Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Perbedaan Tuku Jogja dan Tuku Jakarta, Saya Tulis Biar Orang-orang Nggak Kaget

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
22 April 2025
A A
3 Perbedaan Tuku Jogja dan Tuku Jakarta, Saya Tulis Biar Orang-orang Nggak Kaget Mojok.co

3 Perbedaan Tuku Jogja dan Tuku Jakarta, Saya Tulis Biar Orang-orang Nggak Kaget (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tuku Jogja dan Tuku Jakarta itu serupa tapi tak sama. 

Membahas tentang kopi memang nggak ada habisnya, apalagi merek kekinian yang saat ini gencar mendirikan cabang di kota besar. Contohnya, di Jogja, kini sudah banyak merk kopi kekinian mewarnai tiap sudut kota dan pasti ramai pengunjung. Ya gimana ya, wong anak muda Jogja hobi nongkrong sambil ngopi kok, entah itu pendatang atau warlok. Dikit-dikit ngopi. Soal harga belakangan yang penting nggak FOMO.

Salah satu spot ngopi yang sedang hits di Jogja adalah brand terkenal asal Jakarta, apalagi kalau bukan Kopi Tuku. Terletak di tengah kota Jogja, membuat gerai ini tidak pernah terlihat sepi. Namun, rekan-rekan sepermainan saya berpendapat kalau Tuku Jogja ini biasa aja, nggak ada yang spesial. Bahkan yang sudah sering datang ke Tuku Jakarta menganggap Tuku di Jogja itu beda, terutama menu andalannya, Kopi Susu Tetangga (KST). Tidak seenak produk di Jakarta dan sekitarnya (katanya).

Sejak Kopi Tuku hadir di Jogja tahun lalu, saya masih biasa saja dan belum ingin berkunjung. Pasti sama saja seperti yang sering saya minum di Jakarta. Akhirnya rasa penasaran saya pun muncul karena banyak suara yang mengatakan “Kopi Tuku biasa aja, masih enakan kopi sebelah”. Baiklah, saya datang ke Tuku untuk membuktikan apakah rasa kopi kesayangan saya ini jadi beda ketika diboyong ke Kota Pelajar.

Dan ternyata, serupa tapi tak sama. Saya tidak bermaksud membandingkan, hanya bercerita berdasarkan pengalaman pertama berkenalan dengan Tuku Jogja. Pengalaman ini semoga bisa jadi tambahan informasi bagi mereka yang hendak berkunjung ke Tuku Jogja supaya tidak kaget. 

#1 Karakteristik kopinya terlalu ringan

Saat itu saya berkunjung di pagi hari, sekitar pukul 08.00, tidak lama setelah gerai yang dibuka di kawasan Kotabaru itu buka. Saya dapati Tuku Jogja sudah dipadati pengunjung. Seperti yang biasa saya pesan ketika berkunjung ke Kopi Tuku Jakarta,  saya memesan KST no sugar. Saya memilih tanpa gula dengan maksud espresso-nya akan lebih terasa.

Antrean pada pagi hari itu memang lumayan panjang, tapi pelayanannya sat-set.  Tidak perlu menunggu lama, pesanan sudah tersedia. Saya memilih duduk di outdoor dengan beberapa kursi besi bulat khas Tuku. Tidak ada meja untuk laptopan beserta colokannya.

Setelah saya menyesap es kopi susu, kesan pertama yang timbul adalah mana rasa espresso-nya? Jujur saja, saya tidak merasakan kopi atau boleh jadi terlalu banyak susu. Setelah es mencair, rasa KST ini bubar, jadi lebih hambar. Mungkin saya harus pesan less ice ya.

Baca Juga:

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Setelah mencicipi langsung, betul juga kata orang-orang, KST Tuku Jogja tidak sama dengan Tuku Jakarta. Menurut lidah saya, tekstur KST di Tuku Jogja ini terlalu light. Minuman semacam ini lebih cocok untuk mereka yang nggak suka minum kopi, tapi ingin sesekali mencicipinya. Mayoritas gerai Tuku Jakarta menyajikan espresso yang lebih kuat dibarengi dengan rasa creamy yang masih terasa. Ini yang lebih cocok di lidah saya. 

