Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

Iqbal AR oleh Iqbal AR
24 November 2025
A A
3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina

3 Fakta Menarik tentang Kota Batu yang Jarang Dibicarakan Orang, Salah Satunya Pernah Terkenal dengan Perkebunan Kina (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau mendengar nama Kota Batu, kita pasti akan langsung terbayang soal kota kecil nan indah di tengah kaki gunung, hawa sejuk, buah apel, dan destinasi wisata. Nggak salah, sebab begitulah Batu mengidentifikasi dirinya, dan begitulah Batu dikenal oleh banyak orang. Batu memang sebuah kota kecil yang ada di kaki gunung, kota dengan hawa yang sejuk yang terkenal dengan buah apel serta deretan tempat wisatanya.

Sayangnya, pemahaman sebagian orang terhadap Kota Batu ya cuma mandek sampai di situ saja. Bahkan nggak sedikit orang Batu sendiri yang pemahaman tentang kotanya juga cuma mandek di situ. Banyak orang yang nggak mengenal Batu sampai ke akar-akarnya. Padahal Kota Batu punya fakta menarik yang jarang dibicarakan banyak orang, termasuk sebagian orang Batu sendiri.

Nah, sebagai orang Batu, izinkan saya memaparkan beberapa fakta tentang Kota Batu yang jarang dibicarakan dan diketahui banyak orang.

#1 Kota Batu pernah terkenal dengan perkebunan kina

Bicara Batu dan perkebunan, pasti kita akan langsung menyinggung perkebunan apel, jeruk, atau kentang. Memang sedari dulu sudah menjadi komoditas unggulan Kota Batu. Namun ada satu masa Batu tak hanya terkenal dengan apel atau kentangnya. Batu juga pernah kondang akan perkebunan kina.

Di masa penjajahan Belanda, Kota Batu memiliki perkebunan kina yang terletak di bagian utara, tepatnya di Dusun Junggo. Perkebunan ini tercatat di publikasi Gids voor Batoe en Omstreken dari Kerajaan Belanda tahun 1934. Dalam publikasi tersebut, perkebunan bernama Kina Onderneming Djoenggo (Kina Company Djoenggo) menjadi salah satu destinasi wisata yang diperuntukkan bagi wisatawan Belanda.

Keberadaan perkebunan kina ini juga diperkuat dalam tesis Perubahan Struktur Ekonomi Lokal: Studi Dinamika Moda Produksi Di Desa Pegunungan Jawa dari Mangku Purnomo dari IPB tahun 2005. Perkebunan ini menjadi salah satu aset penting Belanda yang ada di Kota Batu. Dalam tesis tersebut disebutkan perkebunan kina di Kota Batu dibangun bersamaan dengan dibangunnya Selecta (diperkirakan akhir 1800-an hingga awal 1900-an).

Perkebunan kina di Desa Tulungrejo mulai digalakkan pada abad 19 bersamaan dengan tanaman kopi, karet hevea, dan cokelat. Luas tanaman kina pada tahun 1922 menurut Landbouwatlas van Java en Madura, Weltevreden, 1926, Jilid 2 Hal 92 (dalam Hiroyosi Kano) adalah 507 Ha, khusus di afdeeling Malang.

Adanya perkebunan kina di Kota Batu tentunya nggak lepas dari sejarah panjang kina di pulau Jawa. Franz Wilhelm Junghuhn adalah pelopor budidaya kina di pulau Jawa pada pertengahan abad ke-19. Dalam rentang 1856-1862, pertumbuhan tanaman kina di pulau Jawa melonjak dari ratusan hingga jutaan pohon. Pusatnya ada di daerah Bandung, tepatnya di Ujungberung.

Baca Juga:

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Namun perkebunan kina ini nggak bertahan lama. Ketika Jepang mengambil alih Indonesia dari Belanda, perkebunan kina yang ada di Kota Batu mulai banyak yang rusak dan nggak produktif sebelum akhirnya mati setelah Indonesia merdeka. Sayangnya, nggak banyak catatan yang membahas kaitan Kota Batu dan kina.

#2 Apel Batu sudah nggak sebagus dulu, tapi tetap dibangga-banggakan

Betul bahwa Batu terkenal dengan buah apelnya. Untuk waktu yang sangat lama, apel Batu merajai “skena” apel dan buah-buahan di level nasional, bahkan di level internasional. Pada masanya, kualitas apel Batu nggak main-main. Maka nggak heran jika Kota Batu sangat membanggakan apelnya dan menjadikan apel sebagai identitasnya.

Sayangnya, kejayaan apel Batu sudah perlahan luntur. Mungkin dalam satu dekade terakhir, kualitas apel Batu ini benar-benar menurun. Perubahan iklim, kualitas tanah, degradasi pohon apel, hingga berkurangnya lahan menjadi beberapa penyebabnya. Penurunan kualitas ini juga diikuti dengan penurunan produksi apel. Dan selama itu pula, para petani sudah berkali-kali sambat akan penurunan kualitas apel Batu.

