Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

15 Rekomendasi Film Horor Indonesia: Buktikan Menariknya Mitologi Hantu-hantuan di Indonesia

Muhammad Sabilurrosyad oleh Muhammad Sabilurrosyad
10 September 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Dari dekade ke dekade, perkembangan film horor di Indonesia terbilang pesat. Ini beriringan dengan semakin banyaknya jumlah produksi film horor. Saking seringnya, netizen sampai mengeluh, “Horor lagi, horor lagi”. Hal ini dikarenakan sebelum pandemi, jumlah film horor yang tayang di bioskop tidak pernah absen tiap minggu, minimal 4 film horor sebulan.

Saya bukan orang yang mengeluh dengan banyaknya produksi film horor di Indonesia. Saya mengamini apa yang sutradara Joko Anwar katakan bahwa film horor bisa jadi kekuatan sinema Indonesia karena Indonesia kaya jenis hantu. Sehingga ada banyak cerita dengan berbagai pendekatan yang bisa dieksplor.

Lagian, kalau dipikir-pikir, orang Indonesia emang suka sama yang horor dan mistis, terima saja. Memang ada banyak cerita mistis yang menarik diangkat. Beberapa film Indonesia pun berhasil mengangkatnya dan mengemasnya dengan menarik. Berikut 15 pilihan film horor Indonesia yang dirasa pantas kamu tonton, dan buktikan betapa menariknya mitologi hantu-hantuan di Indonesia.

#1 Pengabdi Setan (2017)

Joko Anwar me-remake salah satu film horor legendaris Indonesia berjudul Pengabdi Setan dari 1980. Hasilnya, film ini dianggap berhasil dengan capaian jumlah 4,2 juta penonton lebih yang juga berbanding lurus secara kritik. Kini, Pengabdi Setan buatan Joko Anwar dianggap sebagai standar yang harus dilewati film-film horor setelahnya.

Pengabdi Setan memiliki tema besar cerita menarik seputar sekte pemuja setan. Film ini dikemas menarik lewat cerita seram sebuah keluarga yang diteror oleh hantu ibunya sendiri. Semenjak kemunculan film ini, banyak film-film setelahnya yang mengangkat cerita seputar sekte pemuja setan.

Selain itu, kalau tidak bermasalah dengan tontonan jadul, tentu saja saya merekomendasikan Pengabdi Setan original dari 1980. Tentu ada alasan kenapa film jadul satu ini menjadi cult classic berharga perfilman Indonesia.

#2 Keramat (2008)

Film satu ini dianggap banyak orang sebagai film terseram Indonesia dengan elemen lokalnya yang begitu kental. Punya pendekatan anti mainstream karena menggunakan teknik found footage atau point of view. Hasilnya, kita mendapat sensasi menakutkan yang unik, salah satunya adalah adegan jumpscare terbaik film horor Indonesia, “si kaki pocong”, yang udah nonton pasti tahu seberapa seramnya adegan itu.

Selain keistimewaan kemasan dan keunikan tekniknya, film ini juga memiliki cerita yang menarik. Soal sekelompok produksi film di Yogyakarta yang terganggu karena salah satu krunya dirasuki. Latar cerita dan elemen mistis yang dekat membuat film berlatar gempa Yogya ini semakin menguatkan kesan seramnya bagi mereka yang relate.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

#3 Jelangkung (2001)

Jelangkung adalah salah satu film yang berpengaruh dalam membangkitkan film Indonesia di awal 2000-an lewat genre horor, bersamaan dengan Petualangan Sherina dan AADC. Jauh sebelum Rizal Mantovani dan Jose Purnomo sering bikin geleng-geleng penonton horor masa kini, mereka berdua pernah berjaya menguasai genre ini di awal milenium.

Bercerita mengenai segerombolan pemuda yang tampaknya terlalu gabut hingga begitu penasaran memburu fenomena mistis. Sampai-sampai mereka menggunakan ritual mistis kuno bernama jelangkung.

#4 Rumah Dara (2008)

Film ini berjasa mengangkat nama duet sutradara di baliknya, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel yang dikenal dengan nama The Mo Brothers. Ia terkenal sebagai sutradara yang hobi bikin adegan sadis berdarah-darah. Tentu saja awal mulanya gara-gara film ini.

