mau makan di mana, ujung-ujungnya burjo lagi burjo lagi. Tapi ada satu tempat yang mungkin dilupakan mahasiswa tentang keberadaanya. Yakni angkringan. Di Jogja mungkin masih banyak peminatnya, karena memang di sana habitatnya. Tapi kalau Semarang misalnya, bisa dibilang beda jauh peminatnya.

Dan sebagai orang yang pernah ke keduanya, inilah beberapa alasan yang mungkin kenapa mahasiswa lebih milih ke burjo daripada melipir ke angkringan.

Dari segi tempat, burjo lebih luas

Yang pertama karena biasanya, mahasiswa kalau makan bawa rombongan. Pasti nyari tempat yang agak luasan. Dan burjo jauh lebih luas daripada angkringan. Burjo lebih banyak kursi meja, sedangkan angkringan umumnya kecil. Cuma mengelilingi gerobaknya.

Mahasiswa biasanya makan nggak cuma makan. Ada agenda lain, nugas lah, kerkom lah, dan rapat. Biasanya 2 sampai 4 orang, bahkan sampe lebih, karena emang anggotanya banyak. Dan untuk menampung orang orang tadi, butuh tempat yang luas.

Burjo luas nggak cuma luas dalemnya aja. Parkirannya juga luas. Muat kalau bawa banyak motor, maupun mobil. Kalau angkringan biasanya di pinggir jalan dan nggak bangunan tetap. Jadi susah nyari parkiran.

Baca Juga:

Seenak-enaknya Es Teh Jumbo Masih Kalah dengan Teh Angkringan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Menu makanan burjo yang lebih beragam

Yang kedua ini nggak boleh lupa bahwa tujuan utamanya makan. Pasti nyari makanan yang enak dan murah pastinya. Burjo walaupun namanya dari bubur kacang ijo, nggak cuma jual itu. Menunya lebih beragam. Mulai dari mi instan, nasgor, orak arik, ayam, dan lainnya.

Sebenarnya nggak jauh beda sama burjo, angkringan juga banyak menu. Bedanya di angkringan ada sate-satean dan nasi kucing. Tapi itu nggak cukup untuk mahasiswa kelaparan. Butuh menu makan berat lain yang variatif biar nggak bosan.

Di burjo makanannya cenderung lengkap. Harganya juga relatif murah. Kalau mau protein tinggi ada ayam. Bosen ayam masih ada telor, bahkan beberapa burjo ada menu sarden. Kalau soal sayur, nggak usah khawatir, masih ada sop, dan sayur lain. Yang penting nggak seret.

Angkringan nggak ada wifi dan colokan

Bisa dibilang ini juga faktor utama. Mahasiswa nggak bisa lepas dari gadgetnya. Dan agar gadget tetap hidup, butuh dua penunjang utama: wifi dan colokan. Seolah kalau nggak ada dua hal ini, hidup mahasiswa jadi hampa. Isinya bengong doang.

Nah di burjo, dua hal ini pasti ada. Setiap meja pasti ada colokannya. Cukup kalau mau ngisi daya HP, laptop, dan vape. Kalau urusan wifi, dijamin lancar jaya. Bahkan konon katanya jauh lebih lancar dibanding wifi kampus.

Kalau di angkringan sulit menemukan keduanya. Kalau colokan mungkin masih ada beberapa. Itu juga isinya cuma tiga. Penuh dipakai buat abang angkringannya, nyalain lampu, sama speaker. Praktis nggak kebagian. Kalau wifi jangan ditanya, udah pasti nggak ada.

Burjo buka 24 jam

Salah satu keunggulan burjo yang paling kelihatan adalah waktu buka yang 24 jam. Burjo nggak pernah tutup. Kalau tutup berarti yang punya lagi pulang kampung ke Jawa Barat. Ini yang disukai mahasiswa. Artinya mereka bisa ke sana kapan aja.

Dari pagi ke pagi lagi, burjo masih ada pelanggan. Makin pagi makin aneh aneh orangnya. Pengalaman saya pernah ketemu orang pulang mabok jam 3 pagi. Muntah-muntah dan sempoyongan. Bikin nggak nafsu makan.

Kalau angkringan lebih terjadwal. Biasanya buka sore sampe malem. Ada juga angkringan yang 24 jam. Cuma ya menunya seadanya, baru ready pas sore. Inilah kenapa burjo lebih bersahabat dari segi waktu.

Dan itulah beberapa alasan kenapa burjo lebih rame daripada angkringan. Bukan menjelekkan angkringan, tapi bagaimana pun, kelewat beda. Burjo lebih ke orang-orang rame yang butuh ruang dan waktu. Sedangkan angkringan lebih tenang dan sepi. Cocok untuk istirahat dari keramaian. Ditambah lampu remang remang, suasananya makin intim.

Penulis: Arrayyan Mukti Rahardian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Burjo di Sekitar UNY Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Semester Tua yang Terancam DO dan Tak Sanggup Bayar UKT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2025 oleh

Tags: angkringanburjomenu angkringanmenu warmindowarmindo
Arrayyan Mukti Rahardian

Arrayyan Mukti Rahardian

Penjaga kewarasan yang bersahaja. Memilih jalan hidup yang tenang: mengurai pikiran lewat tulisan, memperluas dunia lewat bacaan, dan memulihkan jiwa melalui tidur yang nyenyak

ArtikelTerkait

Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

5 Hal yang Harus Ada kalau Mau Sukses Bisnis Angkringan ala Jogja

16 Juni 2020
Panduan Memulai Bisnis Warmindo: Modal Dikit, Cuan Selangit!

Panduan Memulai Bisnis Warmindo: Modal Dikit, Cuan Selangit!

10 Agustus 2022
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Mau Mencoba Bisnis Angkringan? Sebaiknya Perhatikan 5 Hal Ini

25 Agustus 2021
Saya Bakul Angkringan dan Ini 4 Menu yang Paling Laris Tanpa Harus Diromantisasi terminal mojok.co

Saya Bakul Angkringan dan Ini 6 Menu yang Paling Laris

24 November 2020
Wedangan mojok.co

Rekomendasi Wedangan ala Kafe di Solo

27 Juni 2020
Jogja: Mengaku Terbuat dari Angkringan, tapi Tak Tahu Teh Kampul Itu Apa bogor

Jogja: Mengaku Terbuat dari Angkringan, tapi Tak Tahu Teh Kampul Itu Apa

14 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Mengecewakan Pembeli (Danangtrihartanto - Wikimedia Commons)

8 Dosa Penjual Kue Pukis yang Sering Disepelekan Penjual dan Mengecewakan Pembeli

30 Januari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.