Nah, penurunan kualitas apel Batu ini entah mengapa kayak nggak ditanggapi secara serius oleh Pemkot. Selama ini, pemkot cuma umbar janji manis akan mengatasi penurunan kualitas apel, tapi nyatanya belum ada hasilnya. Pemkot malah terus membanggakan apel Batu, koar-koar bahwa apel Batu masih bagus kualitasnya. Padahal kalau bicara kualitas, apel Batu sudah kalah dengan apel dari Nongkojajar (Kabupaten Malang).

Jadi, apa gunanya membanggakan apel sebagai identitas kalau kualitas apelnya (yang sudah menurun) nggak diperbaiki?

#3 Jadi tempat “pelarian” Bung Karno di awal kemerdekaan

Kalau bicara soal pengasingan Bung Karno, kita cuma akan bicara soal Ende, Bengkulu, atau mungkin Berastagi dan Parapat. Padahal ada satu kepingan soal pengasingan atau “pelarian” Bung Karno, yaitu Kota Batu. Keberadaan Bung Karno di Batu hanya dicatat dalam sejarah sebatas “kunjungan”, bukan pengasingan atau “pelarian”.

Dalam tesis Perubahan Struktur Ekonomi Lokal: Studi Dinamika Moda Produksi Di Desa Pegunungan Jawa, ketika membahas sejarah Desa Tulungrejo di Kota Batu, Mangku Purnomo memaparkan bahwa ada kaitan yang cukup kuat antara Bung Karno dan Kota Batu (lebih tepatnya dengan Selecta, yang berada di Desa Tulungrejo).

Pada masa revolusi fisik setelah kemerdekaan, sekitar 1946-1947, Bung Karno sempat melarikan diri dari kejaran Belanda ke Kota Batu. Bung Karno, bersama kabinetnya (termasuk Bung Hatta), menjadikan Kota Batu (tepatnya Desa Tulungrejo) sebagai pusat pengendalian pemerintahan sementara. Beliau berada di Selecta (Hotel Bima Sakti), sementara Bung Hatta di Gedung Mimosa yang saat ini menjadi Balai Desa Tulungrejo.

Saat ini, kalau kalian berkunjung ke Selecta, tepatnya ke Hotel Bima Sakti, kalian akan menemukan catatan mengenai “kunjungan” Bung Karno. Namun dari semua catatan itu, nggak ada satu pun yang menyinggung tujuan beliau ke Kota Batu (tepatnya ke Desa Tulungrejo dan Selecta) adalah untuk “melarikan diri” dari kejaran Belanda dan mengendalikan pemerintahan.

Nah, dari ketiga fakta di atas, kita sekarang tahu Kota Batu nggak melulu romantisasi kota kecil, hawa sejuk, dan tempat wisata. Batu juga punya fakta lain yang lebih menarik. Tentang perkebunan kina yang kini terlupakan, apel yang tetap dibanggakan padahal kualitasnya menurun, dan “pelarian” Bung Karno yang hanya dicatat sebagai sebuah “kunjungan”.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tidak Ada Hal Paling Menyebalkan dan Bikin Lelah selain Menjelaskan Perbedaan Kota Batu dan Malang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: apelBatuBung Karnojawa timurkebun kinakota apelKota Batu
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Ngawi Serba Tanggung, Sering Dilewati Orang tapi Tidak untuk Disinggahi

Ngawi Serba Tanggung, Sering Dilewati Orang tapi Tidak untuk Disinggahi

28 Maret 2025
Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

29 Mei 2024
Kecamatan Sukolilo, Daerah Paling Underrated di Surabaya

Kecamatan Sukolilo, Daerah Paling Underrated di Surabaya

9 Januari 2024
Kediri yang Ternyata Mahal di Mata Orang Mojokerto (Unsplash)

Kediri di Mata Arek Mojokerto: Biaya Hidup Murah, tapi Guyonan Sarkasnya Mahal

22 September 2023
Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal Terminal Mojok

Membangun MRT di Surabaya Memang Ideal, tapi Kurang Masuk Akal

22 Agustus 2022
Hal-hal terkait Jombang yang Bikin Saya Menanggung Malu di Perantauan

Hal-hal terkait Jombang yang Bikin Saya Menanggung Malu di Perantauan

28 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

22 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Tebet Eco Park, Spot Hits Jakarta Selatan yang Sering Bikin Bingung Pengunjung Mojok.co

Tebet Eco Park Adalah Mahakarya yang Tercoreng Bau Sungai yang Tak Kunjung Dibenahi

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 
  • Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa
  • Honda Scoopy yang Katanya Motor Busuk tapi Laris karena Modal Tampang Bikin Konsumen Setia Honda Merasa Sangat Kecewa
  • Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang
  • Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’
  • Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.