Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 Alasan Nasi Instan Susah Laku di Indonesia

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
19 Maret 2023
A A
3 Alasan Nasi Instan Susah Laku di Indonesia

3 Alasan Nasi Instan Susah Laku di Indonesia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Produk nasi instan pernah meramaikan pasar makanan instan di Indonesia. Di awal tahun 2000-an, Tara Nasiku muncul sebagai produk nasi instan pertama di Indonesia. Agaknya Unilever mencoba mengekor kesuksesan mi instan yang saat itu memang sedang berjaya bahkan hingga sekarang.

Unilever berharap produknya akan diminati mengingat nasi menjadi makanan pokok orang Indonesia. Wong mi yang bukan makanan pokok aja bisa laku, mungkin begitu pikiran mereka. Apalagi di zaman memasak nasi belum semudah sekarang, sebagian besar orang dulu masih menanak nasi manual di atas kompor minyak tanah dengan risiko kegagalan yang lebih tinggi. Sayangnya, produk tersebut malah tenggelam terlalu cepat. Gagalnya Tara Nasiku pernah diulas oleh Mas Fareh Hariyanto pada artikel ini.

Tak lama kemudian muncul nasi instan dari Garudafood sebagai pengganti Tara Nasiku. Belajar dari kesalahan pendahulunya, Garudafood sebenarnya telah menawarkan cara penyajian yang lebih praktis layaknya mi instan cup. Namun, produknya tetap nggak berumur panjang.

Melihat kasus di atas, rasanya sedikit mengganjal bahwa nasib nasi instan di Indonesia tak sebaik temannya di Korea Selatan dan Jepang. Di kedua negara ini nasi instan begitu populer, terutama bagi anak kosan. Padahal baik Korea, Jepang, dan Indonesia penduduknya sama-sama makan nasi. Berikut alasan nasi instan sulit laku di Indonesia:

Microwave bukan alat masak yang populer

Di Korea Selatan, Jepang, dan berbagai negara maju lainnya, microwave menjadi perabot dapur yang populer. Bahkan bisa dibilang microwave menjadi benda penting untuk dimiliki di rumah. Aktivitas serba cepat di negara maju turut berperan dalam pengembangan berbagai makanan instan, termasuk nasi. Makanan-makanan ini sudah bisa dinikmati dengan menghangatkan beberapa menit saja di microwave. Nggak perlu khawatir ribet mengolah bahan makanan atau nyuci setumpuk peralatan masak.

Sedangkan di Indonesia, microwave bukan perabot dapur yang populer. Daya listriknya terlalu tinggi, padahal masih banyak rumah tangga di Indonesia yang menggunakan daya listrik 450 dan 900 watt. Selain itu, preparasi makanan kita sudah cukup diatasi dengan kompor, panci, dan magic com.

Kepemilikan microwave dirasa nggak worth it dibandingkan dengan magic com. Harga magic com lebih ekonomis, daya listriknya lebih kecil, dan multifungsi. Nggak cuma untuk menanak dan menjaga nasi tetap hangat, magic com modern bahkan bisa dipakai untuk mengukus, membuat bubur, memasak sayur, sampai memasak kue.

Terlalu mudah untuk mendapatkan nasi di Indonesia

Di Korea dan Jepang, harga makanan sudah tergolong mahal. Oleh sebab itu, nasi instan cukup digemari terutama bagi anak kosan karena praktis dan murah. Apalagi orang tua di Korea suka membekali anaknya yang merantau dengan berbagai rupa banchan. Makan nasi instan dengan banchan saja sudah cukup mengenyangkan dan bergizi, sangat cocok untuk berhemat.

Baca Juga:

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

Sedangkan di Indonesia, tak sulit untuk mencari makanan murah. Nasi putih bisa dibeli di warung terdekat mulai dari Rp2.000-Rp5.000 saja. Sedangkan nasi goreng dan nasi kuning yang lezat bisa kita dapatkan mulai dari Rp10.000 saja.

Sebenarnya nasi instan punya harapan untuk laku di Indonesia jika mampu menyaingi harga nasi yang dijual di warung. Selain itu cara penyajian harus semudah mi instan cup dengan tekstur sebaik nasi yang dimasak rice cooker. Berat banget kan syaratnya?

Fungsinya yang serba membingungkan

Nasi instan yang pernah muncul di Indonesia sebenarnya punya fungsi yang cukup membingungkan. Dianggap sebagai snack, tapi kok cara menyiapkannya terlampau ribet. Lagi pula rasanya cukup aneh menjadikan nasi polosan sebagai camilan.

Dianggap sebagai pengganti nasi buatan rumah juga nggak masuk akal. Sebab di zaman sekarang memasak nasi sudah semudah itu. Tinggal colokin dan cetekin magic com, maka seketika nasi akan matang sendiri dengan tekstur yang tepat.

Hal ini sangat berbeda dengan mi instan dan bubur instan. Kedua produk ini punya fungsi yang jelas sebagai substitusi nasi. Preparasinya pun memang terbukti lebih praktis daripada mi dan bubur biasa. Selain itu harganya juga murah. Cukup bersaing dengan harga nasi putih yang dijual di warung serta lebih murah daripada mi dan bubur asli yang dijual abang-abang.

Sebenarnya inovasi nasi instan masih bisa dipakai di Indonesia. Produk ini sangat cocok bagi para pencinta alam dan dapat digunakan untuk mengisi tas siaga bencana. Namun, harganya yang tergolong nggak ramah di kantong membuat produk nasi instan nggak bisa digunakan untuk kebutuhan harian.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tara Nasiku: Nasi Instan Ambigu yang Nggak Laku.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2023 oleh

Tags: Nasinasi instan
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Oat Instan, Pengganti Nasi yang Murah dan Enak bagi Kalian yang Perutnya Rewel

Oat Instan, Pengganti Nasi yang Murah dan Enak bagi Kalian yang Perutnya Rewel

9 Juli 2022
Duka Pengidap Fobia Nasi yang Hidup di Indonesia

Duka Pengidap Fobia Nasi yang Hidup di Indonesia

17 April 2022
4 Rice Cooker yang Cocok buat Anak Kos terminal mojok

4 Rice Cooker yang Cocok buat Anak Kos

23 Oktober 2021
Nasi Berkat Bungkus Daun Jati Terbaik, tapi Mulai Langka Tergerus Zaman

Nasi Berkat Bungkus Daun Jati Terbaik, tapi Mulai Langka Tergerus Zaman

5 Maret 2024
Di Desa Jejeg Bumijawa Tegal, Penjual Nasi Nggak Akan Pernah Bisa Kaya orang miskin nasi gubernur NTT

Orang Miskin Katanya Banyak Makan Nasi? Salah, Orang Miskin Justru Susah Makan Nasi

3 September 2023
Nasi Godog, Makanan Magelang yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang, Tampilan dan Rasanya Absurd Mojok.co

Nasi Godog Magelang, Makanan Aneh yang Nggak Ramah di Lidah Pendatang

28 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.