Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
23 Maret 2022
A A
10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul Terminal Mojok.co

10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul (Dolan Mbengi/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang tinggal dan menetap di pelosok desa Gunungkidul, hampir setiap kali ada tetangga sekitar yang punya hajatan, baik acara arisan, khitanan, maupun pesta pernikahan, saya diundang untuk rewang. Sejauh ini, saya masih dipercaya sebagai sinoman atau tukang laden yang bertugas mengantar minuman dan makanan bagi para tamu undangan.

Sebelum acara pesta hajatan dimulai, biasanya para perewang akan berkumpul di halaman rumah shohibul bait, kemudian ketua panitia akan membacakan job desc atau tugas-tugas warga yang menjadi perewang. Setelah semua mendapatkan job desc, nantinya para perewang akan segera bergerak cepat melaksanakan tugas-tugasnya.

Selain terdiri dari ketua, wakil ketua, dan bendahara, ada istilah job desc rewang di tempat saya, Gunungkidul. Berikut sejumlah istilah job desc rewang beserta peranannya dalam sebuah hajatan.

#1 Sinoman

Salah satu istilah job desc rewang yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia adalah sinoman atau laden. Ya, mereka adalah sekelompok pemuda, biasanya anggota Karang Taruna, yang bertugas untuk mengantar makanan dan minuman untuk para tamu undangan.

Para peladen sedang mengantarkan teh untuk tamu (Shutterstock.com)

Tidak ada aturan resmi untuk mereka yang bertugas sebagai sinoman. Namun, di kampung saya, sinoman adalah mereka yang duduk di bangku SMA atau para kawula muda yang masih bujang atau belum menikah. Maka dari itu, sudah dapat dipastikan bahwa divisi sinoman adalah orang-orang yang tengah berjuang mencari pasangan.

#2 Among tamu

Among tamu adalah mereka yang bertugas untuk menyambut dan menjabat tangan para tamu undangan. Biasanya, among tamu terdiri dari anggota keluarga, saudara dekat, dan orang-orang penting di kampung. Mengingat among tamu berada di barisan paling depan, maka pakaian yang dikenakan pun juga harus sopan, seperti mengenakan baju batik atau kemeja.

Selain pihak keluarga, tidak sembarangan orang bisa menjadi among tamu. Pasalnya, job desc ini hanya diisi orang-orang yang dianggap penting, seperti pemangku wilayah, sesepuh dusun, dan para pengusaha lokal. Untuk itu, tak heran jika ia adalah divisi cukup bergengsi dan menjadi impian warga masyarakat.

#3 Onclan

Onclan atau pelayangan adalah istilah job desc rewang yang bertugas untuk wira-wiri membelanjakan kebutuhan hajatan. Nantinya, pelayangan akan berkoordinasi dengan bendahara. Semua kebutuhan pesta hajatan, mulai dari bahan pokok makanan hingga keperluan setiap divisi rewang, akan dibelikan atau dibelanjakan oleh para onclan.

Baca Juga:

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

Realitas Pahit di Balik Hajatan: Meriah di Depan, Menumpuk Utang dan Derita di Belakang

#4 Jayengan

Jayengan memiliki peran vital dalam suatu hajatan. Sebab, merekalah yang nantinya bertugas membuat wedang atau minuman untuk para perewang dan tamu undangan. Biasanya, tim jayengan akan membuat minuman dengan tiga varian rasa, yakni teh pahit, teh manis, dan air putih.

Selain harus cekatan, tim jayengan juga perlu memiliki selera yang bagus dalam membuat teh. Untuk itu, tidak mengherankan jika job desc ini diberikan kepada bapak-bapak paruh baya, yang tentu lebih berpengalaman dan profesional dalam membuat wedang.

#5 Craki

Selain jayengan, craki juga berperan besar dalam menyukseskan acara hajatan. Istilah ini digunakan untuk mereka yang bertugas menata nasi dan lauk pauk di dapur. Umumnya, tugas ini disandang oleh ibu-ibu yang memiliki estetika tinggi dalam menaruh dan menata makanan di atas piring.

Tidak hanya menata nasi dan lauk pauk, nantinya divisi craki juga akan menyiapkan hidangan untuk para perewang. Tanpa divisi ini, dapat dipastikan bahwa pesta hajatan tidak akan berjalan dengan lancar dan akan banyak orang kelaparan. Untuk itu, meski mereka berada di dapur dan tidak bisa dilihat oleh para tamu undangan, sesungguhnya merekalah di balik suksesnya pesta hajatan.

#6 Gedong

Hampir sama dengan divisi craki, gedong merupakan istilah job desc rewang yang memiliki tugas untuk menata makanan. Bedanya, jika craki menata makanan jenis nasi dan lauk pauk, maka tim gedong bertugas menata makanan ringan, mulai dari kacang bawang, risoles, jadah tempe, lemper, dan jajanan khas masyarakat desa lainnya.

Divisi gedong sendiri biasa berkoordinasi dengan para sinoman. Nantinya, para sinoman akan mengambil makanan ringan di ruangan tim gedong, lalu dibawanya ke meja para tamu undangan.