Rumah Dara bercerita soal keluarga kanibal yang meneror rombongan pemuda. Film ini memberitahu kita bahwa horor bisa dikemas dengan berbagai cara dan tak melulu soal hantu. The Mo Brothers mengenalkan kita bahwa kengerian bisa didapatkan dari sosok manusia kanibal dan adegan gore.

#5 Kuntilanak (2006)

Segeleng-gelengnya saya menonton film horor Rizal Mantovani yang baru-baru, saya tetap menyukainya. Kekuatan dia adalah kemampuan menciptakan konsep dan world building, meski eksekusinya selalu terjebak gaya itu-itu saja. Pada awal kariernya, itulah yang membuat namanya laris. Salah satu karya masterpiecenya selain Jelangkung, adalah trilogi Kuntilanak.

Meski Kuntilanak buatannya masih bisa dibilang jauh dari sempurna, tapi trilogi ini punya pesona yang membuat filmnya punya banyak elemen yang berkesan. Mulai dari sosok ikonik Samantha diperankan Julie Estelle yang punya kekuatan memanggil kuntilanak, lagu “Lingsir Wengi” yang jadi dianggap ngeri, cerita soal sekte Mangkujiwo, hingga mitologi kuntilanak yang diutak-atik olehnya.

#6 Pocong 2 (2006)

Sejauh ini, Pocong 2 masih menjadi film dengan sosok hantu Pocong paling seram. Meski punya elemen 2 pada judul, film ini tidak punya prekuel yang resmi. Hal ini dikarenakan film Pocong 1 dilarang beredar hingga saat ini karena dianggap punya adegan mengganggu serta muatan politis yang tidak diberi lampu hijau oleh lembaga sensor.

Meski begitu, Pocong 2 tetap berhasil sebagai film yang berdiri sendiri. Ia bercerita mengenai kakak beradik yang harus menempati apartemen murah, di sana mereka diteror oleh sosok pocong.

#7 Sebelum Iblis Menjemput (2018)

Timo Tjahjanto memulai debutnya membuat film sendiri tanpa didampingi Kimo Stamboel. Ternyata, hobinya pada adegan sadis tetap tidak berpengaruh. Film ini melanjutkan trek positif film horor Indonesia semenjak Pengabdi Setan.

Film ini pun sebenarnya memiliki tema cerita seputar sekte pemuja setan, atau dalam film ini adalah iblis. Bedanya, Timo memiliki kemasan yang berbeda. Kalau Pengabdi Setan dikemas dengan jumpscare dan elemen lokal, Sebelum Iblis Menjemput dikemas dengan elemen horor ala film luar dengan teror terang-terangan yang barbar, termasuk elemen iblis-iblisannya.

#8 Malam Satu Suro (1988)

Tentunya, kita tidak boleh melupakan sosok ratu horor Indonesia dalam perbincangan ini, Suzzanna. Suzzanna punya peran ikonik sebagai sundel bolong dalam beberapa film, mulai dari Sundel Bolong, Malam Jumat Kliwon, Telaga Angker, dan Malam Satu Suro.

Malam Satu Suro punya pesona lain, yaitu elemen drama dan romansanya yang unik meski mistis. Suketi adalah sundel bolong yang diubah menjadi manusia. Suatu hari, dia jatuh hati dan menikahi seorang pria hingga memiliki keluarga bahagia. Namun, Suketi malah menjadi korban pembunuhan dan kembali menjadi sosok Sundel Bolong. Sundel Bolong pun memulai aksi pembalasan dendamnya. Menarik banget, kan, premisnya?

#9 Hantu (2007)

Hantu adalah film yang mengangkat tema naik gunung penuh aspek mistis dan horor. Meski film ini terbilang klise, tapi film ini termasuk bisa dinikmati karena dieksekusi dengan baik. Salah satu adegan favorit adalah adegan kesurupannya Dea Ananda yang menyeramkan.

#10 Mirror (2005)

Jauh sebelum tema indigo ngetren diangkat dalam film horor seperti Danur, Mata Batin, atau Mereka yang Tak Terlihat, Indonesia sudah memiliki film bagus bertema serupa di pertengahan 2000. Film yang dibintangi Nirina Zubir ini jadi pilihan terbaik saya untuk tema “bisa melihat hantu” karena memiliki elemen psikologis yang kental sebagai nilai lebih, tidak melulu jumpscare.

