3 Panggilan Akrab yang Jarang Kamu Dengar di Jawa Timur – Terminal Mojok

3 Panggilan Akrab yang Jarang Kamu Dengar di Jawa Timur

Artikel

Panggilan bro, sis, rek, lur, cak, mas, dan mbak adalah bahasa untuk memanggil seseorang yang biasa dipergunakan dalam bahasa sehari-hari. Di Jawa Timur, panggilan nama semacam itu biasanya digunakan oleh orang-orang yang berusaha mengakrabkan diri dalam berkomunikasi. Pastinya kalian yang berasal dari luar Jawa Timur juga paham dengan penggunaan bahasa ini. Sebab, saya pikir panggilan-panggilan tersebut juga digunakan di beberapa wilayah pulau Jawa.

Akan tetapi, khusus cak dan rek, penggunaannya pasti identik dengan bahasa Jawa Timur. Sedangkan panggilan bro, sis, cak, mas, dan mbak merupakan panggilan umum dalam tongkrongan. Hal itu mungkin sama dengan lu dan gue untuk bahasa Jakarta.

Jika bahasa Indonesia ada kata saya, aku, dan kamu, di Jakarta mungkin sebagian katanya berganti menjadi lu dan gue. Nah, di Jawa Timur, kata tersebut berganti menjadi lur, bro, dan sis. Untuk tingkatan orang yang lebih tua, panggilan cak, mbak, dan mas juga sering digunakan. Sedangkan menggunakan kata rek itu artinya kita.

Meski begitu, ada beberapa panggilan di Jawa Timur yang jarang terdengar, namun digunakan di beberapa wilayah. Seolah-olah bahasa tersebut jadi ruang tersendiri dalam seni berkomunikasi. Setidaknya, saya menemukan tiga panggilan lainnya yang mungkin kalian jarang dengar.

#1 Panggilan dengan kata “mat”

Jika kalian adalah mahasiswa baru yang memilih Jember sebagai tempat untuk menempuh pendidikan, jangan terkejut dengan penggunaan kata mat. Kata mat ini biasanya digunakan untuk menyapa seseorang.

Baca Juga:  Panduan Misuh Jawa Timuran, Dijamin Mantap dan Paten

Mat adalah kata paling populer yang sering dijumpai apabila kalian berkunjung ke Jember. Setidaknya, kata ini sebagai pertanda jika pertemanan kalian dekat atau bisa jadi penggunaan kata ini sebagai usaha mengakrabkan diri dalam bersosialisasi.

Jadi, penggunaannya seperti ini, setiap kata apa pun yang menunjuk saya, kamu, dan kita, semuanya akan berakhiran mat. Misal begini contohnya: aku ae mat, awakdewe ae mat, awakmu ae mat, dll. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira jadi seperti ini: saya saja mat, kita saja mat, kamu saja mat.

Intinya, kata mat ini berlaku khusus dialek bahasa Jember yang mungkin sudah menyebar ke beberapa area sekitar tapal kuda seperti Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo. Jadi, jangan lupa jika berkunjung atau kuliah di Jember, penggunaan kata mat menjadi tanda berkomunikasi dengan teman seumuran.

Saya juga pernah menggunakan panggilan ini ketika menempuh pendidikan di Jember. Jadi, jangan kaget kalau temanmu memanggil dengan nama mat, hehehe.

#2 Panggilan dengan kata “jeh”

Saya juga belum memahami pasti dialek panggilan kata ini berasal dari bahasa wilayah mana. Namun, biasanya komunikasi dengan penggunaan kata berakhir jeh juga digunakan dalam bahasa di beberapa wilayah Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Penggunaan kata ini sama seperti kata mat, yang letak penggunaannya paling belakang kalimat. Biasanya, diucapkan teman-teman seumuran yang akrab bersosialisasi di tongkrongan. Ya, panggilan ini biasanya digunakan ketika memang kamu sudah dekat atau telah mengenal akrab orang yang kamu ajak berbicara.

Baca Juga:  Menyoal Sistem Zonasi Sekolah: Apa Jadinya Jika Zonasi Diterapkan di Aspek Kehidupan yang Lain?

Jadi, jika namamu diubah jadi jeh, artinya yang mengajak kamu berkomunikasi sedang berusaha mengakrabkan diri atau menganggap kamu teman dekat. Hal ini juga berlaku sama dengan kata mat dan panggilan akrab lainnya.

#3 Panggilan dengan kata “jon”

Kata terakhir yang juga pernah saya dengar dan gunakan dalam berkomunikasi adalah jon. Sebenarnya, kata ini jarang digunakan. Sebab, memang kata panggilan yang paling umum digunakan adalah panggilan akrab dengan mengganti nama dengan julukan atau nama orang tuamu.

Biasanya, yang mengganti dan menggunakan panggilan itu teman-teman dekatmu yang sering nongkrong bareng. Pernah kan kalian mendengar nama teman kalian diganti dengan nama panggilan yang aneh. Misal, namamu Pram lalu diganti dengan peyek, atau namamu adalah Haykal diganti dengan panggilan gajah.

Nah, sedangkan fungsi kata jon juga sama dengan nama ganti panggilan di atas. Biasanya memang digunakan untuk teman-teman satu tongkrongan. Tapi tampaknya, penggunaan ini baru saya ketahui di wilayah Sidoarjo dan Surabaya saja. Sedangkan untuk wilayah lain mungkin juga menggunakan kata ini, tapi secara pastinya saya nggak terlalu paham wilayah mana yang juga menggunakan panggilan tersebut.

Itulah tiga panggilan akrab yang mungkin jarang kalian dengar di Jawa Timur. Jadi gimana mat?

BACA JUGA Dear Penjual di Warung Kopi, Tolong Volume Musiknya Jangan Terlalu Keras dan tulisan Christian Denny M lainnya.

Baca Juga:  Akibat Kelakar dari Sebuah Nama Panggilan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.