#7 Pengason

Sebelum ada air PAM, dulunya pengason memiliki tugas cukup berat, yaitu menimba air di sumur. Demi menyukseskan acara hajatan, para pengason rela untuk menimba air di sumur yang di kampung saya sendiri bisa mencapai kedalaman hingga 20 meter.

Pengason bertugas memastikan ketersediaan air (Shutterstock.com)

Seiring berjalannya waktu, kini divisi pengason hanya bertugas untuk mengambil air kran, lalu diberikan kepada tim jayengan dan ibu-ibu yang memasak di dapur. Adapun divisi ini biasanya diisi oleh bapak-bapak muda yang cekatan dalam mengambil air bersih.

#8 Tunggu prasmanan

Sesuai namanya, tunggu prasmanan adalah istilah job desc rewang untuk menyebut mereka yang menunggu prasmanan atau tempat makan. Orang yang menunggu prasmanan sendiri biasanya bertugas untuk menyilakan para tamu undangan untuk menikmati hidangan.

Selain itu, divisi tunggu prasmanan juga harus selalu memantau atau mengecek makanan apa saja yang sudah habis atau belum dihidangkan. Nantinya, tim ini akan berkoordinasi dengan divisi craki dan gedong.

#9 Iris-iris dan Masak

Dari semua job desc rewang, mungkin iris-iris dan masak adalah divisi paling penting dalam sebuah rewang hajatan. Biasanya, job desc ini diisi oleh ibu-ibu perkasa yang ahli dalam mengiris bahan makanan dan jago memasak. Tanpa keahlian memasak, jangan harap bisa menduduki posisi ini.

Tidak hanya mampu meracik makanan yang enak dan lezat, divisi iris-iris dan masak ini juga harus memiliki tenaga yang ekstra. Pasalnya, dari pagi hingga malam, para ibu paruh baya ini harus berjibaku di dapur untuk memastikan semua tamu undangan dan perewang mendapatkan makanan.

Setelah memastikan semua perewang sudah makan, biasanya ibu-ibu ini baru bisa makan. Meraka adalah sosok tangguh yang selalu mendahulukan kepentingan bersama daripada perut sendiri. Untuk itu, sudah seharusnya para warga dan pemangku wilayah memberikan apreasi setinggi-tingginya bagi ibu-ibu yang mendapat job desc iris-iris dan masak.

#10 Sesepuh

Setiap ada pesta hajatan di kampung halaman, akan selalu ada sesepuh atau tetua yang biasanya duduk di barisan para tamu undangan. Sesuai namanya, para sesepuh ini juga diisi oleh para lansia dan tokoh masyarakat yang sudah sepuh. Nantinya, para sesepuh ini akan duduk di barisan para tamu, dari pagi hingga petang.

Meski tanpa hanya duduk-duduk, tapi tanggung jawabnya nggak remeh (Shutterstock.com)

Meski hanya duduk-duduk sambil wedangan, peranan beliau-beliau ini cukup penting, terlebih saat turun hujan. Tidak jarang para sesepuh ini merapalkan mantra-mantra tertentu untuk memindah awan atau yang biasa disebut dengan pawang hujan.

Sejatinya, semua perewang, mulai dari sinoman hingga sesepuh, masing-masing memiliki peran penting bagi kelancaran sebuah pesta hajatan. Untuk itu, apa pun job desc-nya, sudah seharusnya bangga dan berbahagia karena bisa membantu warga sekitar yang memang membutuhkan pertolongan.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2022 oleh

Tags: Hajatanrewangsinoman
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

Beratnya Tugas Tukang Undang di Kampung Saya

Beratnya Tugas Tukang Undang di Kampung Saya

20 November 2022
3 Hal Sederhana yang Dilakukan Tamu Undangan, tapi Bikin Sinoman Marah

3 Hal Sederhana yang Dilakukan Tamu Undangan, tapi Bikin Sinoman Marah

28 November 2023
Tradisi Rewang dan Nasib Orang-orang di Balik Megahnya Pesta Pernikahan terminal mojok.co

Tradisi Rewang dan Nasib Orang-orang di Balik Megahnya Pesta Pernikahan

22 Desember 2020
Peringatan untuk Tamu Undangan dan Penyelenggara Hajatan Plis, Jangan Buang-buang Makanan Terminal Mojok

Peringatan untuk Tamu Undangan dan Penyelenggara Hajatan: Plis, Jangan Buang-buang Makanan!

29 November 2022
Jadi Makanan Khas, Soto Justru Menempati Kasta Terendah dalam Sajian Hajatan di Lamongan terminal mojok (1)

Jadi Makanan Khas, Soto Justru Menempati Kasta Terendah dalam Sajian Hajatan di Lamongan

16 September 2021
Kawula Sinoman: Menggugat Sistem Rewang Tanpa Organ Tunggal Terminal Mojok.co

Kawula Sinoman: Menggugat Sistem Rewang Tanpa Organ Tunggal

22 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.