#2 Variasi kudapan Tuku Jogja lebih banyak, ada jajanan pasar juga

Ngopi kurang lengkap rasanya jika tidak ada cemilan gurih atau manis. Tuku memiliki kudapan yang bisa kamu beli sebagai pendamping yang asik. Di Jogja, Tuku menyediakan menu makanan yang sedikit berbeda dengan Tuku Jakarta. Tenang saja, donat kampung dan bolu-boluan tetap ada, tapi mereka menyediakan variasi tambahan yaitu aneka jajanan pasar yang dikemas dengan menggemaskan. Harganya masih terjangkau kantong, mulai Rp7.000-an saja.

Konsep jajanan pasar ini asik juga, sepertinya menyesuaikan dengan kuliner Jogja. Kamu bisa menikmati kue talam, kue wajik pandan, kue wajik aren, kue lapis, dan masih banyak lagi macamnya. Selain kue basah, Tuku Jogja juga menyediakan space khusus untuk gorengan hangat. Wah, keren sih! Saya tidak menemukannya di Tuku manapun selain di Jogja. Walaupun kopinya kurang cocok buat saya, tapi kudapannya juara.

#3 Spot nongkrong mahasiswa Jogja, jarang terlihat pekerja

Biasanya, pemandangan pagi hari di Tuku Jakarta adalah para pegawai kantoran yang sedang take away kopi buat penyemangat kerja. Saat weekend, saya juga jarang melihat orang nongkrong meskipun gerai Tuku menyediakan kursi kecil. 

Suasana itu tidak saya temukan ketika menyambangi Tuku Jogja, terlihat banyak wajah-wajah mahasiswa memenuhi area duduk Tuku, outdoor maupun indoor. Ada juga wisatawan dengan tentengan beberapa botol Tukucur (Kopi Susu Tetangga 1 liter) sebagai oleh-oleh.

Kebanyakan muda-mudi yang duduk di Tuku Jogja terlihat telah selesai beraktivitas jogging terlihat dari outfit sporty yang dikenakan. Tidak hanya mereka yang berolahraga, beberapa dari pengunjung pun mengenakan setelan kasual yang cocok untuk ngopi pagi. Vibes yang ditawarkan lebih santai dan sangat terasa slow living-nya. Kedai ini cocok banget untuk meromantisasi Jogja.

Tuku Jogja berbeda dengan Tuku Jakarta. Cabang ini mengusung konsep kebudayaan lokal dengan suasana vintage khas Jogja. Lokasinya mudah diakses dan tidak terlalu jauh dari pusat kota kok. Walaupun banyak yang bilang rasa kopinya beda atau kurang mantap, tapi ya nggak ada salahnya untuk mencoba. Seru kok!

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kopi Susu Couvee dan Tuku Jogja Tidak untuk Dibanding-bandingkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2025 oleh

Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Selain Jogja Rasa Ubud, Ini Potensi Wisata Jogja Sesungguhnya terminal mojok.co

Selain Jogja Rasa Ubud, Ini Potensi Wisata Jogja Sesungguhnya

23 September 2021
Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan terminal mojok

Bagi Saya, Membersihkan Ceker Ayam Adalah Pekerjaan yang Paling Membagongkan

25 April 2021
The Flash: Ketika Multiverse Sudah Mencapai Titik Jenuhnya

The Flash: Ketika Multiverse Sudah Mencapai Titik Jenuhnya

15 Juni 2023
Cancel Culture dan Bagaimana Pelupanya Orang Indonesia terminal mojok

Cancel Culture dan Betapa Pelupanya Orang Indonesia

22 Oktober 2021
5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Jika Ingin Jogging di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta

5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Jika Ingin Jogging di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta

3 Januari 2026
Tipe Teman Berdasarkan Status WhatsApp

Tipe Teman Berdasarkan Status WhatsApp Mereka

30 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

Stasiun KCIC Padalarang: mewah di dalam, semrawut di luar, bukti pembangunan nggak mikirin tata ruang

26 Juli 2026
Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam Mojok.co

Trauma menginap di hotel murah Cikarang yang lebih cocok jadi tempat uji nyali daripada tempat bermalam

30 Juli 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026
Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula Mojok.co

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

29 Juli 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.