Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

3 Rahasia Sukses Bisnis Toko Kelontong ala Orang Cina

Rahadian oleh Rahadian
14 Mei 2022
A A
Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota (Onyengradar via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari lalu, saya membeli kopi di warung kelontong yang dekat dengan rumah saya. Saat membayar, saya teringat dengan satu tulisan saya yang belum di-publish. Tulisan ini berisi mengenai analisis saya tentang kenapa toko kelontong mlik warga keturunan Cina itu sebagian besar sukses.

Analisis ini terinspirasi dari warung kelontong yang ada di belakang rumah saya yang dulu. Saat awal-awal buka, warung kelontong ini masih kecil. Tiga tahun kemudian, warung itu menjadi berkembang begitu pesat. Bahkan, ada fasilitas isi ulang air galon, showcase dan freezer. Terlihat sekali bahwa warung kelontong mereka sukses dan berkembang.

Dari analisis ala-ala yang saya bikin, saya jadi paham kenapa toko kelontong orang Cina sering sukses.

#1 Jadi tempat kumpul-kumpul

Kalo saya perhatikan, area halaman warung kelontong langganan saya tersebut selalu menjadi tempat kumpul-kumpul warga sekitar pada hampir setiap malam. Pada warung kelontong di belakang rumah saya, hampir setiap malam, bapak-bapak selalu main catur sambil ngopi. Bahkan, si koko pemilik warung pun asyik ikutan main catur. Saya lalu memperhatikan warung kelontong lainnya yang tak jauh dari rumah nenek saya. Di halaman warung ini, hampir setiap malam, para kawula muda ngumpul-ngumpul untuk mengobrol sambil merokok dan main gitar. Bahkan, anak si koko pemilik warung itu ikutan ngumpul-ngumpul juga.

Cuan (Pixabay.com)

Nah, dari hal itulah saya jadi tahu kenapa toko tersebut sukses. Sebab, dengan dijadikan tempat nongkrong, alhasil terciptalah kedekatan secara emosional. Jangan salah, faktor emosional kerap kali jadi pertimbangan utama lho.

#2 Untung dikit, tapi banyak yang beli

Saya pernah membandingkan harga pulsa di warung kelontong milik orang Cina dengan warung kelontong lainnya. Biasanya, harga pulsa di warung milik orang Cina lebih murah ketimbang lainnya. Biasanya lho ya.

 Tak hanya pulsa, harga barang lain di toko kelontong milik koko-koko biasanya lebih murah. Tapi, selalu rame. Nah, mungkin mereka pake azas untung dikit gapapa, tapi ngejar pembeli yang banyak.

Harus paham kebutuhan konsumen (Shutterstock.com)

Bingung?

Baca Juga:

Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung

Begini mudahnya. Toko A jual beras sekilo 12 ribu. Nah, toko B jualan beras sekilo 11 ribu. Harga beras aslinya adalah 10 ribu per kilo. Di toko A, yang beli 5 orang, untungnya 10 ribu. Di toko B, yang beli 15 orang, alhasil untungnya 15 ribu.

See? Untung dikit nggak apa-apa, yang penting pada repeat order.

#3 Tahu betul kebutuhan konsumen

Ada satu hal menarik yang benar-benar menyita perhatian saya dari warung kelontong milik orang Cina yang berada di belakang rumah saya. Jarak tiga rumah dari warung ini, ada masjid. Menariknya, meskipun pemilik warung kelontong bukan beragama Islam, warung ini ternyata berjualan sajadah dan peci. Tentu saja, target market produk ini yaitu para jamaah masjid tersebut. Dari titik ini, saya menyimpulkan kalo warung kelontong milik orang Cina itu tahu betul barang-barang apa saja yang dibutuhkan warga sekitar.

Asal lengkap, pasti laku (Sriyana via Shutterstock.com)

Dalam berdagang, tahu kebutuhan (calon) konsumen itu amat penting. Soalnya, sebagus apa pun barang yang kamu jual, kalau nggak dibutuhkan, tetep aja nggak laku. Apalagi kita sedang bicara toko kelontong, ini lebih krusial. Kalau paham apa yang konsumen butuhkan, terlebih stoknya lengkap, pasti bakal laku. Lha wong bisa diandalkan, jelaslah jadi tujuan utama.

Itulah tiga hal yang menyebabkan warung kelontong milik orang-orang Cina itu banyak yang sukses berdasarkan analisis yang saya lakukan. Nah kalau kalian tertarik untuk bikin usaha sejenis, tiru strategi mereka, atau belajar sekalian. Selamat mencoba!

Penulis: Rahadian
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Membuka Toko Kelontong bagi Anak Muda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2022 oleh

Tags: orang cinatoko kelontong
Rahadian

Rahadian

Sarjana Hubungan Internasional yang gemar menulis, bermain musik, dan coding.

ArtikelTerkait

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung Mojok.co

Sebaiknya Pikir Ulang kalau Mau Buka Warung Madura di Tulungagung

18 September 2025
Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi QRIS

Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi

30 Agustus 2024
Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

Toko Basmalah, Toko Kelontong Penguasa Daerah Tapal Kuda, Pesaing Utama Indomaret dan Alfamart

21 November 2024
Senja Kala Warung Ucok, Toko Kelontong Masa Kecil yang Kalah Saing dengan Warung Madura (Mojok.co)

Perlahan tapi Pasti, Warung Madura Menggeser Warung Ucok

1 Mei 2024
Melarang Indomaret dan Alfamart Tidak Lantas Bikin UMKM Sumatera Barat Sejahtera

Melarang Indomaret dan Alfamart Tidak Lantas Bikin UMKM Sumatera Barat Sejahtera

28 November 2023
Perjalanan Saya Berdagang dan 5 Kebiasaan Pembeli yang Bikin Hilang Akal

Perjalanan Saya Berdagang dan 5 Kebiasaan Pembeli yang Bikin Hilang Akal

28 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata
  • Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina
  • Buka Bisnis di Desa Menggiurkan, Tapi Bukannya Slow Living Malah Dibayangi Sengsara karena Kebiasaan Warga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.