#11 Pocong Origin (2019)

Film ini masih dianggap satu mitologi dengan film Pocong 2 karena disutradarai oleh Monty Tiwa yang juga penulis naskah Pocong 2. Sejujurnya, mitologi dalam film ini sama menariknya dengan trilogi Kuntilanak. Film ini pun mengambil beberapa elemen yang ada di Pocong 2, Pocong 3, dan tentu Pocong 1 yang dilarang beredar, entah itu beneran atau gimmick promo saja.

Film ini unik karena elemen horor yang disandingkan dengan kemasan ala road movie. Ia bercerita mengenai perjalanan mengantar mayat terpidana hukuman mati kembali ke daerah asalnya untuk dikuburkan. Tentu saja karena ini film horor, dalam perjalanan itu ada apa-apanya, dong.

#12 Angkerbatu (2007)

Jose Purnomo adalah kawan seperjuangan Rizal Mantovani. Sama dengan Rizal, Jose pun memiliki awal karier yang menarik. Setelah Jelangkung, film lainnya yang menarik adalah Angkerbatu. Film ini menceritakan mengenai sebuah daerah yang dihantui, yaitu Angkerbatu. Coba bayangin, terornya berlaku untuk satu kawasan daerah.

#13 Ratu Ilmu Hitam (1981)

Satu lagi saya rekomendasikan film Suzzanna. Film ini memiliki pesona soal dunia ilmu hitam. Menceritakan soal Murni yang membalas dendam menggunakan ilmu hitam atau teluh. Ini adalah salah satu film yang wajib ditonton jika ingin mengetahui film-film terbaiknya Suzzanna.

Film ini pun di remake pada tahun 2019 lewat judul yang sama, disutradarai oleh Kimo Stamboel. Film remake-nya pun berhasil dan layak direkomendasikan, meski buat saya tidak melebihi kehebatan klasiknya.

#14 Pelukis Hantu (2020)

Semenjak pandemi, memang industri film sedang seret, termasuk film horor yang sejauh ini belum ada yang memuaskan, kecuali Pelukis Hantu. Pelukis Hantu sebenarnya merupakan film horor-komedi yang disutradarai Arie Kriting. Meski begitu, film ini memiliki elemen horor yang unik karena berhasil disandingkan dengan elemen komedi serta dramanya yang seimbang.

#15 Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur (2018)

Tenang, film ini tidak seperti film yang punya embel-embel sosok legend lain seperti Warkop atau Benyamin yang… ah sudahlah. Film ini berhasil memberikan sensasi tribute yang serius untuk Suzzanna. Memanfaatkan elemen-elemen film klasiknya, utamanya dari peran-peran ikoniknya sebagai sundel bolong, film ini juga memberi tribute untuk film horor klasik lokal era 80-an yang berhasil dikemas dengan kemasan yang lebih modern. Jarang banget, loh, ada film Indonesia yang memberi kesan tribute yang baik.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 September 2021 oleh

Tags: Film Horor IndonesiaKeramatpengabdi setanpilihan redaksi
Muhammad Sabilurrosyad

Muhammad Sabilurrosyad

Tukang nonton.

ArtikelTerkait

Piyungan, Kecamatan yang Paling Menyedihkan di Kabupaten Bantul

Piyungan, Kecamatan Paling Menyedihkan di Kabupaten Bantul

1 Desember 2024
Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri (Unsplash)

Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri

13 Juli 2023
Lupakan “Zona Biru” Okinawa, Ini 5 Provinsi di Indonesia yang Penduduknya Berumur Panjang!

Lupakan “Zona Biru” Okinawa, Ini 5 Provinsi di Indonesia yang Penduduknya Berumur Panjang!

14 September 2023
Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto Terminal Mojok.co

Meski Punya Latar yang Mirip, Film Coco Lebih Terasa Nyelekit Dibanding Encanto

29 Maret 2022
Arsenal Butuh Factory Reset terminal mojok

Arsenal Butuh Factory Reset

1 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.