Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
9 Januari 2026
A A
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun baru biasanya identik dengan dua hal, kembang api dan liburan. Namun, selama dua tahun ini saya tidak memilih keduanya. Saya memilih opsi ke-3, menghabiskan pergantian tahun di Karawang. 

Iya, kalian tidak salah dengar. Maksud saya adalah Karawang yang itu, yang namanya lebih sering masuk berita ketimbang percakapan santai. Kabupaten yang identik dengan UMK, pabrik, kawasan industri, truk kontainer, udara panas. Pokoknya bukan tempat yang cocok untuk liburan tahun baru yang damai. 

Akan tetapi, justru di situlah kejutan dimulai. Di balik segala kabar buruk soal Karawang, jujur saja saya menikmati beberapa hal di sana. Beberapa hal yang membuat saya pendatang dari Banyuwangi ini betah. 

#1 Harga makanan terjangkau, tidak seperti yang dibayangkan 

Hal pertama yang membuat saya syok bukan kembang api atau keramaian malam tahun baru, tapi harga makanan. Di kepala saya, daerah dengan UMK tinggi pasti harga makannya ikut-ikutan tinggi. Logikanya sederhana, kalau upah naik, biaya hidup naik, dompet juga ikut menjerit. Nyatanya, saya makan dengan perasaan senang karena murah.

Murah dalam arti yang sebenarnya. Seporsi makanan datang dengan harga yang masih masuk akal. Bahkan, lebih masuk akal dibanding banyak tempat makan yang pernah saya cicipi di Surabaya. Di Karawang, saya makan sambil mikir, ini beneran? UMK gede, tapi harga makanan masih ramah di kantong. 

#2 Jalanan ramai, tapi nggak sampai bikin macet  

Lalu soal jalanan. Jalanan di Karawang itu ramai, kendaraan banyak, aktivitasnya hidup. Tapi, entah kenapa, tidak pernah sampai pada titik macet yang bikin jiwa terkelupas seperti di Surabaya. Setiap hari, di jam-jam yang sama dengan pola yang konsisten. 

Di Karawang, keramaian terasa seperti tanda-tanda kehidupan normal. Mobil bergerak, motor melaju. Tidak ada wajah-wajah yang terlihat ingin resign dari keberadaannya sebagai manusia. Tidak ada klakson yang ribut berbunyi saat lampu lalu lintas baru menyala kuning. Semuanya tampak normal dan kalem dibandingkan Surabaya.

#3 Orang-orang Karawang chill

Entah, ini mungkin subjektif, tapi aura Karawang terasa lebih santai. Tidak tergesa-gesa, tidak defensif. Tidak seperti kota besar atau metropolitan yang warganya selalu terlihat terburu-buru, padahal cuma mau nyebrang atau beli makan. Orang Karawang terasa benar-benar chill ketika saya memesan makan. 

Baca Juga:

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

“Boleh… mau pesan apa, Teh?” Kalimat sederhana dengan nada lembut khas orang Sunda yang selalu berhasil bikin telinga saya langsung sejuk. Entah kenapa para penjual di Karawang tidak ada kesan terburu-buru. Tidak ada tekanan antrean yang seolah berkata kalau kamu lama sedikit itu dosa. 

Di situ saya sadar, kenyamanan kota tidak selalu ditentukan oleh gedung tinggi, mal megah, atau jargon smart city. Kadang ditentukan hanya dengan cara orang menyapa.

Itulah 3 hal yang membuat saya senang bukan kepalang sebagai orang Banyuwangi yang selalu memilih menepi ke Karawang ketimbang di kota kelahiran. Entah kapan, jika saya punya pilihan sepertinya saya berminat untuk menghabiskan masa tua di Karawang. Semoga.

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal yang Bisa Dibanggakan oleh Masyarakat Karawang selain Goyangannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2026 oleh

Tags: BanyuwangiKarawangmerantaupendatangperantauSurabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Karawang, Sebaik-baiknya Tempat Tinggal dan Investasi TKI

Karawang, Dulu Lumbung Padi Kini Kota Industri: Kota yang Semakin Ideal untuk Menetap dan Berinvestasi

23 September 2023
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Kereta Batara Kresna Kini Makin Cepat, Perantau Wonogiri Makin Full Senyum, Main ke Jogja Jadi Lebih Mudah

15 Februari 2025
Wisata Kota Lama Surabaya, Tempat Ikonik yang Baru Diresmikan Itu Sudah Diwarnai Komentar Rasis Mojok.co

Wisata Kota Lama Surabaya, Tempat Ikonik yang Baru Diresmikan Itu Sudah Diwarnai Komentar Rasis

16 Juli 2024
PO Ujang Jaya, Perusahaan Otobus Asal Banyuwangi yang Sering Dikira dari Tanah Pasundan

PO Ujang Jaya, Perusahaan Otobus Asal Banyuwangi yang Sering Dikira dari Tanah Pasundan

1 Agustus 2023
3 Jenis Kuliner Surabaya yang Selalu Berpasangan, Jomblo Auto Baper! terminal mojok

3 Jenis Kuliner Surabaya yang Selalu Berpasangan, Jomblo Dilarang Baper!

17 Oktober 2021
Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

Jangan Berhenti di Situbondo, Jalan Tol Probowangi Harus Beneran Lanjut Sampai Banyuwangi!

21 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

WFA ASN, Kebijakan yang Bikin Negara Hemat tapi Pengeluaran ASN Membengkak Parah

27 Maret 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

26 Maret 2026
Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang Mojok.co

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.