Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

3 Hal tentang Perumahan Cluster yang Bikin Orang-orang Bepikir Dua Kali sebelum Tinggal di Sana

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
11 November 2025
A A
3 Hal tentang Perumahan Cluster yang Bikin Orang-orang Bepikir Dua Kali sebelum Tinggal di Sana Mojok.co

3 Hal tentang Perumahan Cluster yang Bikin Orang-orang Bepikir Dua Kali sebelum Tinggal di Sana (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau berbicara soal perumahan cluster, kebanyakan orang langsung membahas soal keamanannya. Konon katanya, tinggal di cluster itu keamanannya terjamin. Wajar sih, namanya juga cluster. Sudah isinya cuma beberapa rumah, wilayahnya dikelilingi oleh pagar tinggi, ada security pula. Dengan begitu, tidak sembarang orang bisa keluar-masuk.

Bisa jadi, faktor keamanan inilah yang kemudian membuat banyak orang tertarik untuk tinggal di perumahan cluster. Tapi, sebenarnya, kalau kita mau jujur, nggak adil kalau membahas perumahan cluster hanya soal keamanannya aja. Supaya adil, harus dibahas juga hal-hal kecil yang jarang dibicarakan orang.

Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan. Nggak sama sekali. Hanya saja, biar pandangan kita lebih utuh dan objektif, kita perlu untuk melihat segala sesuatu dari banyak sisi, termasuk sisi yang paling tersembunyi. Nah, berikut adalah tiga hal yang jarang orang katakan tentang perumahan cluster.

#1 Dilarang merubah fasad 

Saking santernya promo soal keamanan di perumahan cluster, aturan dilarang merubah fasad mungkin tidak pernah terlintas di benak kebanyakan orang. Logikanya, lha wong rumah saya kok? Sudah lunas juga, masa mau diubah-ubah saja nggak boleh? Tapi, kenyatanya, aturan dilarang merubah fasad di perumahan cluster itu memang benar adanya, Nder.

Sebetulnya, larangan mengubah fasad itu konsep yang bagus. Jadi, nilai-nilai keseragaman, estetika dan kerapian lingkungan perumahan bisa terjaga. Bukan hanya itu saja, seni arsitektur dan visual yang sudah direncanakan oleh developer juga tetap pada pakemnya. Singkatnya, visual perumahan cluster jadi tetap menyenangkan.

Bisa jadi, larangan merubah fasad bangunan itulah yang membuat cluster seperti Summarecon dan Sinarmas tetap  bagus. Sudah berdiri puluhan tahun,  di sana nggak ada bangunan ajaib yang beda sendiri. Kan nggak lucu kalau perumahannya bertema Skandinavia, trus ujug-ujug ada yang ngide merubah fasad rumah jadi model tropis dengan atap miring dan cat warna hijau. Alamak! Agak gimana gitu ya di mata.

#2 Perumahan cluster banyak aturan

Kalau kalian merasa aturan larangan mengubah fasad itu hal sepele dan kalian bisa berdamai dengannya, bahkan merasa bahwa larangan tersebut ‘gue banget’ karena kalian tipikal orang yang males berurusan sama kuli bangunan, syukurlah.

Meski demikian, ada hal lain tentang perumahan cluster yang jarang dibicarakan orang, tapi kalian harus tahu. Yaitu, soal ketatnya aturan tinggal di sana. Contoh aturan di perumahan cluster seperti buang sampah sesuai jadwal angkut, pisahkan sampah organik dan anorganik, gunakan fasilitas umum sesuai jam operasional dan jangan memonopoli, kalau mau ada tamu harus didaftarkan dulu, tidak boleh parkir sembarangan, tidak boleh menambah pagar depan, pembatasan hewan peliharaan tertentu, dan kalau mau renovasi harus izin ke pengelola dan menginformasikan juga ke tetangga.

Baca Juga:

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

Nah, soal renovasi ini, ada aturan tambahan, yaitu pemilik rumah harus patuhi jam kerja tukang dan hindari renovasi hari libur. Nah, banyak banget kan aturannya.

#3 Iuran bulanan besar

Orang-orang juga jarang membicarakan soal iuran bulanannya yang lumayan besar. Padahal seharusnya, cerita soal keamanan di perumahan cluster yang terjamin harus diiringi dengan informasi berapa harga yang harus pemilik rumah bayar demi mendapat rasa aman tersebut. Kan nggak mungkin bapak-bapak security-nya cuma dibayar dengan senyum.

Nah, setiap perumahan cluster tentu iuran bulannya berbeda. Semua tergantung dari beberapa aspek, seperti jumlah rumah, jumlah security, dan fasilitas umum yang ada di perumahan tersebut. Rata-rata, untuk biaya keamanan dan perawatan fasilitas umum berkisar antara Rp100.000 hingga Rp500.000 ribu per bulan.

Bagaimana? Setelah mengetahui hal-hal tersembunyi tentang perumahan cluster, menurut kamu masih enak nggak sih tinggal di perumahan cluster? Atau, lebih enak tinggal di kampung saja? Yang penting, jangan sampai seperti Squidward, ya. Dibela-belain pindah rumah ke cluster demi menghindari tetangga yang dirasa mengganggu. Ehh, begitu pindah di perumahan yang semuanya serba senada dan beraturan, dia malah bosan.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2025 oleh

Tags: clusterperumahanperumahan clusterRumahTempat Tinggal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Summarecon, Tempat Paling Nyaman untuk Jogging

Summarecon, Tempat Paling Nyaman untuk Jogging

18 Oktober 2023
konflik keluarga Apa yang Harus Kita Lakukan jika Orang Tua Nikah Lagi Setelah Bercerai? terminal mojok.co

RUU Ketahanan Keluarga Bikin Mimpi Buruh Upah UMK untuk Nikah Ambyar

25 Februari 2020
Bahagianya Punya Rumah Dekat Sekolah Negeri

Bahagianya Punya Rumah Dekat Sekolah Negeri

3 Mei 2023
Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali dialek semarang

Selamat Tinggal Bekasi, Ternyata Semarang Lebih Indah untuk Ditinggali

3 April 2023
Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

7 Oktober 2023
Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini Mojok.co

Tanda Kalian Nggak Cocok Tinggal di Wonosobo, Pikir Dua Kali Sebelum Tinggal di Sini

22 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

Flyover Kalibanteng: Labirin Aspal yang Lebih Ruwet daripada Alasan Putus Mantan Saya

25 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik
  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.